Thursday, 31 January 2008

kondisi ekonomi Amerika Serikat

Sebenarnya mudah saja untuk memahami krisis keuangan AS yang kembali meledak, Senin (21/1). Salah satu dasar utamanya adalah utang Pemerintah AS yang meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan paling pesat terjadi di era tiga presiden dari Republik, Ronald Reagan, George Herbert Walker Bush, dan anaknya George Walker Bush. Namun, si anak ini adalah penimbun utang terbesar. Bayangkan, jika pendapatan Anda sebesar Rp 1,3 juta per tahun, tetapi jumlah utang sudah mencapai Rp 898.000. Artinya, 68 persen dari pendapatan Anda harus dibayar untuk utang. Apa yang akan terjadi? Kemungkinan besar posisi keuangan Anda sudah dianggap bahaya dan riskan untuk diberi pinjaman baru.Nah, hal serupa itulah yang terjadi dengan pemerintahan AS sekarang ini. Total utang nasional AS mencapai 8,9 triliun dollar AS. Sementara itu, produksi domestik bruto (PDB) atau pendapatan tahunan sekarang ini sekitar 13 triliun dollar AS.Benar, utang itu bisa dibayar secara mencicil dari tahun ke tahun. Namun, persentase utang yang sudah besar jelas merupakan lampu merah yang menyala lengkap dengan bunyi sirene.Di sisi lain, sumber pendapatan baru tak didapat, malah perangai Anda terus terbius dengan keborosan. Ini tentu semakin membahayakan lagi.

Secara ekonomi, Anda tak lagi bisa tertolong dan sudah pada posisi kronis secara finansial.Inilah yang menjadi dasar bagi Uni Eropa untuk menyalahkan AS sebagai penyebab kejatuhan saham-saham global. ”Masalah mendasar adalah pada utang AS yang terus meningkat dari tahun ke tahun, tanpa peningkatan tabungan,” kata Ketua Komisi Uni Eropa untuk Urusan Ekonomi dan Moneter Joaquin Almunia, Selasa (22/1) di Brussels.Pada tahun 2004, Paul Krugman, penasihat ekonomi pada era Ronald Reagan, sudah wanti-wanti. Ia mengatakan, turbulensi masih akan terjadi di periode kedua pemerintahan Presiden George W Bush. Ia menuduh kebijakan Gedung Putih terlalu sarat dengan misi politik dan tidak mengindahkan rambu-rambu ekonomi.Harap diketahui dari 8,98 triliun utang AS, ke luar negeri dan warga dalam negeri, sebanyak 3,25 triliun dollar AS terjadi selama pemerintahan George Walker Bush.Maka dari itu, siapa pun presiden AS berikutnya, salah satu masalah terbesar yang harus dihadapi adalah penumpukan utang. ”Warisan Bush adalah utang yang lebih besar,” demikian kata Stan Collender, seorang veteran ahli anggaran AS di harian The Christian Science Monitor edisi 27 September 2007.Mengapa menumpuk?Lalu, pertanyaannya adalah mengapa terjadi penumpukan utang di bawah pemerintahan Bush? Salah satu penyebab utama adalah program pengurangan pajak korporasi sebesar 1,35 triliun dollar AS yang dicanangkan pada 2001. Ini adalah program pengurangan utang terbesar dalam sejarah perekonomian AS. Bush berambisi mendorong aktivitas perekonomian dengan mengurangi pajak. Harapannya, dengan pajak yang rendah, korporasi akan meningkatkan konsumsi.

Mantan Gubernur Bank Sentral AS Alan Greenspan menentang ini. Pihak yang juga turut menolak adalah Menkeu Paul O’Neill yang kemudian mengundurkan diri. Alasan O’Neill adalah, program ini mengancam anggaran untuk kepentingan pengamanan sosial. Banyak warga AS yang kurang makan, kurang mampu membiayai perobatan. Ini tak berterima bagi Bush.Hal yang terjadi adalah, ekonomi hanya tumbuh rata-rata 2,5 persen per tahun selama Bush memimpin AS. Ini adalah rata-rata pertumbuhan terrendah dalam beberapa dekade terakhir. Bibit krisis tertanam. Utang terus menumpuk. Penerimaan pajak, salah satu andalan penerimaan pemerintah, anjlok drastis.Di sisi lain, warga kaya AS makin kaya, sementara kaum papa makin papa. Bukan itu saja, makin banyak yang tak mampu membiayai pendidikan dan terjebak narkoba. Program televisi The Oprah Show turut memperlihatkan ironi kaum miskin di AS ini.Inilah ironi dari pengurangan pajak. Padahal, selain mendorong penerimaan pemerintah, pajak juga instrumen pemerataan pendapatan. Ini tidak terjadi. Si kaya makin kaya, si miskin makin miskin. Inilah salah satu warisan terparah pemerintahan Bush, seperti sudah sering diingatkan ekonom seperti Krugman dan Joseph E Stiglitz.Logika ekonomi Bush begitu buruk. Harian Los Angeles Times sampai melacak nilai mata kuliah ekonomi Bush ketika dia masih kuliah, yang -C. Problem lain penyebab utang adalah defisit perdagangan dan defisit anggaran pemerintah. Defisit ini harus ditutup dengan utang luar negeri, termasuk berupa pembelian obligasi yang diterbitkan Pemerintah AS oleh asing seperti Jepang serta China.Di bawah Bush juga muncul pembengkakan biaya perang ke Irak dan Afganistan.

Setelah membiayai Perang Korea dan Vietnam, AS juga membiayai perang yang tidak perlu di Irak dan Afganistan. Irak tidak aman dan Osama bin Laden tak tertangkap juga.Lembaga keuangan liarMasalah lain adalah posisi AS sebagai negara sarang para spekulan. AS, misalnya, punya badan pengawas lembaga keuangan bernama Commodity Futures Trading Commission (CFTC). Badan ini bertugas mencegah manipulasi keuangan, aksi spekulasi berlebihan.AS memiliki ICE (Inter-Continental Exchange) Futures.

Badan ini melakukan aktivitas perdagangan berjangka, termasuk komoditas gas dan minyak. Namun, CFTC tidak mengawasi ICE Futures.Senator Carl Levin dan Norm Coleman sedang melakukan penyelidikan atas ICE Futures yang diduga keras turut berperan mendongkrak harga minyak mendekati angka 100 dollar AS per barrel. Minyak tidak saja memukul kantong warga Indonesia, tetapi juga warga AS.Kaitan dengan sahamAda banyak lagi perusahaan keuangan di AS yang tidak disiplin dan tidak diatur agar memelihara etika bisnis.Lagi sejak 2001, ekonomi AS tumbuh, berkat dorongan kucuran kredit ke sektor perumahan, termasuk dari berbagai perbankan besar internasional.Harga rumah didorong naik ke tingkat tertinggi, hingga pembeli baru tak mampu lagi membeli rumah. Bukan itu saja, pembeli rumah lama, dengan pinjaman dari perbankan, tak mampu lagi membayar utang. Harga rumah sudah meletus bagai balon. Muncullah istilah bubble burst, menggelembung lalu meledak.Kejadian ini membangkrutkan Merrill Lynch, Goldman Sachs, Northern Rock (Inggris), UBS (Swiss), dan Mitsubishi UFJ (Jepang). Manajemen perusahaan ini terpaksa menyuntikkan modal. Namun, banyak perusahaan AS dan negara lain yang bangkrut, korban subprime mortgage. Ini adalah julukan bagi surat utang yang dipakai membiayai sektor perumahan. Surat utang ini tidak memiliki kategori AAA, di mana kemampuan membayar sangat tinggi, malah kategori junk (sampah).Stephen Roach, ekonom dari Morgan Stanley Asia, mengkritik kecerobohan dan bahaya dari kebijakan Bank Sentral AS selama ini.

