Wednesday, 31 December 2008
Dari Novi
Sebuah karya yang sesuai untuk semua..
bagi yang bujang, boleh mengambil I'tibar..
bagi yang belum dan bakal berkeluarga, boleh belajar,
bagi yang berkeluarga, perlu mengajar..
Untuk suami.. renungkanlah...
Pernikahan atau perkawinan menyingkap tabir rahasia,
Isteri yang kamu nikahi tidaklah semulia Khadijah
tidaklah setaqwa Aisyah, pun tidak setabah Fatimah..
Justeru isterimu hanyalah wanita akhir zaman yang punya cita- cita menjadi solehah...
Pernikahan atau perkawinan mengajar kita kewajiban bersama
Isteri menjadi tanah kamu langit penaungnya..
Isteri ladang tanaman kamu pemagarnya..
Isteri kiasan ternakan kamu gembalanya.
Isteri adalah murid kamu mursyidnya .
Isteri bagaikan anak kecil kamu tempat bermanjanya.
Saat isteri menjadi madu kamu teguklah sepuasnya..
Seketika isteri menjadi racun kamulah penawar bisanya
Seandainya isteri tulang yang bengkok berhatilah meluruskannya..
Pernikahan atau perkawinan menginsafkan kita perlunya iman dan taqwa..
Untuk belajar meniti sabar dan redha Allah swt.
kerana memiliki isteri yang tak sehebat mana
Justeru kamu akan tersentak dari alpa
Kamu bukanlah Rasulullah S.A.W..
Pun bukanlah Sayyidina Ali Karamallahhuwajhah
Cuma suami akhir zaman yang berusaha menjadi soleh...
amin..
Untuk isteri.. renungkanlah...
Pernikahan atau perkawinan membuka tabir rahasia.
Suami yang menikahi kamu tidaklah semulia Muhammad S.A.W..
Tidaklah setaqwa Ibrahim Alaihissalam..
Pun tidak setabah Ayyub atau pun
Segagah Musa.. apalagi setampan Yusuf.
Justeru suamimu hanyalah lelaki akhir zaman yang punya cita cita membangun keturunan yang soleh...
Pernikahan atau perkawinan mengajar kita kewajiban bersama
Suami menjadi pelindung kamu penghuninya
Suami adalah nahkoda kapal kamu pengemudinya
Suami bagaikan pelakon yang nakal kamu adalah penonton kenakalannya
Saat suami menjadi raja kamu nikmati anggur singgahsananya
Seketika suami menjadi bisa kamulah penawar obatnya
Seandainya suami bengis lagi lancang sabarlah memperingatkannya..
Pernikahan ataupun perkawinan mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa.
Untuk belajar meniti sabar dan redha Allah swt
Kerana memiliki suami yang tak segagah mana..
Justeru kamu akan tersentak dari alpa.
Kamu bukanlah Khadijah yang begitu sempurna di dalam menjaga..
Pun bukanlah Hajar yang begitu setia dalam sengsara ..
Cuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi solehah...
amin...
Justeru itu, wahai para suami dan isteri.
Jangan menuntut terlalu tinggi, seandainya diri sendiri jelas tidak berupaya
Mengapa mendambakan isteri sehebat Khadijah, andai diri tidak semulia Rasulullah
Mengapa mengharapkan suami setampan Yusuf, seandainya kasih tak setulus Zulaikha
Tidak perlu mencari isteri secantik Balqis andai diri tidak sehebat Sulaiman
dan tidak perlu mencari suami seteguh Ibrahim andai diri tidak sekuat Hajar dan Sarah.
Wednesday, 26 November 2008
Entah Siapa Namanya
Hendak kemana akan kemana
Dimana dan akan bersama siapa
Seorang Bapak tergolek membujur
Di sela-sela langkah gontai manusia
Berdiam diri
Meniupi mie instan yang masih panas
Hasil ngutang
Berjualan celana jins panjang
Bercerita betapa galau
Membisu namun terdengar parau
Hitungan detik nafasnya tak genap
Terpotong kata yang terjungkal turun dari lidahnya
Hendak kemana entah kemana....
Aku pun lupa untuk menanyakan siapa namanya...
(Pasar Senen, November 23rd 2008)
Sandal Merah Putih Bintaro Sektor V
Merayap sunyi kala hati ini menyongsong bahagia
Redup cerah raut wajah
Secerca harapan berjumpa dengan dia
Menyusur jalan meraih waktu
Rebahkan lelah menulis kisah
Ku bayangkan engkau di sana
Dan aku terlamun sendiri di sini
Debu beradu keringat tak surut
Menderu dalam setiap bulir-bulir keringat
Menetes dalam setiap detik-detik pertemuan
Meniti jalan bersamamu
Cerita bersiul lantunan rasa
Membekas bahagia terasa
Pekik-pekik kecil tawa
Iringi setiap langkah yang berpendar
Jengkal demi jengkal tanah PJMI tersayat sudah
Terbentang dalam sanubari kasih sayang
Hanya dengan senyum
Hanya dengan kata
(Sandal Merah Putih Bintaro Sektor V)
Sandal Merah Bintaro Sektor V merupakan sebuah kisah di mana aku pertama kalinya berjumpa dengan De’...Q di Bintaro. Tempat De’...Q melepas masa-masa akhir tahun belasannya tuk menuntut ilmu menggayuh masa depan. Sesaat aku ikut test sebuah lowongan pekerjaan di Jakarta.
Ku senggangkan waktu, ku luangkan waktu tuk menjenguknya..bahkan memang aku sengaja menemuinya...Siapa yang tak kenal rindu?saat engkau ingin bertemu?.
Cinere – Bintaro Sektor V bukanlah sebuah aral.
Naek angkot 3 kali. Jalan kaki yang kata De’...tak ada 1000 meter (1 km) dari BP dengan catatan tidak dari perempatan lampu merah.
Di awali dengan sebuah gelak tawa, kemudian bingung mo kemana, gak teu terbesit dari mana De’...ngajakin aku belanja (padahal aku tuh paling bosen yang namanya belanja, apalagi pake acara milih2 lama gitu). Wal hasil, ketemu deh saat-saat yang ga enak...aku bingung mo ngapain, dan aku sempat ditinggal (gak tau siapa sebenarnya yang ninggal, kita pisah aja sadenly)teu2 De’...dah sms di luar (untung tas ma jaketku ku jadiin satu ma punya De’...kalo gak tar Q bisa dikerjain).
Belum punya tujuan...menjadi setrika untuk beberapa saat yang tidak sebentar. Upz...maem baso dulu dink..kenyang..kringetan...panas...kita pun menuju ke masjid (namanya Masjid apa De’...?)di mana aku mo shalat jumat di situ, baca-baca artikel yang ada di situ, membasuh mukaku. Eit sebelum sampai di masjid Q beli sandal dulu...kekecilan..dan kakipun harus kurelakan untuk menjadi lecet.
Di masjid (tepatnya di tangga serambi masjid)ada razia barang bawaan (xixixixi...)mulai dari tempat perkakas menulis sampai kepada dokumen-dokumen yang terbawa di tas aku. De’...pun perlahan dan pasti mengeluarkan barang hasil perburuannya di Harmoni Swalayan (kata 3D sih disebut Harmonce..)
Sampailah mendekat saat untuk shalat Jum’at, De’...pun permisi buat pergi ke temennya (ke rumah????terus ke tempat Wu)
Saat-saat shalat Jum’at gak aku posting ya.....
Habis shalat Jum’at perlahan De’...muncul dengan bawaan yang kayaknya rada berat (hehehe..rada ya??). Ya maklum lah kemarin gak sempat repacking habis dari test di Menteng Raya...
Habis itu pun kami kurang puas dengan halusnya jalan di kompleks PJMI, susur demi susur alias menyusuri tiap jalan/ gang di kompleks itu..
Sebentar-sebentar..tak ingat2 dulu rumah2 /kost siapa aja yang udah dilewati...
Laundry Mz Amin, Kost Adikur yang depannya ada spanduk tentang Bimbel, Kostan lamanya Lel, Kostan Wu, Kost nya Manda nglewatin gak ya???
