
Adzan maghrib telah hilang senyap diantara suara malam
Terang telah berubah menjadi gelap
Hujan pun turun membasuh bumi
December 26th...Monday Night
Menegakkan sholat memantapkan hati
Menengadahkan tangan memohon pada Gusti
Memohon penguatan hati dan kelancaran
December 26th...Monday Night
Makan dengan sedikit dan sangat pelan
Menerawang apa yang akan terjadi
Senyum, serius, grogi
December 26th...Monday Night
Adzan isya tidak kunjung masuk ke gendang telinga
Sementara waktu menghantui melalui waktu yang telah terlewati
Kembali menegakkan sholat dan memohon pada Nya
December 26th...Monday Night
Hujan tiada berhenti
Menunggu sang jenderal memasuki perundingan
Mengatur strategi
Namun sepertinya hujan ini sedikit membuatku cemas
Mondar-mandir menunggu sang jenderal
December 26th...Monday Night
Akhirnya sang jenderal datang
Aku lega
Mengatur strategi aku terdiam sendiri
Hanya tersenyum dan menganggukkan kepala jika ditanya
Ayolah..cepatttt...
December 26th...Monday Night
Berjalan perlahan menyusuri jalan yang basah
Hujan telah berhenti seperti merestui
Sang jenderal berjalan di depan memimpin
Mengarah ke istana yang akan merubah rasa ini
Menjadi lebih dag dig dug layaknya tentara yang akan berperang
Bismillah...
December 26th...Monday Night
Para raja ratu dan menteri kerajaan telah menanti rupanya
Sang jenderal menyapa mewakili
Perlahan aura kerajaan pun menyelimuti perundingan
December 26th...Monday Night
Perundingan pun dimulai
Sang jenderal menitahkan segala rencananya
Dijawab pula oleh sang menteri kerajaan
Raja, Ratu dan sang putri terduduk dalam mahligainya
December 26th...Monday Night
Aku mencuri
Bayang wajah sang putri
Cantik
Meski aku juga melihat aura yang sama denganku
Aura cemas dan grogi ingin semua segera berlalu dengan lancar
December 26th...Monday Night
Akhirnya jenderal dan menteri telah selesai berunding
Kelegaan aku dan sang putri muncul sudah
Kini sang raja bertitah
Didengar dan dimengerti
Aku dan sang putri juga masih terdiam
December 26th...Monday Night
Perundingan malam itu
Merupakan kisah awal aku dan sang putri raja
Menapaki jalan yang baru
Menggabungkan dua kerajaan
Menjadi satu barisan
Satu sekutu
December 26th...Monday Night
Perlahan waktu jahat menunjukkan pagi akan datang beberapa jam lagi
Sang jenderal beserta rombongan akhirnya undur diri
Lega dan bersyukur semua berjalan lancar
December 26th...Monday Night
Aku, rajaku, ratuku, sang jenderal, menteri, sang putri, raja sang putri, ratu sang putri
Sang putri yang akan menjadi permaisuriku
December 26th...Monday Night
No comments:
Post a Comment