Suku bunga rendah telah memicu spekulasi, termasuk di sektor perumahan, dengan menggunakan uang murah, akibat suku bunga rendah itu.Inilah antara lain warisan buruk Bush. Tidak heran George MasonUniversity menuliskan bahwa Bush memiliki peringkat terburuk sepanjang sejarah Gedung Putih, bahkan ia kalah dari pemicu skandal Watergate, Richard Nixon.Menlu AS Condoleezza Rice mencoba menebarkan kebohongan baru. Di Forum Ekonomi Dunia, Davos, Swiss, Rabu (23/1), Rice mengatakan fondasi ekonomi AS solid.Tidak demikian halnya dalam pandangan George Soros.

Di Davos, tak ada pihak yang ragu lagi untuk mengatakan AS secara teknis sudah mengalami resesi, termasuk ekonom AS lainnya seperti Fred C Bergsten.Dengan kondisi ini, bukan hanya AS yang memiliki reputasi buruk soal ekonomi. Organ-organ AS, termasuk perusahaan-perusaha an AS, juga menjadi sekarat. Perusahaan-perusaha an ini juga menerbitkan saham di bursa Wall Street. Bisakah kita mengharapkan harga-harga saham itu, yang didorong tinggi menciptakan bubble, untuk terus menggelinding naik? Tidak!Inilah yang sedang terjadi dengan AS. Bagaimana dampaknya ke negara lain, ke Eropa, Asia? Dampaknya pasti ada, setidaknya penurunan pertumbuhan global. Namun untungnya, pilar ekonomi dunia tidak lagi semata-mata didukung AS. Istilah AS bersin lalu negara lain akan demam, relatif berkurang. Setidaknya, inilah juga Bergsten.Bagaimana menyelamatkan ekonomi AS? Semua persoalan itu butuh waktu tahunan untuk diatasi. Tetapi setidaknya, biarkan dulu Bush mundur untuk digantikan calon lain yang mendengar para ekonom.Bank Sentral AS memang kembali menurunkan suku bunga. Pemerintahan Bush menciptakan dana stimulus ekonomi sebesar 150 miliar dollar AS. Profesor ekonomi New YorkUniversity, Nouriel Roubini, mengecam Fed. ”Fed tak mengerti akar persoalan,” kata Roubini.Krugman juga mengatakan stimulus Bush itu akan sia-sia saja. Disiplin anggaran, pemerataan pendapatan warga AS, restrukturisasi sistem keuangan, itulah obatnya. (Simon Saragih : Kompas online, Minggu, 27 januari 2008 03:19 WIB)

you have what I want


One time…
You woke me up
When my mind slept
When my dream was dark
Behind the truth


How can I response
I have nothing
Just the honesty
Just the affection


I proud of you
I love you
So much


Although…
I know
I can do nothing
For you


But…
I shall make a promise
I shall do what I can
For you


Thank you so much…

Tuesday, 29 January 2008

MEROKOK

MUMBAI, SENIN - Superstar Bollywood Shah Rukh Khan dan Amitabh Bachchan telah diminta untuk berhenti menyesatkan publik dengan kebiasaan mereka merokok di tempat umum. Himbauan ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan India Anbumani Ramadoss lewat jaringan televisi CNN-IBN.

Ramadoss,yang sedang menggiatkan kampanye larangan merokok di layar televisi dan film, merasa prihatin dengan peningkatan drastis jumlah perokok dari kalangan usia muda di India."Seharusnya tidak ada adegan merokok di dalam film karena adegan ini telah mendorong 52 persen anak-anak di India untuk merokok," ujar Ramadoss.

Jumlah perokok, yang menyaksikan tayangan film di bioskop-bioskop India, yang berpenduduk 1,1 miliar jiwa, merupakan terbesar di dunia. Sekitar 2.200 orang meninggal dunia setiap harinya di India akibat penyakit yang berhubungan dengan dampak asap rokok.

Pada Oktober 2007, Organisasi Anti-Rokok Nasional India menyampaikan somasi ke Shah Rukh Khan yang dipublikasikan fotonya saat merokok di sebuah pertandingan cricket dan konferensi pers. Superstar veteran Bachchan juga terpaksa menyampaikan permohonan maafnya karena dikritik keras lewat posenya merokok di sejumlah poster film.

Selain melarang merokok di tempat umum, pemerintah India juga melarang pemasangan iklan produk rokok pada tahun 2004 sebagai usaha menekan angka kematian yang disebabkan oleh asap rokok. (AFP

Monday, 28 January 2008

Pak Harto

Liputan6.com, Jakarta: Soeharto adalah tokoh dengan banyak pro kontra. Bagi pendukungnya, Pak Harto adalah pahlawan yang membangun ekonomi Indonesia. Tapi bagi penentangnya, pria kelahiran Kemusuk ini dinilai sebagai pemimpin antidemokrasi. Dia dipuja sekaligus dihujat. Namun demikian nama Soeharto tetap merupakan magnet bagi kawan dan lawan. Bahkan saat ia menghabiskan sisa waktunya di rumah sakit hingga ajal menjemput pada Ahad, 27 Januari 2008.

Tahun 1967 merupakan momen penting dalam sejarah bangsa Indonesia dan hidup seorang jenderal bernama Soeharto. Sesuai Surat Perintah Sebelas Maret, Pak Harto mulai menggantikan Bung Karno sebagai pejabat presiden. Setahun kemudian tepatnya Maret 1968, Pak Harto disahkan sebagai presiden kedua Indonesia oleh Majelis Permusyarawatan Rakyat Sementara.

Kontroversi mewarnai perjalanan karier Pak Harto. Dia disanjung, ditakuti, dan dihormati saat berkuasa. Namun segera setelah lengser, hujatan bahkan cacian mendera Pak Harto. Terlepas dari perasaan atau emosi, sejarahlah yang paling jujur berbicara akan sosok tokoh yang paling lama memimpin negeri ini.

Berbeda dengan kepemimpinan Bung Karno yang penuh konfrontasi dan ketidakstabilan, Pak Harto mengusung era baru. Visi bernama Orde Baru. Segera setelah menjabat presiden, Soeharto langsung membenahi kekacauan ekonomi yang ditinggalkan Soekarno. Untuk membereskannya, Pak Harto berpaling pada tim ekonom didikan Barat.

Pembangunan ekonomi menjadi target utama. Bila sebelumnya negatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi positif bahkan naik pesat. Sampai-sampai pada dekade 1980-an, dia dijuluki Bapak Pembangunan karena berhasil mewujudkan swasembada pangan.

Di bidang kesehatan, Soeharto memulai kampanye Keluarga Berencana untuk mengendalikan jumlah penduduk. Program yang dinilai sukses secara internasional ini menjadikan Indonesia sebagai negara percontohan dan mendapat penghargaan dari Perserikatan Bangsa Bangsa. Tahun 80-an hingga 90-an, Indonesia mengalami kejayaan ekonomi. Indonesia nenjadi negara yang disegani di Asia.

Dalam upayanya menyederhanakan kehidupan berpolitik di Indonesia, Soeharto melakukan penyatuan partai-partai politik. Kontras dengan hingar-bingar masa Bung Karno. Dalam proses itu, Golongan Karya berkembang menjadi golongan penguasa yang selalu memenangkan Pemilihan Umum semasa Orde Baru. Oposisi hilang dan kekuatan masyarakat melemah.
Tekanan atas kebebasan politik belakangan menjadi salah satu sumber keluhan masyarakat terhadap Soeharto. Kalangan aktivis menilai almarhum sebagai sosok antidemokrasi dan cenderung otoriter. Jauh sebelum reformasi 1998, protes masyarakat muncul. Peristiwa Malapetaka 15 Januari 1974 atau Malari, contohnya. Massa turun ke jalan menentang modal asing yang selama ini menjadi salah satu pilar program ekonomi Soeharto.

Petaka datang di tahun 1997. Krisis monoter dan ekonomi menghantam negara-negara Asia. Demostrasi mahasiswa yang berlangsung dalam waktu lama membuat situasi Tanah Air begitu genting dan tegang. Namun aksi massa disambut kekerasan aparat. Massa mengamuk. Jakarta membara. Inilah salah satu demonstrasi jalanan terbesar sebelum reformasi 1998.