Terus ketemu beberapa teman De’...yang dengan antusias tu pada saling menyapa...ada Mbak Tiwi, Nurul, Boby (eh, kalo yang ini ku lupa saling sapa gak ya)....hmmm, sopo meneh yo...yang bawa minuman kotak trus De’...sapa yang ketemu di kostan dekat warnet yang kayaknya dah tutup rada lama...kemudian yang ketemu pas di serambi masjid....hmmm...
Lumayan capek, ngindarin mz Amin berusaha cari rujak (hasilnya pun nihil, sang penjual Rujak mungkin bersembunyi layaknya De’...yang mengendap-endap di balik tembok samping laundryannnya mz Amin...
Next Destination...belum jelas..akhirnya pun kita arahkan ujung-ujung jari kaki kita ke depan dan akhirnya sampai di kostan De’....
Ngobrol sebentar, Lel pun keluar setelah ada teman De’...yang berusaha tuk mendobrak pintu (hiperbola nih...)tapi kagak bisa di buka..wal hasil Lel pun keluar...dengan muka yang rada aneh gueto...(kwakakaka...)
Cerita-cerita ma De’...beberapa topik yang dibicarakan :
1. Lel nguantuk... sehingga gak bisa ikut mentoring di taman CD
2. Penempatan beberapa kakak tingkat (ada yang di BC, DJP)
3. Beberapa obrolan yang sedikit tak ku pahami....
Gak beberapa lama Lel pun undur diri layaknya undur2...masuk ke dalam, ngobrollah ku ma De’...ngalor ngidul, sampai pada saatnya matahari dah mulai terbenam 9eh baru mau lho, wong lagi jam 3 an gitu).
Q berniat undur diri, tapi De’...dengan gaya yang nyenenging, nyebelin, ngangenin etc berusaha tuk menahanku...proses penahanan direncanakan minimal pulang jam 6 sampai maksiaml Q gak boleh pulang hari minggu...
Aku pun undur diri untuk shalat ashar (di Masjid tempat Q shalat Jumat tadi, Jalan Ikan Terbang).
Kembali pun aku ke kost De’...setelah itu, De’...dah nunggu, terus nganter Q ke halte depan gerbang STAN...
Angkot dah bersliweran, tapi niat pulang belum kunjung datang, sampai pada angkot yang kesekian akhirnya aku pun menganjakkan kaki di besi badan angkot...
Aku pulang...
De’...masih terpaku di bangku halte...gak teu seberapa lama tapi menurut info dari 3kembarsial (3D) De’...nunggu sekitar 5 menitan...
Angkot pun berlalu, pemandangan kaca belakang pun bukan Bintaro lagi...berubah menjadi hiruk pikuk kendaraan yang perlahan mulai tertetesi air mata langit...
Hmmm...November 21st 2008...
Bintaro Sektor V....
Saturday, 15 November 2008
I'm here
Melihatmu menari
Melihatmu mencari
Ku kirimkan secerca rindu
Ku lemparkan segenggam kasih sayang
Berharap menyelimuti dirimu
Tatkala engkau dililit dinginnya malam
Berharap mendinginkan mu
Saat engkau begelut dengan teriknya kehidupan
Biar saja aku menatapmu
Biar saja aku memandangmu
Menari dalam pusaran kebahagiaan
Meski entah dengan siapa engkau menari
Bagaimana engkau mencari
Namun aku tetap disini
Menitikkan air mata
Melihatmu, menatapmu dan bahkan hanya membayangmu
Monday, 27 October 2008
Rintik Hujan Di Balik Jendela
Gak tahu kenapa hati ini beda. Feel different. Benarkah cinta itu ada untuk manusia?
Kepulangan De’…kedua kalinya di bulan Okto membawa kisah yang baru. Berawal dengan linangan air mata hingga akhirnya berubah menjadi gelak tawa kecil.
Tatkala De’…tahu seseorang yang ada disana. Kesalahan yang aku buat. Akhirnya menjadi sebuah alasan untuk memohon maaf.
Aku merasakan hal yang bener-bener beda. Mungkin sama ketika dulu pas masa-masa akhir SMU aku jatuh cinta. Acuhnya aku terhadap perasaan tak dapat aku pertahanin lagi. Aku merasa beda ketika jalan ma De’…gak tahu kenapa ada desakan yang kuat mendorong hati ini untuk mengambil alih fungsi sang jantung. Berdegup kencang mengalirkan darah. Darah asmara.
Bahkan hati mengambil fungsi merambah sampai ke otak. Mengambil alih program imaginasi. Di mana aku membayangkan, aku memikirkan De’…dalam tidurku, dalam setiap terawangku menatap langit-langit kamarku. Saat aku menatap rintik hujan di balik jendela. Indah…
White Flag…lagu yang Q dengar, yang mengiringi saat aku menjatuhkan jari-jariku pada rentetan huruf di depan monitorku. I’m in Love…
Makasi De’…aku bisa lagi merasakan sesuatu yang beda…aku bisa bener-bener kembali merasakan kasih sayang…aku berdoa ini adalah yang terakhir…kesempatan cukup datang dua kali saja…
Apapun yang terjadi aku akan bertahan…sakit atau pun nggak…bahagia ataupun harus berlinangan air mata…aku akan bertahan.
Buat seseorang disana yang kemarin udah ketemu dan ngobrol dan sedikit banyak (aku gak tahu) bercerita pada De’…aku mohon maaf. Atas semua sikap dan perilaku. Ucapan dan tutur bahasa yang pernah terlempar dalam kehidupanmu. Aku minta maaf. Dan akupun mohon maaf, semoga apa yang ada bisa menjadikanmu mengerti....
De’….whatever U do I’LL stay here
Stay to LuV U…
Biarkan aku punya rasa ini
Aku hanya minta
Don’t Leave me
Aku ada di sini
Menatap rintik hujan di balik jendela
Membayangkan indahnya senyummu
Masa depan yang cerah masih menantimu
Dan aku menunggumu
Menatap rintik hujan di balik jendela
Luv U….
Wednesday, 22 October 2008
Dahan Kering Yang Rapuh
Bertahan di tengah terik matahari dan deras hujan
Sayup-sayup angin pun tak kuatkankan ku
Engkau bagaikan merpati putih
Hinggap di setiap letihmu
Tak peduli kuatkah aku
Tak hiraukan mampukah aku
Namun air mata ini lebih akan mengalir
Ketika engkau hinggap di lain dahan
Dahan nan lebih kokoh
Di pohon yang lebih indah
Aku bagaikan dahan kering yang rapuh
Hati ini selalu teguh
Mendengar dan merasakan
Tiap cengkeraman cakar-cakarmu
Di setiap ujung dahanku
Meski kan mencabik setiap sisi kulitku
Namun aku bahagia
Aku memang tak bisa bertahan
Tak ujung waktu menungguku
Tak setiap detik semakin melentikkanku
Kuatkanku
Aku bagaikan dahan kering yang rapuh
Menunggu saat untuk jatuh
Menunggu saat untuk luruh
Engkau merpati yang putih
Menunggu saat untuk terbang
Menunggu saat untuk hilang
Aku hanya bisa berdiam diri
Ketika sayapmu mematahkanku
Ketika matamu memandang dan memilih
Aku tersentak lirih
Meski aku mencoba untuk ikut bahagia
Tatkala engkau bertengger di lain dahan
Namun sontak hati ini pedih
Menangis haru ketika engkau terbang jauh
Rindu menyapaku untuk mengharapmu
Kembali jatuh dalam genggaman cakarmu
Mencabik kulitku
Aku bagaikan dahan kering yang rapuh
Dan engkau bagaikan merpati putih yang tangguh
Friday, 10 October 2008
3 Gelang
Sibakkan kilauan rambut yang menepi di dahiku
Mengingatkan apa yang harus aku lakukan
Monday, 6 October 2008
Terlambat Posting
Ya...hari ini semua larut dalam kegembiraan..kemenangan...
Aku tak begitu
Masih ada yang berkecamuk dalam diriku
Masalah yang harus kuselesaikan pagi ini
Setelah tadi malam aku dikuatkan oleh seseorang yang kupanggil De'... (thx so much De'...)
