
Mungkin mendengar kata sedekah bukanlah sebauh hal yang asing lagi buat kita. Kata itu sering terdengar dari para ulama, rekan sejawat, guru dan media-media yang lainnya. Sedekah adalah menyisihkan sebagian milik kita untuk orang lain. Tak jarang pula kita mendengarkan betapa sangat bermafaatnya sedekah itu.
Dalam sebuah ayat dalam Surat Al Baqoroh menyebutkan bahwa:
"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan".
Dijelaskan dalam ayat tersebut bahwa setiap harta yang kita sedekahkan akan dikembalikan oleh Alloh SWT dengan nilai pengembalian yang berlipat-lipat. Mungkin secara analogi ilmiah atau secara rasional hal tersebut tidak bisa diperhitungkan. Bagaimana harta kita dikurangi melalui jalan non investasi (investasi dunia usaha) bisa dapat membuat kita untung, bahkan berlipat-lipat.
Ya, di sinilah letak kekuasaan Alloh SWT, dan Dia tidak akan pernah ingkar terhadap hamba Nya. Hal ini saya alami sendiri bagaimana sebuah keajaiban dari sedekah. Hal ini saya rasakan sejak dulu bersekolah. Untuk mengetes (sebenarnya tidak boleh dilakukan karena merupakan perbuatan meragukan kekuasaan Alloh) karena saat itu saya masih menggunakan rasionalitas dalam kehidupan ini. Satu bulan saya tidak sedekah dan satu bulan saya sedekah. Di bulan pertama saya tidak sedekah, memang semua seolah berjalan seperti biasa. Uang saku tetap mengalir seperti biasa dan jumlahnya pun tidak berkurang sedikitpun. Di situ saya masih mengambil kesimpulan bahwa, oh ternyata tidak ada pengaruhnya. Kemudian di bulan kedua, saya menyisihkan uang saku bahkan terkadang saya menggunakan uang saku seluruhnya (saat itu saya sudah mulai suka berpuasa)untuk bersedekah. Dan Subhanalloh, rejeki ane ditambah. Meski tidak melalui saya secara langsung (saat itu saya belum memiliki penghasilan), namun dampak dari sedekah tersebut dirasakan melalui orang tua saya. Tiba-tiba saja penghasilan mereka bertambah. Entah darimana asalnya (insyaAlloh halal) rejeki itu mengalir dengan lancar.
Dari pengalaman tersebut kemudian saya menggiatkan untuk bersedekah, dimana saja dan kapan saja (tentu saja ketika saya memiliki yang disedekahkan). Sampai saat ini pun saya masih merasakan dampaknya (sekarang sudah memiliki pendapatan sendiri), ketika saya dalam satu bulan misalnya lalai dalam bersedekah. Maka entah kenapa, pada bulan itu pula pendapatan saya segitu-segitu saja. Namun ketika saya menggiatkan bersedekah, entah darimana asalnya tiba-tiba saya mendapat surat tugas (yang pada akhirnya mendapatkan honor. Dan tentu saja, setiap mendapatkan hasil lebih tersebut, saya tidak lupa untuk kembali menyedekahkan. Bahkan saya pernah, entah karena kebetulan atau memang keyakinan saya, ketika saya mendapatkan rizki berlebih namun kemudian saya lalai atau dengan sengaja tidak menyedekahkan, selalu saja ada perasaan yang mengganjal dalam hati saya. Entah kemudian saya sakit atau rizki tersebut serasa cepat sekali habisnya.
Begitulah pengalaman saya dalam membuktikan betapa ajaibnya sebuah sedekah. Tentu saja dalam hal ini, sedekah bukan semata-mata untuk mengharapkan balasan berlipat-lipat dari Alloh SWT, melainkan bersedekah ikhlas karena Alloh SWT dan menyadari bahwa rizki yang saya dapatkan tidak seluruhnya merupakan hak saya, melainkan ada hak-hak orang lain yang terdapat dalam rizki yang saya peroleh.
Demikian keajaiban sedekah yang telah saya buktikan dan saya alami sendiri, dan saya yakin banyak pengalaman-pengalaman lain yang kita miliki atau kita ketahui mengenai sedekah tersebut. Semoga bermanfaat.
No comments:
Post a Comment