Posisi Soeharto semakin terpojok. Orang-orang kepercayaan justru berbalik mendukung mahasiswa dan meninggalkannya. Bahkan Ketua MPR/DPR Harmoko yang sebelumnya paling lantang meminta Soeharto melanjutkan lagi jabatannya sebagai Presiden tiba-tiba berubah. Saat itu, Harmoko dengan tegas meminta Soeharto turun.

Sebuah keputusan tak terduga datang. Tanggal 21 Mei 1998, Soeharto memutuskan mengundurkan diri sebagai Presiden. Dari saat itulah hingga kini, Indonesia memasuki babak baru bernama Reformasi.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)

Perjalanan Bapak H.M Soeharto

Liputan6.com, Bantul: Di Desa Kemusuk, wilayah Godean, Bantul, sekitar 15 kilometer sebelah barat Kota Yogyakarta, Soeharto dilahirkan pada 8 Juni 1921. Ia adalah anak tunggal pasangan Sukirah dan Kertosudiro. Sehari-hari, ayah Soeharto bekerja sebagai pejabat irigasi (ulu-ulu), yang bertanggung jawab membagi air irigasi di berbagai sawah di desa tersebut.

Rumah tempat Soeharto dilahirkan dulunya berdinding bambu. Selain di rumah tersebut, masa kecil Soeharto diwarnai beberapa kali pindah tempat di sejumlah rumah kerabatnya di luar Dusun Kemusuk. Boleh dibilang, hampir tak ada yang istimewa dalam masa kecil dan remaja Soeharto. Pertama, duduk di bangku sekolah menengah pertama pada usia 19 tahun.

Selanjutnya Soeharto masuk Sekolah Bintara KNIL (tentara era Pemerintah Kolonial Hindia Belanda) di Gombong, Jawa Tengah, sebelah barat Yogyakarta. Inilah awal karier militer Soeharto yang kelak mendominasi kehidupannya.

Ketika berusia sekitar 26 tahun atau saat berpangkat letnan kolonel, Soeharto menikah dengan Raden Ayu Siti Hartinah--yang kelak populer dengan panggilan Ibu Tien. Siti Hartinah adalah putri Soemoharyomo, seorang wedana di Solo.

Titik penting perjalanan Soeharto tampaknya dimulai pada 11 Maret 1949. Ketika itu Brigade X/Wehrkreise III yang dipimpin Letkol Soeharto menyerang dan berhasil menduduki Kota Yogyakarta selama enam jam. Peristiwa ini dalam lembaran sejarah, terutama yang ditulis pada era Orde Baru, disebut-sebut sebagai Serangan Umum 1 Maret. Serangan itu membuktikan bahwa Republik Indonesia masih ada.

Karier militer Soeharto kemudian menanjak pada 1 Januari 1960. Pria asal Kemusuk itu dipromosikan menjadi brigadir jenderal. Dan setahun kemudian Soeharto ditunjuk sebagai Komandan Komando Cadangan dan Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad). Tahun berikutnya Soeharto terpilih sebagai Komandan Mandala untuk pembebasan Irian Barat (Papua) dari cengkeraman Belanda. Ia pun dipromosikan menjadi mayor jenderal.

Langkah Soeharto menuju tampuk kekuasaan ditandai dengan pemberontakan Gerakan 30 September 1965 (versi pemerintah menyebutkan G30S/PKI--Red.). Kala itu terjadi percobaan kudeta yang dipimpin Letnan Kolonel Untung, Komandan Batalyon I Resimen Cakrabirawa yang bertugas sebagai pasukan pengawal istana. Buat memuluskan gerakan kudetanya, Untung dan pasukannya menculik enam jenderal dan seorang letnan satu, ajudan Jenderal Abdul Haris Nasution. Semua korban penculikan itu kemudian dibunuh dan dikuburkan di sebuah lubang di kawasan Lobang Buaya, Jakarta Timur--daerah pinggiran Bandar Udara Halim Perdanakusuma.

Menghadapi kudeta itu, Soeharto berhasil mengkonsolidasikan TNI AD sekaligus meredam upaya perebutan kekuasaan negara. Dengan memegang Surat Perintah 11 Maret alias Supersemar, Soeharto akhirnya mengumumkan pembubaran Partai Komunis Indonesia dan menyatakannya sebagai partai atau organisasi terlarang.

Setahun kemudian, tepatnya tanggal 22 Februari 1967, Soeharto selaku pemegang Ketetapan MPRS Nomor XXXI Tahun 1967 menerima penyerahan kekuasaan pemerintahan dari Presiden Soekarno. Dalam jangka waktu sekitar sebulan, yakni tanggal 7 Maret 1967, melalui Sidang Istimewa MPRS, Soeharto ditunjuk sebagai pejabat presiden. Seminggu kemudian Soeharto dilantik menjadi presiden kedua Republik Indonesia.

Adapun dalam mengisi waktu luangnya, Soeharto yang dianugerahi gelar Jenderal Besar TNI itu senang merawat burung beo peliharaannya. Ada suara khas dari beo tersebut, yakni burung itu dapat mengucapkan "Pak Presiden Soeharto". Dan kini, Smiling General yang memang terkenal dengan senyum khasnya itu telah meninggalkan rakyat Indonesia. Pak Harto--demikian banyak orang kerap menyapanya--meninggalkan enam anak dan beberapa cucu. Selamat jalan Pak Harto.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)

wafatnya Bapak H.M Soeharto

Liputan6.com, Jakarta: Kabar wafatnya mantan Presiden Soeharto di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan, Ahad (27/1), sontak merebut perhatian berbagai kalangan di dalam maupun luar negeri. Siang hingga kemarin malam para pelayat mengalir menuju rumah duka di Jalan Cendana, Menteng, Jakarta Pusat. Mereka terdiri dari para pejabat, tokoh, mantan pejabat, hingga warga. Memang, ucapan belasungkawa secara langsung maupun karangan bunga silih berganti berdatangan. Pemerintah pun menginstruksikan pengibaran bendera Merah Putih setengah tiang selama tujuh hari hingga 2 Februari mendatang.

Meninggalnya presiden kedua RI itu setelah menjalani perawatan selama 24 hari itu pun ditanggapi berbagai kalangan masyarakat. Termasuk komentar dari sejumlah mantan menteri dan politisi. Mereka umumnya menyatakan turut belasungkawa atas meninggalnya mantan pemimpin negeri ini. Di antara bekas pejabat yang menyatakan dukacita mendalam adalah mantan Menteri Luar Negeri Ali Alatas dan mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier. Keduanya adalah pejabat pada era Orde Baru.

Tak hanya mantan pejabat. Banyak politikus partai yang melayat dan memberikan ucapan dukacita mendalam secara langsung kepada keluarga Cendana. Pramono Anung, misalnya. Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan datang bersama Puan Maharani--anak Megawati--atas perintah Megawati Sukarnoputri yang berhalangan lantaran sedang berada di luar negeri.

Adapun politisi Partai Golongan Karya Theo L. Sambuaga yang juga melayat ke Cendana meminta supaya pemerintah menutup kasus Pak Harto. Sementara Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mewakili warga Ibu Kota mengucapkan belasungkawa. Fauzi mengaku banyak mendapat bimbingan dari Soeharto.

Sebagai orang yang pernah memimpin bangsa ini selama 32 tahun, wafatnya Pak Harto--demikian ia kerap disapa--mendapat beragam tanggapan dari sebagian warga Jakarta. Ada yang menilai sosok penguasa era Orde Baru memiliki banyak masalah. Ada pula yang memandang saat Soeharto berkuasa kehidupan perekonomian lebih baik dibanding sekarang. Alasannya, saat ini harga berbagai kebutuhan pokok justru melambung.

Sementara sejumlah mahasiswa mengakui Bapak Pembangunan itu memang berjasa dalam pembangunan ekonomi negara. Hanya saja, mereka mereka menilai ada sejumlah keburukan saat Soeharto berkuasa. Sedangkan di mata sejumlah karyawan swasta maupun pegawai negeri, kepemimpinan Jenderal Besar TNI itu sangat baik. Salah satunya dapat memberikan kepastian kepada bawahannya.