Setelah shalat Ied kami jalani tibalah saatnya saat bermaaf2maafan keluarga. aneh, mencekam, diam...suasana yang ada...hujatan2 pertanyaan pun berterbangan terkait masalah bapakku...ibu pun tak urung melontarkan puluhan pertanyaan. Dan bapakku hanya menjawab. Dan mengakhiri ini semua dengan senjata bahwa ini hanya sandiwara. Antara percaya atau tidak aku hanya menegaskan bahwa ini semua ini harus berakhir. Yang sudah biarlah berlalu menjadi sebuah bahan pembelajaran yang tak kan terulang.
Saat bermaafan pun menjelang Setelah ibuku menidurkan Al Quran di atas kepala bapakku akhirnya kami pun membaur saling bermaafan.
JAlan bareng ke tempat mbahku...yah, serasa normal gitu deh...trus ku jalan ma keluarganya tetanggaku (he..he...mbak mar matur nuwun yo...) ya muter2 gitu deh dan rencana sih mo sowan tempat De'...tapi gak ada... ya udah besok pagi pikirku.
Malemnya keluarga De'... ma tetangganya rencana dateng ke tempatku, tapi pintu ku tak sengaja tertutup (kalo gordyn sih emang sengaja coz kalo malem dingin banget...dan aku waktu itu pergi ke wates nganter temenku yang suntuk gara2 ceweknya kagak pulang...
Wal hasil De'...pun marah2...
Paginya Q sowan ke sana...ngobral bareng ma kedua orang tuanya...(lha De'...kemana???)ya itu aku malah ditinggal nelpon ma Lel dan Wu...ya udah lah gak papa...
Satu hal yang terjadi baru kali pertama. Q jalan ma De'...beserta keluarganya ke Prambanan...tempat sodaranya dari bapaknya. TAk pikir perjalanan bakalan membosankan tapi nyatanya justru menyenangkan...hihi..hi...
Lebaran kali ini ada kesan tersendiri bersama De'...
Makashi ya De'...
Rumah Hijau Tak Berklorofil…
Menjelang hari raya Idul Fitri di tahun 2008 yang tepat pada tanggal 1 oktober 2008. Ramadhan yang entah hanya menurutku saja sangat berbeda. Terasa hampa, panas, tanpa pikiran yang jernih. Basuhan air wudhu pun tak sedikitpun mampu dinginkan hatiku.
Ujian demi ujian yang terlalu menggoyahkan segala aspek keimananku. Menumbuhkan rasa keputus asaan yang mendalam. Mencoba bendung semangat yang mengalir deras.
Dari aspek kehidupan sosial masyarakat di lingkunganku sendiri sampai aspek permasalahan keluargaku. Tepi demi tepi menudutkan hatiku. Menggalaukan kalbuku. Semua terasa memojokkanku. Menertawaiku dengan ejekan bahwa aku tak mampu hadapi semua ini.
Bukan maksudku untuk kembali mengagungkan cinta (karena bahkan hingga saat ini aku tak mau jatuh cinta). Tapi hanya seseorang yang ku panggil De’…yang telah mampu menegarkan semua, menambatkan semua penat dalam setiap linangan rahmatnya. Mencoba memahami bahwa different people have different problem. Dan yang namanya masalah pasti tidak lah mudah bagi setiap individu yang mengalaminya. Ujian. Ya, ini adalah ujian.
Rasa bersyukur dan berikhitar tak lupa doa senantiasa ku senandungkan. Sedikit banyak aku berterima kasih De’…
Yah, hobby memancingku akhir-akhir ini merupakan salah satu sarana untuk menenangkan diri ini. Dengan aliran air yang lembut, dengan kadangkala di riuhkan oleh lompatan air-air yang berkecipak memamerkan ukuran tubuhnya.
I had my own way…
Dan akhir-akhir ini pula aku melihat rumah di cat warna hijau daun muda. Hijau. Hijau dan hijau. Hehh…mungkin mencoba untuk menghijaukan negeri ini meski hanya dengan memoleskan kuas-kuas bertintakan cat warna hijau yang tak kan bisa mengeluarkan oksigen atau menyerap karbon dioksia. Tak mampu berfotosintetis.
Atau mungkin sedikit mencoba memamerkan daya-daya mereka dalam menyambut hari raya. Memeriahkan dan memamerkan.
Sedangkan aku di sini tenggelam dalam kebingungan. Where’s my way?where’s my life? How can I find that?when will I find that?
Saturday, 27 September 2008
De'...Pulang
Bulan Ramadhan yang jatuh pada bulan September 2008 ini memberikan kesan tersendiri buatku. Meski ku akui aku banyak sekali mengalami kemunduran bila dibandingkan dengan ramadhan tahun lalu.
De’…pulang. Ku sambut dengan sedikit sandiwara yang telah banyak membuat bungung dan repot dirinya dan teman2nya. Huh, kebiasaanku yang buruk. Menciptakan masalah dengan harapan dapet happy endingnya.
Begini ni sandiwaranya:
Aku ingin dia hanya jadi sahabatku aja. Sahabat dengan perlakuan dan kasih sayang yang sama tatkala aku jadi cowoknya. Dengan 3 alasan yaitu:
Aku gak ingin dia membohongi dirinya sendiri dengan seseorang yang pernah bahkan masih hinggap di hatinya.
Stigma masyarakat terhadap hubungan kami
Faktor agama
Ha..ha…kontan saja ini membuatnya bingung, bagaimana tidak seorang sahabat dengan perlakuan dan kasih sayang yang sama. Aku tahu itu yang bikin kamu bingung kan De’…?
Sandiwaraku sebenarnya ku rencanakan berakhir hingga malam lebaran. Tapi tidak kesampaian cos ku gak tega ngelihat kondisi De’… yang mendapatkan yang tidak diharapkan ketika sangat mengharapkan kepulangannya. Dengan berbagai kesibukan keluarganya yang terpaksa menjadikannya sebagai seorang housekeeper aku gak ingin menambahi dengan sandiwara menyakitkannya (dari sudut pandangnya). Tidur pagimu yang kian hari bikin kamu lebih pucat, lebih kusam dan bikin badanmu berkurang berat badannya.
Maaf ya De’…
Dalam hitungan hari ku akhiri sandiwaraku. Responnya sudah tentu, marah, jengkel, sebah dan sebagainya. Dan aku juga gak habis pikir tiap sandiwaraku tuh ternyata selalu menyeret temen2nya sebagai korban. Dalam sandiwaraku sebelumnya temennya yang bernama Eni menjadi korban bahkan sempat marahan ma aku (menurutku lho)tidak sebentar. Padahal aku juga gak nyangka kalo mpe berurusan ma seseorang almunus salah satu SMA favorit di kabupatenku yang berbadan sedikit tambun (hi..hi…mav ya tapi emang bener khan…).
Nah sementara kali ini sandiwaraku membawa kedua temen karib De’… Wu dan Lel. Menurut De’…sih mereka marah2 gitu, apalagi setelah tahu itu hanya sebuah sandiwara. Hi…hi..hi…mav ya Wu dan Lel…You haven’t know me yet. Hi..hi…hi…
Tapi santai aja, ku dah janji kok ini kali terakhir aku bikin sandiwara. Coz dah dipesenin ma De’…
Buat De’…
Mav ya De’…ku udah iseng (menurutku sih kreatif, hi…hi…hi…) yang nyebahi.
Makasih vitamin C nya, jujur aku terharu banget…saking terharunya sebelum kamu menyuruh aku minum vit C itu rencananya mo tak simpen pe akhir hidupku je…ya jadi temen kedua PIN yang dah pernah kamu berikan padaku. Tapi ya karena kamu berpesen supaya di mam (maem kali ya) ya udah tak maem aja.
Hutang2Q…hi…hi…banyak yah…santai aja De’…aku tahu ko’ janji itu mahal dan aku akan selalu berusaha untuk menepatinya…
Jujur…De’…tambah kurus…
Finally, I Luv U so much….
You’re the better part of me (kayaknya lirik lagu deh…)
Whatever u do I will….(De’…pasti tahu terusannya to…)
Okay, C U hunny…
Monday, 22 September 2008
What do you think???
