
Kala itu mentari menyambut pagi
Dengan iringan lagu merdu nan menari
Mataku terbuka menatap suasana
Indahnya dunia
Terpekik saat ku kembali pejamkan mata
Menatap dalam ke relung kegelapan
Saat aku menginjakkan sebuah masa
Masa lalu yang samar di mataku
Seorang sahabat berdiri memaku
Menangis pilu meraba hatiku
Rebahkan semua harapan yang ada dalam samudera masa depan
Tebarkan kesemuan penyesalan dalam sebuah harapan
Kematian telah membawanya pergi
Meniti semua rasa
Yang telah menghinggapi
Jiwa dan raganya
Terhempas jauh
Saat semua melempar rasa keluh
Yang tak sedikit memperderas arus peluh
Engkau gugur saat bunga tak layu
Engkau tiada saat semua terharu
Engkau pergi saat semua menanti
Engkau hilang saat semua tersenyum bangga padamu
Saat semua merekahkan senyum untukmu
Dengan iringan lagu merdu nan menari
Mataku terbuka menatap suasana
Indahnya dunia
Terpekik saat ku kembali pejamkan mata
Menatap dalam ke relung kegelapan
Saat aku menginjakkan sebuah masa
Masa lalu yang samar di mataku
Seorang sahabat berdiri memaku
Menangis pilu meraba hatiku
Rebahkan semua harapan yang ada dalam samudera masa depan
Tebarkan kesemuan penyesalan dalam sebuah harapan
Kematian telah membawanya pergi
Meniti semua rasa
Yang telah menghinggapi
Jiwa dan raganya
Terhempas jauh
Saat semua melempar rasa keluh
Yang tak sedikit memperderas arus peluh
Engkau gugur saat bunga tak layu
Engkau tiada saat semua terharu
Engkau pergi saat semua menanti
Engkau hilang saat semua tersenyum bangga padamu
Saat semua merekahkan senyum untukmu
1 comment:
ass.
katana suruh kasi komen yah? So far so gud ko', hee... kemripik yah?! keep writing ajah y Hunny! don't 4get, give tiz pathetic world Ur sweetest smile (hoho... g nyambung blazz!!!)
smangit yuaaa...
Wass.
Post a Comment