Sosok Pak Harto memang tak dapat dipisahkan begitu saja dari kehidupan dan ingatan setiap orang, terlebih saat dikaitkan dengan 32 tahun masa kepemimpinannya. Wafatnya Soeharto juga diiringi peringatan tujuh hari berkabung nasional. Di Jakarta, sejak kemarin hingga pagi ini, pengibaran bendera setengah tiang pun dilakukan di beberapa tempat. Seperti di sekitar Jalan Cendana dan perkantoran di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)

26 Januari 2008


26 Januari 2008…

Sebuah hari yang indah…kalimat yang indah meluncur di siang hari yang lumayan panas itu..ya..sebuah kalimat yang telah sangat gue nantikan dari seorang cewek paling pinter yang udah gue kenal…

Aduh gue lupa tuh jam berapa ya, tapi kira-kira antara jam 13.00 – 15.00, wong habis tu gue disuruh jemput adik gue ko’..

Sungguh kagak bisa dibayangin deh senengnya perasaan gue saat itu
Kalimat yang gue harepin sebagai pembuktian bahwa dia emang bener2 serius ma pa yang pernah dia katakan, di kirimkan melalui email ataupun sms.

Kurang lebihnya tuh dia ngomong gini "iya mas Andhika, Q sayang ma mas Andhika", uffhh, bener2 lega banget, seneng banget, wah pokoknya campur aduk deh…pokoke seneng buangeettt…..

Akhirnya gue bisa menata hati, untuk tak berpindah ke lain hati, untuk meneguhkan hidup gue ini kembali, setelah sekian lama gue pernah jatuh karena rasa sayang gue dan gue harap dan berdoa semoga memang semua itu tak terulang kembali…

Wah, kali ini gue kagak bisa nulis banyak deh, yang jelas gue seneng banget, dan gue kan berusaha tuk menjaga semua ini

26 Januari 2008, it was my great day…

LUV U so Much….

Monday, 21 January 2008

Mukanya CABI banggetZZZ...

he32x...lucu banget khan!!!gemesin banget tau..
ya ini sodara sepupu gw dari bule' gw yang ada di Klaten, sumpe de..ni pade lucu banget pokoknya, ahh, pokoknye ngangenin dah,
yang kecil tu(namanye Yona), trus yang sebelah kanan (kakaknye) namanye Daffa.
ah..kagak bisa dikomentari banyak deh, yang jelas mereka LUTcu banget!!!