Tidak Ada Pacaran Islami (Between Myth and Fact) Nopember 9, 2005Posted by fauzan.sa in Tulisan Luar. trackback
Pacaran sebuah kata yang sangat menarik untuk dibicarakan. Sekan tak ada usainya, sepanjang roda dunia ini masih berputar. Pro-kontra mengenainya pun sudah ada sejak pacaran itu sendiri ada, yang menurut saya sudah ada sejak diciptakannya Hawa –ibu bangsa manusia. Adalah hal yang wajar bagi generasi muda untuk selalu ingin tahu tentang segala sesuatu, bahkan akan menjadi aneh bila orang muda tidak ingin banyak tahu. Demikian juga tentang pacaran, generasi muda Islam saat ini pun seringkali menanyakan hal pacaran. Namun kebanyakan yang ditanyakan adalah mengenai fikih pacaran. Intinya kebanyakan mereka bertanya, “Sebenarnya boleh tidak sih, pacaran itu?�? atau, “Ada tidak sih pacaran yang Islami itu?�? dan pertanyaan lain yang senada. Jawaban sang ustadz pun berbeda-beda. Ada yang dengan keras melarang dengan mengatakan “Pacaran itu haram!�? ada juga yang agak “remang-remang�? boleh lah asal tidak kebangetan. Namun saya sangat tertarik dengan jawaban Ustadz Wijayanto mengenai pertanyaan ini. Beliau menjawab pertanyaan itu dengan jenaka dan diplomatis, “Dalam Islam tidak ada larangan maupun anjuran untuk berpacaran. Tidak ada dalil yang mengatakan ‘wala pacaranu inna pacaranu minassyayatiin’ atau ‘fapacaranu, inna pacaranu minattaqwa’ .�? Saya sepakat mengenai hal ini, karena memang pacaran itu sendiri tidak jelas definisinya. Cobalah Anda tanya pada beberapa anak SMP atau SMA dari berbagai komunitas dan kelompok. Pasti akan muncul berbagai definisi berbeda mengenai pacaran. Ada yang bilang pacaran itu jalan bareng sama seseorang yang kita cintai dan mencintai kita. Wah berarti jalan bareng sama bapak ibu juga pacaran dong? Yang lain bilang pacaran itu menyepi, ngobrol berduaan dengan kekasih hati. Nah yang ini malah sering dilakukan sama Pak Ustadz dan santri-santrinya saat sepuluh hari terakhir Ramadhan, alias iktikaf. Ada juga yang bilang pacaran itu ketemu dengan orang yang kita cintai, entah rame, entah sepi, pokoknya ketemu trus ngobrol, bertukar pikiran, atau diskusi. Naah… yang ini malah mirip acaranya anak-anak TSC* saban sore tuh! Sementara yang lain bilang pacaran itu jalan bareng, makan, atau nonton, atau shopping di mall bareng kekasih hati. Yaaa… yang ini sih acaranya anak borju, kelaut aje…. So, karena gak ada definisi jelas tentang pacaran, maka hukum pacaran sendiri jadi gak bisa begitu saja diputuskan. Kata Dr. Yusuf Qardhawi jangan mudah mengharamkan sesuatu, apalagi yang belum jelas definisinya. Nah, sekarang coba kita rumuskan definisi umum pacaran, alias akan adakah benang merah yang dapat kita tarik dari timbunan terigu kebingungan kita. Atau tepatnya, kita mencoba mencari irisan dari semua himpunan definisi yang tadi udah kita cari, yang ternyata jumlahnya banyak dan beda-beda semua. Akan saya coba rumuskan bahwa pacaran itu adalah interaksi antara dua orang manusia berbeda jenis kelamin yang saling mencintai sebelum menikah. Karena dari berbagai definisi tadi yang cukup mewakili untuk disebut sebagai irisan adalah kata interaksi, saling mencintai dan berlainan jenis kelamin, serta belum menikah. Atawa kita sebut aja interaksi pra-marital dengan dasar saling ketertarikan atau saling mencintai. Nah dengan definisi ini akan mudah bagi kita untuk mengetahui hukum pacaran itu, atau adakah pacaran yang Islami itu. karena sekali lagi dalam Islam tidak pernah diatur, atau ada dalil yang melarang “pacaran�?. Yang ada dalam Islam adalah aturan-aturan dalam berinteraksi dengan manusia. Bagaimana kita berinteraksi dengan orang tua, dengan teman, guru, Nabi, semua ada aturannya dalam Islam. Interaksi yang sesuai dengan kaidah Islam berati Islami, sementara yang tidak sesuai adalah tidak Islami. Dengan definisi dasar bahwa pacaran itu adalah interaksi dan saling mencintai, maka pacaran secara dasar hukum adalah netral. Karena interaksi dalam Islam itu adalah netral, akan tergantung bentuknya. Sementara tidak ada larangan bagi umat Islam untuk mencintai lawan jenisnya. Dengan demikian sekali lagi pacaran adalah netral, tergantung bagaimana kita melakukannya. Dengan netralnya pacaran, berarti pula ada pacaran yang Islami dan ada pacaran yang tidak Islami. Lebih lanjut lagi jika kita tinjau dari segi asal kata, pacaran berasal dari kata dasar “pacar�?, yang artinya kurang lebih adalah seseorang –lawan jenis tentunya- yang kita cintai namun belum menikah dengan kita. Maka semakin jelaslah bahwa pacaran itu adalah netral. Karena sekali lagi bahwa mencintai seseorang lawan jenis adalah tidak terlarang dalam Islam. Seperti kisah Umar bin Abu Rabi’ah tentang seorang pemuda Arab yang lagi jatuh cinta, yang dilukiskan dengan begitu indah di dalam buku “Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu�?, yang terkenal itu. Baca sendiri dah kisahnya, gak kalah romantis sama kisah Romeo dan Juliet yang fiksi itu. Selanjutnya pula berati pernyataan bahwa tidak ada pacaran Islami, atau tidak ada pacaran dalam Islam itu kurang tepat. Atau lebih tepatnya, adalah sepihak pernyataan yang menyatakan tidak ada pacaran Islami itu, karena setelah kita kaji lebih lanjut, ternyata kata pacaran itu sendiri bersifat netral, seperti halnya seni. Seni dalam Islam adalah netral, tergantung bagaimana kita melakukannya, bisa jadi seni itu haram, ketika seni tersebut tidak sesuai kaidah Islam, namun juga sebaliknya. Namun kemudian muncul pandangan baru yang menyatakan tidak boleh mencintai lawan jenis sebelum menikah! Sebuah pernyataan yang agak naif dan sulit untuk dibenarkan. Selain tidak ada dalil naqli-nya, juga sangat lemah dalam logika manusiawi. Sederhana saja, Nabi memerintahkan kita “Wanita-wanita dinikahi karena kecantikannnya, hartanya, nasabnya, dan agamanya….�? dan seterusnya sampai akhir hadits. Dari potongan hadits tadi dapat kita simpulakn bahwa Nabi menyuruh kita untuk memilih wanita –dalam hal ini untuk pria- yang akan kita nikahi. Apa artinya memilih? Memilih artinya mengunakan kecendrungan –rasa- untuk memutuskan pilihan dari beberapa variabel yang ada. Misalnya saja saat Anda ingin membeli mie ayam, dari sekian banyak warung mie ayam, Anda akan memilih warung yang paling Anda sukai (baca: cintai). Adapun mengapa Anda membuat pilihan itu, akan ada banyak variabel yang membuat Anda menentukan pilihan itu. Misalnya saja karena rasanya enak, warungnya bersih, atau karena penjualnya ramah. Nah akumulasi dari variabel yang Anda jadikan ukuran itu disebut rasa, hasrat, atau cinta. Artinya Anda lebih mencintai untuk makan mie ayam di tempat X ketimbang di tempat lain. Demikian juga dalam memilih pasangan hidup, Andapun akan punya banyak variabel yang menjadi ukuran dalam menentukan pilihan Anda. Misalnya saja, Anda memilih yang cantik –ini pun akan sangat subjektif, misalnya saja cantik menurut Anda adalah yang tinngi, semampai, manja dan imut-imut serta ceria-, yang muslimah, yang kaya, atau yang anak Pak Lurah. Nah akumulasi dari kriteria yang Anda jadikan ukuran inilah yang disebut dasar cinta atau sebab cinta. Anda akan lebih mencintai seorang gadis yang cantik, muslimah, kaya, dan anaknya Pak Lurah, ketimbang gadis lain yang tidak sesuai dengan kriteria Anda ini. Artinya apa? Tidak mungkin Anda memilih seorang istri atau suami tanpa mencintainya terlebih dahulu sebelum menikah! Jika tidak, maka Anda akan segera bercerai! Kisah ini sudah ada di zaman Nabi dahulu. Dimana perceraian rumah tangga seorang sahabat terjadi karena memang sang istri tidak mencintai sang suami. Seperti dalam kisah pernikahan Tsabit bin Qais dengan Habibah binti Sahl yang terpaksa harus berakhir karena Habibah tidak mencintai Tsabit. Dan ini diperkenankan Nabi. Artinya Nabi jelas menginginkan suatu rumah tangga itu dibangun atas dasar saling cinta. Nah untuk mencegah perceraian yang cukup tragis seperti ini perlulah sebuah pernkahan itu dibangun atas dasar saling mencintai. Sebenarnya inti dari resistensi kalangan aktivis yang menolak pendapat saya adalah, bahwa mereka menganggap terobsesi pada seseorang akibat cinta mendalam itu adalah sebuah dosa. Mereka menganggap bahwa mencintai seseorang sampe gak bisa tidur, gak doyan makan, adalah sebuah big sin, dosa gedhe. Alasannya, nanti kalao ibadah ntar jadi gak ikhlas, niatnya karena si yang dicintai itu, bukan karena Allah. Ujung-ujungnya ntar bisa syirik. Whii syerem gitu. Padahal kalau mau jujur, sebenarnya bukan cuma cewek or cowok kita yang bisi bikin niat kita jadi gak bener. Ustadz, babe, nyak, engkong, encing, dosen, murabbi, temen, jamaah di masjid, semua bisa bikin kita punya niat jadi gak lurus. Bahkan anak-anak dan preman yang nongkrong di pinggir jalan dan sering godain kita, saat kita brangkat ke masjid bisa bikin kita jadi brubah niat jadi arogan dan pengen dikatain “Tuh yang ahli surga, kerjanya ke mesjid mulu!