Wednesday, 23 July 2008

Mz Andhika

Someone who brings so many things in my life
Someone having a very great possibility to make me sad or happy
Cry or laugh
Even in one moment
Someone who affects me so much
Someone for whom I give my love
^_^

Sweety message....from someone who makes me feel so fortunately

teardrops on my guitar

Drew looks at me, I fake a smile so he won't see
That I want and I'm needing everything that we should be
I'll bet she's beautiful, that girl he talks about
And she's got everything that I have to live without

Drew talks to me, I laugh cause it's just so damn funny
That I can't even see anyone when he's with me
He says he's so in love, he's finally got it right,
I wonder if he knows he's all I think about at night

He's the reason for the teardrops on my guitar
The only thing that keeps me wishing on a wishing star
He's the song in the car I keep singing, don't know why I do

Drew walks by me, can he tell that I can't breathe?
And there he goes, so perfectly,

The kind of flawless I wish I could be
She'd better hold him tight, give him all her love
Look in those beautiful eyes and know she's lucky cause

He's the reason for the teardrops on my guitar
The only thing that keeps me wishing on a wishing star
He's the song in the car I keep singing, don't know why I do

So I drive home alone, as I turn out the light
I'll put his picture down and maybe
Get some sleep tonight

He's the reason for the teardrops on my guitar
The only one who's got enough of me to break my heart
He's the song in the car I keep singing, don't know why I do

He's the time taken up, but there's never enough
And he's all that I need to fall into..

Drew looks at me, I fake a smile so he won't see.



by: Taylor Swift

Saturday, 19 July 2008

Setibamu

Dulu kau dimana
Dulu kau siapa

Saat aku tak mengenalmu
Saat aku tak tahu dimana dirimu

Kini...
Telah datang dirimu
Membawa cerita-cerita yang baru
Mewarnai setiap sudut kanvas hidupku

Padahal
Kanvasku telah rusak
Rusak karena terlalu banyak warna yang menggelayut
Warna yang sedikit mulai merobek tiap rajut benang di dalamnya

Tapi
Kadang goresan kuasmu
Mengumbar kembali warna yang telah lalu
Warna yang sangat menodaiku

Merah kian menjadi merah
Namun sering pula hitam kau sapu menjadi putih kembali

Kadang ku sering bertanya
Kau sapukan warna biru hari ini
Warna apa yang kelak akan kau sapukan untukku
Hijaukah?
Kuningkah?
Atau bahkan gelapnya ungu?

Namun aku bahagia
Warna yang baru telah sedikit memulas dasar kanvas yang lama
Meskipun engkau tak bisa membelikan kanvas yang baru untukku
Tapi aku bahagia

Thursday, 17 July 2008

Sesaat Setelah Kau Bilang

Sekian lama sudah kita bersama
Lewati cerita yang kita rangkai berdua
Tak pernah terlintas semua kan berakhir
Saat kau mendua hancurkan segala

Kuakui aku memang terlanjur lemah
Tak mampu puaskan lagi semua inginmu

Apakah selamanya cinta harus memberi
Bukankah kita terlahir untuk berbagi
Benarkah diriku yang memang sudah tak mampu
Ataukah engkau yang tak pernah menginginkanku lagi

Harusnya kusadar semua menjadi terbakar
Dan aku terlanjur, terlanjur sayang
Tak pernah terlintas semua kan berakhir
Saat kau mendua hancurkan segala

Lagu hancur milik safe band ini mengiringi kesedihanku sesaat setelah kau bilang. Pengakuan yang selama ini mungkin engkau rahasiakan. Meskipun secara tersirat aku sudah tahu akan hal itu. Tapi saat itu terasa kaget, sakit, bingung dan entah mau ngapain.
Air mata ini pun menetes, yah..mungkin terlalu cengeng bagi ku untuk menangis. Terlintas kembali semua kenangan, cerita tentang cinta yang melukaiku. Apakah ini kan terulang lagi?dan lagi?

Aku benci jatuh cinta. Ya, itu masih tertanam lekat di hatiku. Aku mencoba untuk menghadapi semua ini dengan ikhlas. Meski hati ini hancur, tapi aku berusaha untuk menerima segalanya. Meski sakit biarlah sakit.

Waktu demi waktu pun berlalu masih berkutat dengan lukaku. Dalam hati pun akuberkata "I have nothing", bahkan untuk sebuah rasa ingin disayangi pun benar tak ada. Biarlah aku sendiri, kembali menata hati. Dan lagi.

Terlintas pula ingatan saat engkau melantunkan lagu terlalu lelah milik evo, maafkan aku bila selama ini ku bagi cintamu dengan dia, seseorang yang mampu meluluhkanku, apakah memang seperti itukah dirimu?

Meski sakit aku mencoba untuk bisa menerimanya. Asal engkau melakukan yang lebih baik daripada kemarin. Aku memang bukan siapa-siapa. Tak punya rasa ataupun sesuatu yang bisa dimiliki bahkan untuk dibanggakan.

Ku biarkan dan mencoba hilangkan rasa sakit karena sayang. Ku biarkan aku melenggangkan langkah seperti biasa. Aku menerima. Dan aku mencoba untuk tak merubah sikap. Mungkin memang aku terlalu bodoh sehingga tak bisa bahkan tak kuasa membalas semua rasa yang kau tebarkan. Biarlah aku meluka asal engkau bahagia.

The shinny future yang selalu menunggumu pun tak goyah meski aku tiada. Meski aku terluka. Dan aku tak berubah, masih seperti dulu. Yang dengan lugu membiarkan orang lain untuk melukaiku.

Tak ada yang salah dan tak ada yang benar. Karena semua ini adalah jalan hidup yang memang harus dilalui, dihadapi.

Aku bukan siapa-siapa. Aku tahu itu.

Namun berjanjilah untuk better than ever untukku.

Aku baik-baik saja. Aku kan berdiri tersenyum menatapmu bercahaya di sisi gelapku, dengan setiap sudut senyum yang melintas di wajahmu.


Tuesday, 15 July 2008

Engkaukah Itu

Saat matamu bersinar lain
Hatiku berdengung
Memburu apa yang sebenarnya terjadi
Mereka menerka
Mereka menduga

Telapak sanubariku berkaca
Berdua cermin kebingungan
Satu penjuru
Dua bayangan
Siapa dia?

Menatap seolah tak menyapa
Sekedar tanya tak kuasa

Engkau dimana?
Engkau siapa?
Engkau kemana?

Bertanya dan bertanya
Jawaban pasti berseri
Tiap hati ini berikhlas
Tiap hati ini merela

Ya, semua milikNya
Semua kehendakNya

Meski terkadang sakit
Meski terkadang terasa getir
Tapi siapa aku?
Malu pun kadang terlalu sering memadu dalam kalbu
Bangga pun tergolek lemas menggontai

Seakan tiada kelak
Seakan semua sama seperti yang lalu

Engkaukah itu?
Seseorang yang pernah memberiku
Seseorang yang pernah membangunkanku

Engkaukah itu?
Yang jatuhkanku
Membelaiku dalam tiap rintihan pedihku

Engkaukah itu?