Tuesday, 15 January 2008

Global Warming

Pada tanggal 5 Juni 2007, negara-negara seluruh dunia umumnya memperingatnya sebagai Hari Lingkungan Hidup. Pemanasan global yang berakibat pada perubahan iklim (climate change) belum menjadi mengedepan dalam kesadaran multipihak. Pemanasan global (global warming) telah menjadi sorotan utama berbagai masyarakat dunia, terutama negara yang mengalami industrialisasi dan pola konsumsi tinggi (gaya hidup konsumtif). Tidak banyak memang yang memahami dan peduli pada isu perubahan iklim. Sebab banyak yang mengatakan, memang dampak lingkungan itu biasanya terjadi secara akumulatif. Pada titik inilah masalah lingkungan sering dianggap tidak penting oleh banyak kalangan, utamanya penerima mandat kekuasaan dalam membuat kebijakan.Perubahan iklim akibat pemanasan global (global warming), pemicu utamanya adalah meningkatnya emisi karbon, akibat penggunaan energi fosil (bahan bakar minyak, batubara dan sejenisnya, yang tidak dapat diperbarui). Penghasil terbesarnya adalah negeri-negeri industri seperti Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Kanada, Jepang, China, dll. Ini diakibatkan oleh pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat negera-negara utara yang 10 kali lipat lebih tinggi dari penduduk negara selatan. Untuk negara-negara berkembang meski tidak besar, ikut juga berkontribusi dengan skenario pembangunan yang mengacu pada pertumbuhan. Memacu industrilisme dan meningkatnya pola konsumsi tentunya, meski tak setinggi negara utara. Industri penghasil karbon terbesar di negeri berkembang seperti Indonesia adalah perusahaan tambang (migas, batubara dan yang terutama berbahan baku fosil). Selain kerusakan hutan Indonesia yang tahun ini tercatat pada rekor dunia ”Guinnes Record Of Book” sebagai negara tercepatyang rusak hutannya.Menurut temuan Intergovermental Panel and Climate Change (IPCC). Sebuah lembaga panel internasional yang beranggotakan lebih dari 100 negara di seluruh dunia. Sebuah lembaga dibawah PBB, tetapi kuasanya melebihi PBB. Menyatakan pada tahun 2005 terjadi peningkatan suhu di dunia 0,6-0,70 sedangkan di Asia lebih tinggi, yaitu 10. selanjutnya adalah ketersediaan air di negeri-negeri tropis berkurang 10-30 persen dan melelehnya Gleser (gunung es) di Himalaya dan Kutub Selatan. Secara general yang juga dirasakan oleh seluruh dunia saat ini adalah makin panjangnya musim panas dan makin pendeknya musim hujan, selain itu makin maraknya badai dan banjir di kota-kota besar (el Nino) di seluruh dunia. Serta meningkatnya cuaca secara ekstrem, yang tentunya sangat dirasakan di negara-negara tropis. Jika ini kita kaitkan dengan wilayah Indonesia tentu sangat terasa, begitu juga dengan kota-kota yang dulunya dikenal sejuk dan dingin makin hari makin panas saja. Contohnya di Jawa Timurbisa kita rasakan adalah Kota Malang, Kota Batu, Kawasan Prigen Pasuruan di Lereng Gunung Welirang dan sekitarnya, juga kawasan kaki Gunung Semeru. Atau kota-kota lain seperti Bogor Jawa Barat, Ruteng Nusa Tenggara, adalah daerah yang dulunya dikenal dingin tetapi sekarang tidak lagi. Meningkatnya suhu ini, ternyata telah menimbulkan makin banyaknya wabah penyakit endemik “lama dan baru” yang merata dan terus bermunculan; seperti leptospirosis, demam berdarah, diare, malaria. Padahal penyakit-penyakit seperti malaria, demam berdarah dan diare adalah penyakit lama yang seharusnya sudah lewat dan mampu ditangani dan kini telah mengakibatkan ribuan orang terinfeksi dan meninggal. Selain itu, ratusan desa di pesisir Jatim terancam tenggelam akibat naiknya permukaan air laut, indikatornya serasa makin dekat saja jika kita tengok naiknya gelombang pasang di minggu ketiga bulan Mei 2007 kemarin. Mulai dari Pantai Kenjeran, Pantai Popoh Tulungagung, Ngeliyep Malang dan pantai lain di pulau-pulau di Indonesia.Untuk negara-negara lain meningkatnya permukaan air laut bisa dilihat dengan makin tingginya ombak di pantai-pantai Asia dan Afrika. Apalagi hal itu di tambah dengan melelehnya gleser di gunung Himalaya Tibet dan di kutub utara. Di sinyalir oleh IPCC hal ini berkontribusi langsung meningkatkan permukaan air laut setinggi 4-6 meter. Dan jika benar-benar meleleh semuanya maka akan meningkatkan permukaan air laut setinggi 7 meter pada tahun 2012. Dan pada 30 tahun kedepan tentu ini bisa mengancam kehidupan pesisir dan kelangkaan pangan yang luar biasa, akibat berubahnya iklim yang sudah bisa kita rasakan sekarang dengan musim hujan yang makin pendek sementara kemarau semakin panjang. Hingga gagal panen selain soal hama, tetapi akibat kekuarangan air di tanaman para ibu-bapak petani banyak yang gagal.Lantas dengan situasi sedemikian rupa apa yang dibutuhkan oleh dunia kecil “lokal” dan kita sebagai individu penghuni planet bumi? Yang dibutuhkan adalah REVOLUSI GAYA HIDUP, sebab dengan demikian akan mengurangi penggunaan energi baik listrik, bahan bakar, air yang memang menjadi sumber utama makin berkurangnya sumber kehidupan. Selain itu perlunya melahirkan konsesus yang membawa komitmen dari semua negara untuk menegakkan keadilan iklim. Seperti yang sudah dilakukan oleh Australia yang mempunyai instrumen keadilan iklim, melalui penegakan keadilan iklim dengan membentuk pengadilan iklim. Dimana sebuah instrumen yang mengacu pada isi Protokol Kyoto yang menekankan kewajiban pada negara-negara Utara untuk membayar dari hasil pembuangan emisi karbon mereka untuk perbaikan mutu lingkungan hidup bagi negara-negara Selatan. Dalam praktek yang lain saatnya kita mulai menggunakan energi bahan bakar alternatif yang tidak hanya dari bahan energi fosil, misalnya untuk kebutuhan memasak. Menggunakan energi biogas (gas dari kotoran ternak) seperti yang dilakukan komunitas merah putih di Kota Batu. Desentraliasasi energi memang harus dilakukan agar menghantarkan kita pada kedaulatan energi dan melepas ketergantungan pada sentralisasi energi yang pada akhirnya harganya pun makin mahal saja. Sedangkan untuk para pengambil kebijakan harusnya mengeluarkan policy yang jelas orientasinya untuk mengurangi pemanasan global. Misalnya menetapkan jeda tebang hutan di seluruh Indonesia agar tidak mengalami kepunahan dan wilayah kita makin panas. Menghentikan pertambangan mineral dan batubara seperti di Papua, Kalimantan, Sulawesi, hal ini bisa dilakukan dengan bertahap mulai dari meninjau ulang kontrak karyanya terlebih dahulu. Selanjutnya kebijakan progressive dengan mempraktekkan secara nyata jeda tebang dan kedaulatan energi harus dilakukan jika kita tidak mau menjadi kontributor utama pemanasan global.Iklim memang mengisi ruang hidup kita baik secara individu maupun sosial, maka tidak mungkin menegakkan keadilan iklim tanpa melibatkan kesadaran dan komitmen semua pihak. Bahwa tidak bisa dibantah, kita hidup dalam ekosistem dunia “perahu” yang sama, sehingga jika ada bagian yang bocor dan tidak seimbang, sebenarya ini merupakan ancaman bagi seluruh isi perahu dan penumpangnya. Maka merevolusi gaya hidup kita untuk tidak makin konsumtif sangat mendasar dilakukan sekarang juga oleh seluruh umat manusia. Sebab dengan begitu kita bisa menempatkan apa yang kita butuhkan bisa ditunda tidak, yang harus kita beli membawa manfaat atau tidak dan apakah yang kita beli bisa digantikan oleh barang yang lain yang ramah lingkungan? Ini semua adalah cerminan bagi mereka yang berusaha dan sadar sepenuh hati demi keberlanjutan kehidupan sosial (sustainable society) yang berkeadilan secara sosial, budaya, ekologis dan ekonomi. Inilah tindakan nyata untuk meraih kedaulatan energi dan melepaskan ketergantungan terhadap energi fosil yang sekarang telah dikuasai oleh korporasi modal. Sekarang siapapun bisa memilih, mau jadi kontributor pemanasan global yang berdampak pada perubahan iklim dan suhu yang makin panas? Atau mau menjadi bagian dari pelaku ”penyejukan global” dengan mengubah pola konsumsi dan gaya hidup dari sekarang juga? Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Mari bertindak nyata untuk masa depan bersama.
Jakarta, 14 Oktober 2002 - "Indonesia sebagai negara kepulauan merupakan negara yang sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim. Untuk itu pemerintah dan seluruh penduduk Indonesia harus segera mewaspadai hal ini dan menentukan langkah-langkah strategis untuk menanggulanginya," ujar Agus P. Sari, Direktur Eksekutif Pelangi.
"Kerugian yang harus ditanggung seluruh masyarakat Indonesia pada tahun 2070 akibat dampak perubahan iklim adalah sebesar 10 rupiah dari setiap 100 rupiah pendapatan penduduk Indonesia,"tandas Agus.
Jika Indonesia tidak melakukan tindakan apapun, maka bencana yang akan dialami oleh penduduk Indonesia sebagai akibat dari fenomena perubahan iklim, antara lain:
Krisis air bersih perkotaan yang saat ini sebenarnya sudah mulai dialami, khususnya di Jakarta. Hal ini disebabkan terutama karena adanya perubahan pola curah hujan sebagai salah satu dampak dari perubahan iklim, dimana frekuensi curah hujan menjadi sangat tidak menentu. Sehingga persediaan air tanah, khususnya di Jakarta, semakin menipis. Selain itu kenaikan permukaan air laut juga menjadi salah satu penyebab terjadinya krisis air bersih. Intrusi air laut yang semakin meluas, akan semakin memperburuk kondisi air tanah di perkotaan. Hal ini menyebabkan penduduk Jakarta tidak lagi dapat bergantung pada air tanah sebagai sumber air bersih.
Kerawanan pangan sebagai akibat dari menurunnya produktivitas pertanian. Perubahan suhu dan pola hujan akan mengurangi produktivitas pertanian. Naiknya curah hujan akan mempercepat erosi tanah, sehingga mengurangi hasil dari tanaman dataran tinggi. Selain itu musim kemarau panjang dan banjir juga menjadi penyebab utama terjadinya gagal panen. Jika pemerintah tidak melakukan tindakan pencegahan, maka diperkirakan akan terjadi penurunan produksi beras sebesar 1% tiap tahunnya.
Meningkatnya frekuensi penyakit yang ditularkan oleh nyamuk. Sebuah model analisis penyakit menular menunjukkan bahwa kasus malaria di Indonesia akan meningkat dari 2,705 kasus di tahun 1989 menjadi 3,246 kasus di tahun 2070. Sementara kasus demam berdarah akan meningkat lebih dari 4 kali, yaitu dari 6 kasus menjadi 26 kasus per 10,000 orang.
Perubahan pola curah hujan (presipitasi) yang sangat signifikan, hal ini akan menyebabkan sebagian bumi menjadi lebih basah dan sebagian lainnya menjadi lebih kering. Perubahan pola curah hujan akan mempengaruhi jumlah air yang bisa diserap oleh bumi. Hal ini disebabkan karena curah hujan akan semakin tinggi yang akan menyebabkan naiknya debit banjir dan air permukaan. Otomatis hal ini akan mengurangi kemampuan air untuk menyerap kedalam tanah, sehingga banjir akan lebih sering terjadi.
Meningkatnya permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub akibat meningkatnya suhu di permukaan bumi akan meningkatkan volume air laut secara global. Hal ini akan sangat berdampak pada negara-negara kepulauan dan negara yang terletak di pesisir pantai.
Pada tahun 2070, di Indonesia akan terjadi kenaikan permukaan air laut setinggi 60 cm. Bagi penduduk daerah pantai, ini menjadi ancaman bagi seluruh aspek kehidupan. Tempat tinggal mereka terancam banjir, sementara penghasilan mereka (baik sebagai nelayan maupun dari sektor pariwisata) terancam oleh perubahan gelombang pasang. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Pelangi dan hasilnya diterbitkan oleh Asian Development Bank (ADB) memperkirakan bahwa jika keadaan terus begini maka pada tahun 2070 sekitar 800.000 rumah di tepi pantai harus dipindahkan atau diperbaiki, yang secara total akan menghabiskan dana sekitar 30 milyar rupiah. Naiknya permukaan air laut bukan hanya memperngaruhi mereka yang tinggal di tepi pantai, melainkan juga bagi mereka di kota – khususnya kota Jakarta.
Rusaknya infrastruktur daerah tepi pantai. Indonesia akan kehilangan sekitar 1.000 km jalan dan 5 pelabuhan lautnya akibat kenaikan muka air laut. Selain itu infrastruktur lain disekeliling pantai perlu direhabilitasi dan ditinggikan. Semua ini diperkirakan akan mengambil biaya 42 milyar rupiah setiap tahunnya. Belum lagi ditambah kerugian dalam sektor pariwisata sebesar 4 milyar rupiah pertahun.
Beberapa jenis keanekaragaman hayati terancam punah akibat perubahan iklim. Pergerakan zona iklim akan menyebabkan perubahan pada komposisi dan penyebaran geografis ekosistem. Setiap individu harus beradaptasi pada perubahan yang terjadi, sementara habitatnya akan terdegradasi. Spesies yang tidak dapat beradaptasi akan punah.
Perubahan iklim juga menyebabkan matinya terumbu-terumbu karang akibat adanya peningkatan temperatur laut walau hanya sebesar 2-3oC. Peningkatan temperatur akan menyebabkan alga yang tumbuh pada terumbu karang akan mati. Matinya alga yang merupakan makanan dan pemberi warna pada terumbu karang, pada akhirnya juga akan menyebabkan matinya terumbu karang sehingga warnanya berubah menjadi putih.
"Negara berkembang dianggap sangat rentan terhadap perubahan iklim karena kemampuannya yang rendah dalam melakukan adaptasi terhadap perubahan iklim, baik dari segi keuangan maupun kelembagaan, terutama dalam hal pembuatan kebijakan yang berhubungan dengan perubahan iklim dan adaptasi,"jelas Agus.
Pelangi mengusulkan beberapa langkah strategis yang harus dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dalam melakukan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim, antara lain:
1. Melakukan upaya-upaya pencegahan agar perubahan iklim dapat diperlambat sehingga
dampaknya tidak terlalu ekstrem.
2. Melakukan manajemen terhadap dampak perubahan iklim yang telah terjadi.
3. Melakukan pemberdayaan masyarakat agar dapat beradaptasi terhadap dampak
perubahan iklim.
4. Melakukan perencanaan dan persiapan terhadap bencana-bencana yang akan terjadi,
termasuk di dalamnya sistem peringatan dini.
5. Tiap lembaga pemerintahan yang berkaitan dengan dampak perubahan iklim harus
bersinergi untuk membuat sebuah rencana atau kebijakan strategis.