�?. Sementara di dalam hati tanpa sadar kita bilang “Ntar loe pade jadi kerak nerake, gare-gare kagak pernah jamaah di masjid, mampus loe!�?. Artinya sale besar kalo menjadikan cinta kita pada kekasih kita menjadi satu-satunya penyebab utama melencengnya niat kita. Sementara itu gak pernah ada yang bingung dan ribut melarang kita punya murabbi, dosen, guru, temen, yang juga bisa bikin niat kita melenceng. Padahal kalau mereka membaca sejarah para sahabat, seharusnya mereka tidak mempunyai pendapat seperti itu, banyak juga para sahabat yang truly, madly, deeply, loving a woman. kita simak lagi sejarahnya Abdullah bin Abu Bakar yang begitu love-nya sama Atikah sehinga saat dipaksa bercerai (yang artinya saat itu Atikah bukan apa-apanya Abdullah, tidak ada ikatan pernikahan) oleh ortunya –yang khawatir Si Abdul jadi over loving her and forget Lord- jadi seperti orgil. Suka ndomblong di depan rumah dengan tatapan kosong, ra doyan maem, bikin syair tentang rindu. Toh gak ada yang nuduh Abdullah jadi rada sesat gara-gara itu. Malah akhirnya mereka dirujukkan kembali, artinya babenya Abdul tidak ngelarang cinta mereka. Ini juga menyangkal anggapan mereka yang mengatakan boleh cinta tapi tidak boleh mengekspresikannya sebelum menikah. Buktinya Abdul juga bikin puisi cinta, dan juga ekspresi sedihnya yang jelas menunjukkan kerinduannya pada sang kekasih hati. Dengar juga komentar sang Pintu Kota Ilmu, Ali bin Abi Thalib, saat pernikahan Atikah dengan Umar bin Khattab. Minta ijin sama si suami tuk sekedar nginjen manten perempuan and bilang, “Wahai wanita yang berada di tempat yang tinggi, aku bersumpah tak akan mengalihkan pandanganku darimu agar kulitku menguning…�? what a love?!! Belum puas? Baca kisah Umar bin Abdul Aziz yang terobsesi pada seorang budak yang cantik, walaupun akhirnya dia mengembalikannya pada keluarganya. Baiknya jangan menjadi orang yang ramutu dan mengingkari fitrah dan mengada-adakan dalil yang ngelarang kita mencintai lawan jenis sebelum menikah. Bahkan Utsman bin Affan pun berkata bahwa dirinya adalah seseorang yang amat suka pada wanita. Mencintai bukanlah sebuah dosa. Dosa itu adalah ketika kita, melakukan khalwat, bersentuhan, berkata-kata dengan menggoda, dan zina itu sendiri. Jangan ghuluw dengan membuat batasan-batasan yang tidak pernah disyariatkan oleh Allah dan RasulNya. Cukuplah apa yang Allah dan rasulNya berikan. Ikatan hati sebelum nikah bukanlah sebuah dosa. Dosa adalah perbuatan yang melanggar secara hukum fikih, dan dosa urusan Allah dengan hambanya. Ikatan hati selama dalam koridor syariat tiada berdosa. Namun muncul perdebatan lain. Mencintai lawan jenis akan mengalahkan cinta kita kepada Allah. Saya pikir ini sangat subjektif. Namun dapat kita ukur dengan mudah. Caranya? Mudah saja, ketika Anda mencintai seseorang, apa yang menjadi ukuran Anda untuk mencintainya. Misalnya saja Anda mencintai seorang gadis karena dia seorang gadis muslimah dan berjibab, suka mengaji dan berdakwah, santun akhlaknya. Jelaslah bahwa Anda lebih mencintai Allah ketimbang si gadis. Karena yang menjadi ukuran Anda untuk mencintai si gadis adalah ukuran-ukuran yang telah diberikan Allah. Ketika kemudian si gadis menjadi tidak berjilbab, nakal, dan urakan, maka cinta Anda pada si gadis akan luntur, dan Anda akan bilang pada si gadis, “Kalo Loe kagak berubah, kelaut aje….�? karena si gadis sudah tidak lagi sesuai dengan ukuran-ukuran yang Anda jadikan kriteria untuk mencintainya. Jika Anda memang mencintai si gadis lebih dari Allah maka akan mudah saja. Anda akan menerima si gadis apa adanya. Entah dia ndugal, urakan, pakaian mini, gaul bebas, gak peduli! Yang penting saya cinta dia. Naaah kalau sudah begini barulah cinta ini berbahaya, dan harus segera direvisi. Lain lagi dengan seorang teman saya. Dia mencintai seorang gadis namun karena si gadis ternyata baru memenuhi sebagian dari ukuran-ukuran cintanya, maka dia berkata pada saya “Saya tidak bisa mencintainya karena dia belum sesuai dengan ketentuan Tuhan saya.�? Kemudian saya bilang, “Lo, kenapa tidak Kamu buat dia menjadi sesuai dengan syariat Tuhan, ajarin dia dong! Ajak ngaji. Kan Tuhan tidak akan mengubah keadaan suatu kaum kecuali dia berusaha mengubahnya.�? Dia balas menjawab, “Saya takut saya mengubahnya bukan karena Tuhan saya tetapi karena saya mencintai dia.�? Kedengarannya teman saya ini benar. Namun coba Anda renungkan lagi, sebenarnya dia berbuat itu untuk siapa? Untuk si gadis atau untuk Tuhan? Saya akan dengan mantap bilang “Jika Anda berusaha mengubah dia agar sesuai dengan syariat Tuhan, maka Anda telah berbuat untuk Tuhan!�? mengapa? Karena apa yang Anda lakukan itu agar dia sesuai dengan kehendak Tuhan arinya jelas-jelas Anda lebih mencintai Tuhan ketimbang si gadis. Jika Anda berbuat itu karena si gadis, buat apa repot-repot mengajak ngaji dan sebagainya. Karena Anda kan segera meneriama si gadis apa adanya. Entah dia sesuai atau tidak dengan aturan Tuhan. Nahhh, setelah tulisan yang panjang dan bertele-tele ini, kembali kita ke judul utama. Ada tidak sih pacaran Islami itu? Saya akan berani menjawab ada! Jadi tidak tepat kalau banyak aktivis dakwah secara “madju tak gentar�? mengkampanyekan anti pacaran. Karena memang yang namanya pacaran itu adalah sesuatu yang netral. Lebih tepat kalau aktivis dakwah mengakampanyekan secara progresif tentang aturan berinteraksi di dalam Islam. Sehingga objek dakwah menjadi lebih tahu, apa sih yang boleh dan apa sih yang tidak boleh. Bukannya menambah kebingungan yang berujung sikap menolak dakwah karena apa yang dikampanyekan tidak jelas dasar hukumnya. Gimana? Setuju? Seandainya Anda tidak setuju maka marilah kita dialogkan, mungkin saja saya banyak kekurangan referensi dan kekhilafan logika. Sesungguhnya segala sesuatu itu kembali pada-Nya. Dan hanya Dia lah Yang Maha Benar, pemilik kebenaran sejati. Kita hanya mencoba mengais setetes kebijaksanaan-Nya di tengah samudera Maha Bijak-Nya. Semoga Tuhan mengampuni semua dosa saya, Anda dan saudara kita semua. And semoga saja tulisan saya ini ada manfaatnya… ciao!!! J * (Teladan Science Club, kelompok ilmiah remaja-nya SMU N 1 Yogyakarta yang sering disamperin sama anak-anak PSG) PageSevenGreen™ 2002 (hasil dialog sore hari dg WA)
Saat Pagi
QS Asy Syams ayat 1
Matahari tersenyum menyibakkan tiap helai awan yang menutupi segarnya pagi. Yang telah menyelimuti malam dari dinginnya embun yang menetes. Hiruk pikuk manusia pun di mulai. Kepulan asap-asap pun mulai nampak. Desingan suara mesin kendaraan pun tak ayal menjejali telinga. Kabut segar pagi pun diusir secara paksa oleh gas karbon mono oksida dari tiap selongsong knalpot kendaraan.
Dengan berbagai alasan dan ragam manusia bergerak kala pagi. Hitam putih merah biru semua nampak berlalu. Memadatkan setiap jengkal tanah yang sudah terlalu panas bergesekan dengan roda-roda manusia. Dengan nampak wajah segar. Dengan berbagai ragam aroma di jalanan. Mulai dari bau pekatnya bensin, solar, asap knalpot sampai simpang siurnya bau parfum atau sekedar pelembut pakaian. Semua menandakan ini sudah pagi dan saatnya manusia beraksi.
Entah ke sekolah atau untuk bekerja. Ku lihat beberapa orang nampak rapi berseragam coklat PNS. Berjaket rapat. Berhelm gelap dan besar (standard). Beberapa orang mengenakan seragam sekolah. Lengkap dengan pernak-perniknya. Motor bersih, gaul dan rapi atau apa adanya pun ada. Jaket keren, tas masa kini, sepatu yang trendi siap di ajak bergaya bahkan beberapa pernak-pernik di tiap senti tubuh mereka. PIN di tas mereka. Jam di pergelangan mereka seringkali disisipi kilaunya gelang-gelang. Rambut yang dipotong mirip selebriti yang sering tampil di televisi.
Monday, 15 September 2008
Setetes Air
Kala itu sang mentari bersemangat untuk menampakkan diri. Memamerkan keindahan beserta kekuatannya. Runtuhan embun di udara pun diterjangnya. Membentuk sebuah kilauan pelangi yang indah. Merah, biru, kuning, hijau dan beberapa warna lainnya. Meski tak ada lagi kekaguman mendecak dalam batin tiap anak-anak berseragam merah putih karena proses terjadinya pelangi telah dijelaskan oleh sang guru. Bahkan bisa dibikin pelangi buatan.Tapi sungguh, pelangi itu indah.
Kala itu sungai mengalir tak deras tak tenang. Mengalun syahdu di tepi tiap tebing yang membisu. Melepaskan begitu saja tiap tetes debu yang hanyut di dalamnya. Tak segan pula gerombolan sampah yang sengaja dibuang di sungai pun dihempaskannya tanpa ampun. Terdengar riuh indah riak-riak jatuh dari atas pondasi bendungan kecil. Jatuh mendayu mendesah perlahan. Menanti dan menindih ribuan kubik air lainnya. Menyiram dan membasuh tiap centi sisik-sisik ikan yang sedang berenang.
Ku hempaskan kail ku. Plung!!! Bunyi indah nan merdu kala menyentuh permukaan air. Jetuh melayang ke dalam air. Menari kesana kemari seiring nafas gerak sang ikan. Terlewat pun jarang dimakan sang umpan itu. Kadang kambangan ku pun diayunkan ke atas dan ke bawah. Sambil tersenyum menatap tiap umpan yang semakin lama semakin terlepas. Dan akhirnya lepas.
Ku tarik dan ku simpan mata pancingku dalam balutan umpan ku. Seekor cacing menggeliat seolah tak rela. Tiap rongga di tubuhnya di susupi besi nan tajam. Di tusuk di ujung sebagai penyeka. Menggeliat mencoba melepaskan diri namn tak bisa. Tak sempat pun segera dilempar ke dalam air. Memucatlah tubuh sang cacing. Tak sempat melihat ikan yang mana yang akan menikmatinya. Warna apa yang akan terlahir dalam detik-detik akhir hidupnya.
"tidak ada kematian selain kematian di dunia ini. Dan kami sekali-kali tidak akan dibangkitkan” Ad Dukhaan ayat 35.
Wednesday, 10 September 2008
Makanan Di Depan Mulut Pun Dapat Tumpah
Yah, mungkin istilah itu bisa menggambarkan kalo rejeki tuh diatur Allah SWT. Bagaimana tidak makanan yang sudah didepan mulut bisasaja gak masuk ke dalam mulut. Artinya sesuap makanan itu belum menjadi rejeki kita. Bahkan orang yang tak meyangka ketika berdiam diri tak berbuat apa-apa bisa saja tiba-tiba mendapatkan rejeki dari Allah SWT. Hal itu menunjukkan bahwa Allah maha Adil, maha pengasih dan maha penyayang.
Demikian pula terjadi pada diriku kala itu. Saat selembar uang lima puluh ribu belum menjadi rejeki.
Hari Sabtu malam minggu jam 24.00 aku disuruh bawa mobil buat ngejemput tetanggaku di Stasiun Tugu Yogyakarta dari Tegal. Katanya sih sampai Yogya sekitar jam 1 dini hari. Mobil pun ku geber tak begitu kencang, yah sambil menikmati indahnya kota Yogya kala dini hari.
Menunggu selama 20 menitan di sebuah warung dengan ditemani dua cangkir kopi susu. Milikku dan milik temanku. Obrolan ngalor ngidul pun mengisi di antara waktu kami menunggu. Kami pun semakin tak sabar menanti. Apalagi kami pun harus makan sahur. Udah jam 01.30. Belum datang juga. Akhirnya diputuskan untuk mencari makan sahur di luar. Sambil melakukan perjalanan di antero kota gudeg. Jam segitu suasana masih atau sudah rame. Anak2 mahasiswa yang notabenenya berduit, suka nongkrong masih berjejalan atau mulai keluar buat cari makan atau sekedar cari pemandangan doank.
Tak tentu kemana arah mobil ini melaju. Cuma muter2 thok. Di tengah perjalanan pencarian makan, menelponlah kakak temenku. Udah sampai. Akhirnya pun stir ku belokkan menuju tempat yang ditunjuk sebagai tempat dimana kaki kakak temanku berpijak. Di Depan Hotel Mendut.
Sampailah kami disana jam 02.30. Langsung cabut cari makan sahur. Gak tahu mesti kemana. Akhirnya kami putuskan untuk makan di salahs atu restoran fast food yang notabenenya buka selama 24 jam. Di sana kami melihat begitu berjubel nya para kawula anak muda dengan gaya-gaya modern lengkap dengan kendaraan yang mirip dengan kendaraan yang ada dalam game NFS Mostwanted. Handphone yangberkilau. Kilatan-kilatan cahaya putih mereka. Menandakan bahwa mereka jarang terpanggang di bawah terik matahari. PANAS Plus COLA. Menu sahur kami.