Selama 10 hari, pada 3-14 Desember, mata dunia tertuju ke Nusa Dua, Bali. Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tentang Perubahan Iklim Dunia. Isu utama KTT adalah menyelamatkan dunia dari bahaya perubahan iklim (climate change) akibat pemanasan global (global warming). Akankah KTT ini menjadi ajang penyelamatan bumi dari kekacauan iklim? Akankah sejarah baru diukir di Bali? Ataukah KTT tersebut hanya akan (kembali) jadi ajang unjuk gigi kepongahan negara-negara kaya dengan memperdagangkan nasib manusia lewat transaksi dagang karbon?
Perkembangan baru dari arena KTT yang patut diacungi jempol adalah sikap Kevin Ruud, perdana menteri Australia pengganti John Howard, telah meratifikasi Protokol Kyoto. Protokol Kyoto telah ditandatangani 175 negara. Protokol ini menentukan target dan jadwal penurunan gas rumah kaca (GRK) bagi negara industri dan negara dalam ekonomi transisi sebesar 5,2 persen dari tingkat emisi GRK tahun 1990. Target itu harus dicapai hingga 2012. KTT di Bali diharapkan menghasilkan pengganti Protokol Kyoto.
Target tersebut bukan pekerjaan ringan. Sejauh ini, antara negara-negara maju dan negara-negara berkembang masih terlibat saling tuding. Negara-negara kaya penyembur utama emisi GRK menyeret Cina dan India masuk dalam Annex I bersama-sama negara maju. Alasannya, dengan penduduk yang besar, Cina dan India merupakan penyumbang utama emisi GRK. Sebaliknya, negara-negara miskin dan berkembang menuding justru negara majulah penghasil utama GRK dunia. Jejak ekologis kemakmuran negara-negara Utara adalah potret paling jelas dari model pembangunan global yang merusak, serta mempertahankan pasokan bahan mentah dan buruh murah dari negara berkembang.
Hasil model pembangunan tersebut berwujud rusaknya wilayah sosio-ekologis negara-negara Selatan untuk melayani gaya hidup boros dan konsumsi tak terkendali dari negara-negara Utara. Perdagangan karbon lewat mekanisme pembangunan bersih (Clean Development Mechanisme/CDM) sebagai tempat bertemunya kepentingan negara kaya dan negara miskin sama sekali tidak menjawab persoalan. CDM justru memberi tiket kepada negara maju terus menyemburkan karbon dan mencemari atmosfer sepanjang bisa membeli hak emisi pihak lain. Jika semula tanah, kini justru atmosfer yang diprivatisasi.
Perdagangan karbon yang mendominasi perudingan dalam beberapa konferensi para pihak, COP, sebelumnya adalah hasil lobi korporasi transnasional, TNCs, yang di belakangnya adalah industri-industri ekstraksi, termasuk Bank Dunia. Kalkulasi untung-rugi dalam bisnis telah mensubordinasi isu lingkungan. Kuatnya lobi pelaku bisnis (TNCs) dan pejabat pemerintah negara maju di semua proses perundingan untuk mengamankan kepentingan bisnis jangka pendek mereka, serta-merta mementahkan kesepakatan penyelamatan dunia.
Kealpaan fatalKesalahan terbesar berbagai kesepakatan tentang penyelamatan lingkungan atas pembangunan ekonomi adalah kealpaan memasukkan pengaturan dunia usaha, institusi keuangan, dan TNCs. Padahal, institusi-institusi itu paling bertanggung jawab atas timbulnya polusi, pemanasan global, dan pengurasan sumber daya di seluruh dunia, serta memiliki andil yang besar pada munculnya pola-pola konsumsi sesaat dan budaya konsumtif.
Ada beberapa bukti yang menunjukkan TNCs adalah pelaku utama kerusakan lingkungan. Pertama, aktivitas TNCs menyumbang lebih dari separuh gas rumah kaca yang disemburkan sektor-sektor industri. Kedua, TNCs secara riil memiliki kontrol khusus atas produksi dan penggunaan CFC (chlorofluorokarbon) dan senyawa-senyawa kimia terkait yang merusak ozon.Ketiga, di sektor pertambangan, TNCs masih mendominasi industri-industri kunci dan terus mengintensifkan aktivitas mereka. Di tambang aluminium, TNCs mengontrol 63 persen dari seluruh kapasitas pertambangan. Di bidang pertanian, TNCs mengontrol 80 persen tanah di seluruh dunia yang diolah untuk tanaman ekspor. Keempat, TNCs adalah penyebar utama sistem produksi tidak ramah lingkungan, juga produk-produk dan bahan-bahan yang berbahaya bagi dunia ketiga. Kelima, TNCs mendominasi perdagangan sumber daya alam dan komoditas, yang berandil pada degradasi hutan, air dan sumber daya kelautan, limbah beracun dan produk berbahaya (Khor, 2003).
Setelah KTT Bumi Rio de Janerio, Brazil, pada 1992, paradigma pembangunan berkelanjutan tersaingi, bahkan kalah oleh paradigma globalisasi. Pengaturan TNCs dan bisnis kian memburuk. Upaya menyelesaikan kode etik bagi TNCs secara formal terhenti pada 1993. Sedangkan badan yang bertanggung jawab tentang hal itu, yakni The UN Centre on TNCs, dibubarkan. Arus balik justru kian kuat, yakni kecenderungan menghilangkan peraturan demi peraturan yang dibuat pemerintah guna mengatur perusahaan.
Di saat yang sama, kekuatan, lobi, dan kedekatannya dengan organisasi multilateral, membuat TNCs diberi hak dan kekuasaan yang kian besar. Kewenangan negara untuk mengontrol praktik dan perilaku perusahaan dikurangi, bahkan dihilangkan. Itu pun belum cukup. Untuk menyelamatkan bumi, para pihak di Bali setidaknya harus bisa menjawab lima pertanyaan berikut.
Pertama, bagaimana mengubah secara struktural modal produksi dan konsumsi atau gaya hidup negara-negara maju? Kedua, bagaimana menata ulang korporasi agar mereka menghentikan aktivitas-aktivitas yang membahayakan lingkungan, kesehatan dan pembangunan?Ketiga, bagaimana mengembangkan model-model pembangunan yang berkeadilan sosial maupun yang berwawasan lingkungan di negara-negara berkembang? Keempat, bagaimana melakukan penyesuaian struktural institusi-institusi ekonomi dunia, sehingga dapat mengarah pada pembentukan nilai perdagangan yang adil, dan mengubah pola aliran sumber daya keuangan antara negara-negara maju dan berkembang? Kelima, bagaimana mengupayakan distribusi pembagian beban yang adil atas beban penyesuaian yang diperlukan sesuai tuntutan lingkungan, baik antarnegara maupun dalam negara?