Selesai makan jam 03.15. kami pun bergegas pulang. Karena kondisi ku dah capek, akhirnya kakak temenku yang bawa mobilnya. Mobil digeber lumayan kencang. Sampai kadang ketika jalan bergelombang dia harus mengucapkan kata sorry karena mobil seakan diajak berjingkat menuruti jalan.
Sampai rumah jam 04.15. Badan ini rasanya capek banget. Ingin rasanya tetap tinggal di dalam mobil dan langsung menenggelamkan diri dalam empuknya jok tengah mobil itu. Tanpa kuminta seketika juga disodorkanlah uang limapuluhribuan kepadaku. "Terima kasih, harus diterima lho!!!", begitu ucap kakak temanku. Aku bersikeras untuk menolaknya, sampai akhirnya aku berlari ke luar namun ternyata disusul. Dan karena tak terkejar uang itu dilempar kejalan. Dan bilang padaku,"Luweh lho, pokoke tak ndokke kene, ra apik lho nolak rejeki ki". Aku pun bersikeras untuk meninggalkan uang tersebut. Pada pagi hari jam 05.30 kata-kata yang mengharuskan aku menerima uang itu pun menyembul di hpQ. Aku pun bergegas berdiri, bukan untuk mengambil uang itu. Aku hanya membayangkan betapa rejeki itu sudah diatur. Bagaimana tidak, siapa coba yang tidak tahu asal muasal duit tersebut, jalan di pagi hari kemudian menemukan uang limapuluhribuan. Alhamdulillah. Semoga uang tersebut digunakan oleh yang mendapat rjeki sesuai di jalan Allah. Amiin…
Monday, 8 September 2008
Aku Rindu Saat Itu
Lantunan merdu ayat-ayat suci hanya kadang saja terdengar dari mulutku, basuhan air wudhu kala dhuha hanya sesekali saja mengisi pagiku. Tidur malam dan bangun siang menjadi hal yang bisa dikatakan wajar saat ini. Shalat subuh berjamaah pun menjadi sebuah hal yang tidak aku lakukan.
Kini aku terlalu banyak tidur. Lemas. Tak bersemangat.
Aku selalu mengira ini semua terjadi karena rentetan peristiwa yang ada setelah aku resmi menjadi seorang sarjana yang berhasil menjadi pengangguran. Meski sudah beberapa pekerjaan aku cicipi namun aku belum menemukan hal yang nyaman, indah ataupun bahagia dalam berbagai pekerjaan tersebut.
Meski bukan dilihat dari segi materi, segi tingkat kesulitan pekerjaan. Semua normal-normal aja. Entah apa yang sedang terjadi aku tidak tahu.
Hidupku menjadi tidak teratur.
Hasilnya pun badanku tidak terasa sehat. Tidak terasa fit. Inspirasiku untuk menulis pun entah menghilang kemana. Rambutku panjang tak beraturan, bahkan bisa dikatakan awul-awulan, aku biarkan begitu saja. Rangkaian cerita demi cerita De’…Q seolah hanya menjadi penghibur sementara, pelipur segala yang tak kasat mata. Bahkan aku menjadi merasa sangat manja. Sangat berharap pada tiap guyonannya, tiap nasehatnya, tiap tingkahnya, tiap ngeyelnya. Seolah aku seperti lampu minyak tanpa korek api yang akan menyalakannya. Menjadi gelaplah aku. Meski minyak telah terisi, sumbu telah memanjang namun tiada aku menyala.
Game dan game. Mengisi waktu luangku. Sampai terkadang aku benar-benar merasakan bosan akan semua ini. Bingung mo ngapaian.
Akhir-akhir ini aku bergabung menjadi volunteer di sebuah LSM pro perempuan di Yogyakarta. Pekerjaan yang menuntut ku untuk bekerja keras untuk menumbuhkan atau menegakkan hak asasi manusi pro perempuan. Aku bergabung di divisi pengorganisasian komunitas desa.
Meski aku belum tahu kemana sebenarnya alur kehidupanku mengalir. Namun aku biarkan semua ini menyiksaku tanpa rasa keingintahuanku. Rasa pemecahan masalahku.
Aku rindu..
Saat-saat menjelang pendadaran ujjian skripsiku. Aku bisa rutin membaca AL Quran tiap habis subuh dan maghrib. Shalat subuh berjamaah di masjid. Shalat Isya’ berjamaah di masjid. Mandi di dini hari. Lari pagi kala hari minggu. Tidur sore bangun pagi.
Ya, aku rindu saat seperti itu…
Wednesday, 3 September 2008
Isin Aku
NAh, ceritane ki kan aku takon karo petugase (soale aku lali nek penukaran ki ming dino senin karo kemis),"Maaf pak, kalo mo nukarin duit masih buka gak Pak?".
"Oh, penukaran hari senin ma kamis mas, kecuali besok menjelang lebaran tuh senin sampai kamis".
Nah, pas itu khan banyak pintu dari kaca yang berjajar, nah salah satunya yang tepat berada di belakangku tuh belum dibuka. Karena ku rada buru-buru aku langsung aja berbalik arah dan tak dapat dihindari lagi...duerrr...Pintu kaca itu bergetar dan sempat terpental (wuiihhh,,, kuatnya diriku), gak ding wong kacanya tewwbal banget, yang ada malah hidungku sakit dan kepalaku jadinya rada pusing2 gitu.
BAr kuwi jane wis rada ndablek ngono, eh, bapak2e malah podo cekikikan ngeguyu aku, he34x..kaya ra duwe dosa kae aku yo melu ngguyu sok isin2 ngono,
ah, isin tenan aku dina kuwi, tapi yo benlah itung2 go gawe hiburan bapak2 sing podo streess nang kono.
Alhamdulillah...
Bagaimana Bisa
Tanpa bertanya untuk apa
Aku selalu mengabulkannya
Bahkan ketika engkau mengingkariku
Tak tega ku memarahimu
Tak peduli apapun kondisiku
Bagaimana kondisiku
Aku akan berjuang untukmu
Sepintas kata-kata yang terlintas ketika aku melihat orang tua berjuang demi anaknya. Dihimpit kondisi keuangan yang tak terlalu mencukupi. Dengan bersusah payah berjuang mengais rejeki di sulitnya kondisi saat ini. Ribuan demi ribuan dikumpulkan. Tak sampai di sebuah kotak celengan atau buku rekening bank. Semua impas semua amblas tak tersisa. Mengingat kebutuhan yang kian bertubi-tubi. Jumlah anak yang tak hanya dua. Di mana biaya pendidikan semakin melonjak tak terhingga. Di dukung pula dengan daya konsumtif sang anak yang salah satunya menginjak usia remaja.
Bagaimana bisa?seorang anak tega meminta uang kepada orang tua hanya untuk maen, apel, beli pulsa yang tak begitu tahu kemana arah manfaatnya. Mungkin bagi sebuah keluarga yang memiliki alokasi dana berlebih dapat membaginya. Namun bagi seorang pekerja tanpa gaji yang tetap. Kadang pasang sering surut.
Di dukung lagi dengan sang anak yang menjelang remaja terkena sakit yang berhubungan dengan syaraf. Yah, mau tak mau orang tua harus menuruti apa mau sang anak. Karena ketika sang anak meminta tak diberi, maka sang anak akan mengalami depresi atau semacam stres yang berlarut yang menyebabkan kejang-kejang.
Orang tua mana yang tega menyaksikan pemandangan itu. Sang anak sakit gara-gara orang tua tak mampu penuhi inginnya.
Aku menyayangkan sikap sang anak. Dengan kondisinya yang telah diberi batasan oleh Allah SWT justru tidak membuat dia semakin sadar bahwa hidup ini tidaklah lama. Namun bagaimana bisa dia justru memanfaatkan sakitnya untuk meminta sesuatu barang kepada orang tuanya. Mikir gak mikir sang orang tua pun pasti mikir.
Kenapa sang anak tak bisa berpola hidup sederhana?
Dengan Handphone yang memungkinkan untuk browsing internet, foto-foto, dengeriin MP3, sang anak bergaya dengan penyakitnya yang selalu menjadi beban pikiran orang tuanya.
Akhir-akhir ini ada permintaan dari sang anak yang sungguh berat.
Minta sepeda motor.