cerita dari Mas Guntur

Di sebuah desa ada sorg ibu yg sdh tuhdp b2 dgn ank satu2nya.Sang ibu srgmrasa sdh krn tabiat anknya yg sgtburuk..suka mencuri.Namun bgtu,sang ibuslalu berdoa agar anknya taubat & sdrats pbuatannya.Suatu hari, si anak kmbli mencuri disbuah desa, namun malang, ia tertangkapoleh penduduk, lalu ia dibawa kpngadilan utk diadili. setelahditimbang, hukumannya adalah..Hukumpancung!!!Pengumuman hukuan tsbtdsbarkan k sluruh desa, yg akandilaksanakan esok harinya di depanrakyat desa dan krajaan tepat saatlonceng kerajaan berdentang pukul 6 pagi.Berita itupn sampai d tlinga ibunya,iamnangis mratapi ank yg sgtdcintainya,sambil bdoa kpd ALLAH SWT.Dgn tertatih2 ibu tsbt mndatangi rajadan mmohon agar anaknya d bebaskan. Tapikeputusan sdh bulat, sang anak harusmjalani hukuman itu. Dgn hati hancur, siibu kmbli krmh.Keesokan harinya, dtmpt yg sdh dtntukan,rakyat bbondong2 utk mnyaksikan hukumanpancung tsbt. Algojo sdh siap dgnpncungnya, dan si anak sdh pasrahmnantikan ajalnya. Terbayang di mata sianak, wajah sang ibunya yg sdh tua,tanpa trasa, ia menangis mnyesalipbuatannya.Detik2 yg dinantikan akhirnya tiba.Sampai pada wkt yg ditentukan, loncengkrajaan blum jg brdentang. Suasana mulaibrisik,sdh lwat sepuluh mnit dr wktunya.Akhirnya didatangilah ptugas ygmembunyikan lonceng di krajaan. Penjagayg mbunyikan lonceng tsbt jg mngakuheran, krn sdh dari tadi dia mnariklonceng, tapi suara dentangnya tidakterdengar.Ketika mereka sedang terheran2. TIBA2 DRTALI YG D PEGANGNYA UTK MBUNYIKANLONCENG MNGALIR DARAH...Darah tsbutdtgnya dari atas, brasal dr tmpat dmanalonceng diikat. Dengan jantungberdebar2, sluruh rakyat mnantikan saatbbraa org naik ke atas mnylidiki sumberdarah itu.TAHUKAH APA YG TERJADI?...TERNYATA DI DALAM LONCENG BESAR ITUDITEMUI TUBUH SI IBU TUA DENGAN KEPALAHANCUR BERLUMURAN DARAH. DIA MEMELUKBANDUL DI DALAM LONCENG YG MENGAKIBATKANLONCENG TIDAK BERBUNYI, SBAGAI GANTINYAKEPALANYA YANG TERBENTUR KE DINDINGLONCENG...Seluruh org yg mnyaksikan kjadiantersebut ttunduk dan meneteskan airmata.Sementara si anak meraung2 memeluk tubuhibunya yg sdh dturunkan. Dia mnyesalidirinya yg slalu mnyusahkan ibunya.Tnyata malam sebelumnya si ibu dgn susahpayah memanjat k atas dan mngikatdirinya di lonceng tersebut sertamemeluk besi di dalam lonceng, utkmhindari hukuman pancung anaknya...Sungguh cinta ibu kpada anaknya hinggaakhir hayatnya...SUBHANALLAH...

Monday, 14 January 2008

nulis lagi...

Lama banget gue kagak nulis di blog ini..
Yah..setelah lulus kuliah gue bener2 konsentrasi ma job hunt, ya tau sendiri lah gimana susahnya cari ekrja jaman sekarang. Tapi kalo boleh gue ngomong sebenarnya carinya tuh kagak susah, nah yang bikin susah tuh saking banyaknya yang nyari gawean nah trus yang nyediain pekerjaan tuh paling Cuma secuil aja, yah ibaratnya kayak semut gitu yang lagi ngerubungin secuil permen yang udah terlindas truk tronton, yah teu sendiri khan gimana gambarannya. Tapi semut sih bisa adil, tuh permen bisa dibagiin rata dan adil. Nah kalo kite2 kaum manusia, yah..boro2 dibagi buat sendiri aja kagak ada, kalo adapun manusia tuh lupa ma yang laen (kagak semuanya lho..)
Ya..gitu deh, jadi tiap2 gue akses internet gue Cuma fokus di jobstreet, karir, lowongankerjas, fedburner, cdc yah pokoknya seputaran itu tuh..
Ufh, udah 1 bulan gue lulus, udah berapa lamran gue kirim ya??ah, gue sih mikirnya kalo kite mo berusaha (doa juga donk) insyaAllah Dia pasti kasih jalan buat kita, entah apa tuh bentuknya tapi pasti ada!!nah, itu tuh yang bisa bikin gw semangat.
Oh, iya De’..Yessi pembaca blog ini, gue tuh ucapin makasih banget ma lu yang pernah bisa bangkitin semangat gue yang pernah sedikit nglokro gitu..
Para reader gue ceritaain sedikit tentang Yessi ye..dia tuh pinter (sisi akademis), cerewet, pokoknya yo nyebeli gitu, tapi anehnya di sisi nyebeli gitu dia tuh kadang (entah sengaja ato tidak) keluairn kata2 yang bisa bikin kite ngiri(eit, ngiti positif lho bro..) terus bakar semangat di diri kite. Gue akuin sih, gue pernah jatuh cinta ma dia, tapi gue sadar diri man, gue ini terlalu rendah buat jadi seorang yang menjadi pecintanya. Akhirnya gue ubah tuh konsep cinta. Cinta menurut gue adalah hasrat untuk memiliki. Akhirnya sedikit demi sedikit, gue convert tuh perasaan cinta menjadi secuil rasa sayang (cuilannya gede lho).
Buat De’ Yessi, santai aja De’..De’..kagak perlu repot2 nolak gue kalo suatu saat gue nembak lu, gue sadar ko’ siapa gue, dimana gue. Jadi emang mungkin gue cukup berdiri di sini aja, dengan perasaan sayang Q ma De’..(he..brur, menurut gue tuh yang namanya sayang tuh rela mengorbankan apa saja demi orang yang kita sayangi tanpa mengharapkan apa2, tulus gitu loh!!!}
Melihat De’..bisa bahagia dengan segala apa yang De’ lakuin tuh dah bikin Q tentrem, nyaman ko’, .
Okke..deh cukup dulu buat topik Yessi ya!!
Nah gini brur, berhubung gue nih lagi ribet, sibuk ma yang namany cari pekerjaan. Nah kalo2 ada info LOKER kasih teu gue ya..tar gaji pertama gue kasih ke lu dah..(ha456x...)
Ups..di samping jadi job hunter gue juga kursusin diri gue ke yang namanya ELTI, teu ELTI khan (wah, kalo kagka teu bener2 dah..)ya biar bisa ngomong ma pangeran Charles gitu, ato sama J. W. Bush gitu (ngimpi banget kagak ya??)
Kali ini gue kagak nulis puisi dulu ye, gue lagi kagak punye inspirasi ni..
Sobat blog, blog gw tuh gw bikin sederhana (tanpa shout up, perubahan temp,html, elemen halaman,etc)bukannya gw tuh kagak bisa, Cuma ya beginilah gue. Blog bisa mencerminkan pemiliknya kagak ya??ya pokoknya halaman blog ini sesederhana gue..
Bye sobat blog, pembaca, atopun siapa (dengan sengaja ato tidak yang telah membuka guebencieloe.blogspot.com gue ucapin banyak makasi.
Dan jujur gue kagak nyari apa2 dalam blog ini (kagak nyari duit yang ilang ato bahkan kambing yang ilang), tapi pure gue Cuma penegn luapin unek2 yang ada dalam etak gue..
Sekian terima kasih!!!

Tuesday, 8 January 2008

jerit seorang ibu

SEJAK saya masuk sekolah, dari TK, SD sampai SMP, hidup ini terasa begitu indah. Kalau saya sangat dimanja, mungkin benar. Konon ayah dan ibu dulu sangat mendambakan tangisan bayi buah pernikahan beliau berdua. Sulit sekali ibu saya menjadi seorang ibu. Wajar bila kemudian saya lahir disambut dengan kebahagiaan yang luar biasa. Saya lahir 26 tahun lalu, di Kota Angin, dengan anugrah sebaris nama, Mawar Kaniawangi. Saya selalu bahagia dimanjakan ayah dan ibu.
Di akhir SMP, barulah saya merasakan apa itu kesedihan. Pertama, hati sedih waktu bertepuk sebelah tangan mencintai teman sekolah. Kedua, saat kekasih menikahi wanita lain. Pertemuan saya dengan pria itu memang secara tidak sengaja, namun meninggalkan bekas yang dalam. Meski saya bersikap acuh tak acuh, ia ternyata jatuh hati pada pandangan pertama pada saya. Kesedihan ketiga, setelah lulus SLTA, sedianya saya akan bekerja di perusahaan paman, tetapi karena krisis moneter, batal. Saya sangat sedih. Kesedihan terus, bertambah, antara lain, saat saya tahu pacar memutuskan hubungan.
Keadaan itu, membuat saya tak ingin keluar rumah. Saya terus mengurung diri. Tampaknya ibu melihat keadaan itu. Ketika ayah mendapat rezeki berlebih, saya ditawari kuliah. Alangkah gembira hati ini. Tetapi karena kampus letaknya sangat jauh dari rumah, saya terpaksa tinggal kos di sebuah tempat yang dekat ke tempat kuliah. Meskipun pada mulanya hati sedih karena harus berjauhan dengan ibu, namun lama-lama jadi senang juga, setelah saya mulai banyak teman. Apalagi saat ospek saya bertemu dengan seorang jejaka yang tampan. Ia kepala regu kami. Mulainya kami biasa-biasa saja, tetapi lama-lama benih cinta bersemi di hati kami. Pada acara perpisahan, ia mencurahkan isi hatinya, tentang patah hati. Katanya mantan pacarnya mengkhianati dia. Saya mulai tertarik. Pada malam itulah kami mulai "jadian".
Semakin lama hubungan kami semakin mesra. Ibu tidak menyukai hubungan ini, karena beliau ingin melihat saya lulus menjadi sarjana dulu. Namun karena cinta sudah melekat, apa pun yang dikatakan Ibu tak pernah membuat saya menjauhinya. Akhirnya, kami melakukan perbuatan yang hanya boleh dilakukan oleh sepasang suami istri. Saya bingung ketika ternyata perbuatan itu membuahkan janin dalam perutku.
Ibu marah. Beliau tetap bersikukuh saya harus lulus dulu, biarlah bayi itu digugurkan saja, dan saya harus kembali ke rumah, tinggal bersama ibu. Namun pihak medis memberi tahu, bila bayi itu digugurkan bahaya untuk keselamatan saya. Akhirnya Ibu menyetujui saya dinikahi dia, dengan syarat, saya terus kuliah, bila sudah lulus baru boleh tinggal serumah. Dia boleh datang kapanpun semaunya, tetapi saya tidak boleh ikut suami yang kini tinggal di kota lain. Saya menerima syarat itu dengan sabar. Waktu terus berlalu, saya lulus, begitu juga dia. Kami sudah sama-sama menjadi sarjana. ibu memperbolehkan saya ikut suami, tetapi anak saya harus tetap dengan ibu. Saya ikhlas meski hati pedih harus berjauhan dengan buah hati yang sangat saya cintai.
Setelah tinggal serumah, barulah terasa mengapa selama ini ibu kurang menyetujui hubungan kami dulu. Ternyata setelah kami berumah tangga, sifat aslinya mulai tampak. Suami saya ternyata seorang pemarah. Tersinggung sedikit saja ia selalu marah, bahkan pernah memukul saya. Pertengkaran sering terjadi dengan masalah yang sama. Ia tak suka kalau saya pulang ke rumah ibu. Saya rindu pada anak anak dia juga), mengapa tak boleh menengoknya? Setiap saya mengajak pulang ke rumah ibu, setiap itu pula terjadi pertengkaran yang sering kali diakhiri dengan pukulan. Sampai pada suatu ketika, saya mengajaknya pulang untuk menengok anak kami. Kali ini dia benar-benar marah. Saya pergi ke tempat kerja. Tiba-tiba ia membawa barang-barang saya ke kantor dan seolah-olah menyuruh saya pergi. Alangkah malunya saya oleh rekan-rekan sekantor. Saya segera pulang. Setelah pamitan kepada mertua, saya pulang ke rumah ibu. Saya mencium kaki ibu, menangis tak tertahankan. Saya mohon maaf, karena selama ini sudah mencoreng beliau dengan aib, bukannya membalas budi ayah dan ibu dengan sesuatu yang membanggakan. Apalagi setelah tahu ternyata suami saya berselingkuh dengan wanita lain. Rupanya selama ini, dia bingung memilih, dan hal itu dilampiaskan dengan kemarahan. Ternyata ia memang sudah menikahi wanita itu. Mereka berhubungan saat kami hidup berjauhan beberapa tahun lalu. Saya baru mengerti, ternyata selama ini ia mencari-cari alasan, agar bisa menceraikan saya. Rupanya ia memilih wanita itu dan mencampakkan saya. Akhirnya rumah tangga kami tak bisa dipertahankan. Kami bercerai.
Bertahun-tahun saya terpuruk dalam kesedihan dan keputusasaan. Namun sekarang saya mulai sadar, anak membutuhkan kasih sayang dan perhatian. Saya mulai kembali bersemangat. Saya ingin bekerja lagi, agar punya uang untuk hidup kami. Saya juga ingin mempunyai pendamping lagi. Saya terus memohon kepada-Nya, agar segera dipertemukan dengan pria yang baik dan bertanggungjawab serta mau menerima saya apa adanya. Ya Tuhan, masih adakah pria untuk menjadi pendamping hidup hamba selamanya? Masih adakah cinta sejati yang Kau-peruntukkan bagi hamba? ***

ku rindu ibu

Di rembang petang ditaman yang indah
Kulihat kanak-kanak bermain berlari tertawa
Diiringi ayah dan ibu mereka sungguh gembira
Tapi aku sendirian dengan hati yang sayu
Aku tak pernah merasa itu semua di waktu aku sebaya

Sungguh ku terharu
Bila mengenang ibuku
Yang telah pergi jauh
Tiada kembali lagi

Kurasa kehilanganmu
Bagaikan gelap duniaku
Bila dikau telah tiada
Ku menumpang kasih

Kini kuterima
Kasih dan sayang dari dirinya
Sebagai penggantimu
Tempat ku mengadu

Derita yang kualami
Dapat jiwa kutenangi
Hati rindu masih terasa
Pada ibu kandungku

Dalam meningkat dewasa
Hidupku pernah dihina
Berkat hati yang tabah
Cita-cita menjadi nyata

Oh ibu kesayanganku
Terbayang kemesraanmu

Tangis dan jeritan batinku
Bila mengenang ibu

Oh ibu kau sanjunganku
Pemergianmu takdir yang menentukan
Apalah dayaku
Yang sering merindukan belaian kasih sayangmu