What!!!bagaimana bisa?bagaimana nanti bila saat berkendara kejang-kejangnya kambuh, terus jatuh dan berakibat yang sangat tidak diinginkan. Siapa yang akan bertanggung jawab.
Lagi-lagi di sini orang tua merasakan repot. Selain bagaimana cara mendapatkan motor tersebut juga bagaimana dampak nantinya bila sang anak punya motor.
Dengan dalih sakitnya tersebut dan menunggu terkabulnya permohonan itu kini sang anak sudah tidak masuk sekolah satu bulanan.
Bagaimana bisa?
Ya kalo dengan dikabulkannya permintaan itu bisa menjadikan dorongan/ motivasi belajar. Tapi pada kenyataannya tidak. Cuma buat bergaya di depan temen, di depan cewek.
Bagaimana bisa?
Memang sih, hidup ini sangatlah beraneka ragam. Tapi sampai kapankah sang orang tua mampu mengcover kebutuhan sang anak kalo terus-terusan seperti ini. Lambat laun genangan air pun pasti akan kering. Yah, umur akan bertambah, tenaga akan berkurang kemampuan mencari rejeki pun pasti kian menurun.
Bagi para pembaca blog ini, aku memohon doanya agar sang anak tersebut kian tersadar. Bahwa dengan apa yang telah atau sedang dideritanya bukan menjadikan alasan untuk memeras atau meminta kepada orang tua. Agar sang anak benar-benar mengerti dan memahami bahwa hidup ini tak lama. Bukan berarti tak lama harus menggeberkan hidup di dunia ini. Namun bagaimana mencari bekal di akherat nanti. Semoga sang anak dapat merubah pola hidupnya menjadi lebih sederhana. Memahami kondisi keluarganya dan bahkan sangat diharapkan agar dia mampu membantu kedua orang tuanya. Amiin…
Monday, 25 August 2008
Dirimu dan Diriku
Dan disaat itu pula engkau menyambutku
Bukan dengan senyuman ataupun rajutan sapa yang lembut
Hanya sebuah tatapan
Seolah bertanya
Siapa aku…
Berlalu pergi lah engkau meninggalkanku
Tanpa meninggalkan bekas kenangan dalam hatimu dan pikirmu
Bahwa hari ini engkau bertemu denganku
Tersepi rasa dalam hati ini
Membayangkan engkau bergelayut mesra dalam hati ini
Membayangkan torehan senyummu membuyarkan setiap detik lamunku
Bila semua ini
Hanyalah perbedaan antara dirimu dan diriku
Kan ku biarkan semua tergeletak dengan rapi
Dalam butir-butir kasih sayangku
Yang terlepas begitu saja
Biarlah semua tersimpan rapi
Atau mengalir ke dalam lubuk hati
Dan mengendap selama-lamanya
Biarlah melekat dalam hatiku
Sampai aku benar-benar gak tahu
Apakah semua ini
Forward SMS mbak Tiwi
Udah niat sih dari malem aku akan berangkat pagi-pagi tuk melakukan tugas ini. Yah, aku tahu sendiri lah bagaimana kebiasaan orang-orang yang bercokol di kursi pemerintahan.
Bangun pagi udah ku lakukan. Hari itu hari sabtu, ya tentu nganter adikku dulu ke sekolahnya. Abis itu, kebiasaanku di hari sabtu tuk melakukan perburuan, hehehe...job hunter je...
Koran dan internet pun kusambangi. Walhasil aku keluar, maksudku pulang jam 8.30.
De'...telepon...
sampai jam 9an kurang dikitlah, nah rencana sih karena dah siang ku langsung berangkat aja, gak perlu mandi alias cuma wudhu aja buat menunaikan shalat dhuha.
setelah perbincangan lewat telepon selesai, entah kenapa kebiasaan burukku untuk tidak mandi gak bisa aku lakukan. akhirnya kurenggut handuk dan mandilah diriku.
He..he,,,karena ku rada males mandi jadi kalo ku mandi tuh lama sekali. Jam 09.30 selesailah aku mandi. Pokoknya semua selesai dan aku siap untuk berangkat adalah pukul 10.00.
Ku pikir tuh tadinya yang namanya kecamatan Sleman tuh gak jauh-jauh amat...Weee...ternyata jauh brur...Jl. Magelang Km 14 (itu kantor kecamatannya) tapi gak nyampe sgitu sih, tapi tetep aja jauh...nyampe kilometer 9an sampai 13an lah.
Nah, disini ku mulai muncul tantangan yang sebenarnya sudah ku duga sebelumnya. Aku sampai di kantor para aparat desa di sana tuh jam 10.30an, yah kalo aku tahu sih jam segitu apalagi hari sabtu tuh para pejabatnya dah pada keloyoran kemana-mana.
1st destination, tepat dugaanku..aparat yang berkepentingan denganku sedagn tak ada di tempat, bahkan para pejabat lainnya pun lagi keenakan menikmati kudapan makan siang yang belum waktunya. Beberapa mankok bakso lengkap dengan abang penjualnya di depan kantor desanya. Meskipun tak dapat berjumpa dengan aparatnya namun aku bisa membawa monografi dari desa tersebut.
Perjalanan pun ku lanjutkan ke desa ke dua, tak jauh-jauh amat sih, namun hasilnya pun sama..."wah, mas jenengan datengnya kesiangan, pak Kesra nya dah pergi, besok senin tapi rada pagiain aja", jawab salah seorang aparat di kantor desa tersebut. Meski rada kecewa namun aku sadar posisilu emang kurang tepat, emang harusnya aku datang rada pagian. Disini pun aku tak dapat yang namanya monografi.
harapan dan semangatku pun sedikit menyusut, eh lumayan banyak dink...
Aku pun numpang duduk di serambi balai desa tersebut. Sedikit merenung, data yang harus aku peroleh harus dipresentasikan tar jam 1. padahal sekarang udah jam 11.00.
Gak ada pulsa!!!
Suddenly...3 messages received...
Aku lupa mana yang duluan...
Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah kamu bersedih hati padahal kamulah orang yang paling tinggi derajadnya, jika kamu beriman.
Tugas kita bukan untuk berhasil, tapi untuk beramal sebaik-baiknya karena keberhasilan adalah keniscayaan bagi yang bersungguh-sungguh. Perlihatkanlah kompetensi kita di hadapan Allah SWT sampai kaki kita memasuki surga dan merasakan wanginya yang begitu nyata. Surga hanya untuk orang-orang yang kuat yang berjuang dan tetap teguh di jalan Allah SWT. Bukan untuk orang-orang yang lemah dan lalai.
Dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa. Dalam meraih suatu kebaikan dianjurkan untuk meraih yang terbaik diantara kebaikan yang ada. Hal ini dapat kita lihat dari kenyataan yang ada dalam doa ini, yang memohon kepadaNya agar kita dijadikan pemimpin orang yang bertaqwa bukan hanya sekedar orang yang bertaqwa. Dan tidak disangsikan lagi bahwa pemimpin orang-orang yang bertaqwa tentu lebih baik dari hanya sekedar orang yang bertaqwa. Untuk itulah kita sebagai Muslim jangan hanya puas kalau hanya menjadi Muslim yang biasa, tapi jadilah muslim yang luar biasa yang selalu berusaha menjadi pemimpin yang terdepan dalam segala kebaikan.
Sejenak ku renungkan kata-kata itu, meski sebenarnya hal yang paling bisa menenangkan segalanya bagiku dengan kata BIASA WAE namun terkadang hal itu pun bisa naik atau turun kadar keampuhannya dalam menangani stres yang terkadang menyerangku.
Ku hirup dalam-dalam udara yang semilir dibawah pohon perindang di halaman kantor desa tersebut. kuhempaskan perlahan-lahan. Dan akhirnya semangatku pun kembali bangkit. "Ah, kalau di desanya pada kelauar udah kepalang tanggung ke Kantor Kecamatannya aja".
Perjalanan ke kilometer 14 jalan Magelang, ku temukan sebuah papan nama Kantor Desa Triharjo...Aku belokkan motorku menuju kantor tersebut.
Kesan pertama sih sama aja dengan kantor desa yang sudah aku datangi. JAm segitu sepi, dah pada pergi..
Tapi alhamdulillah di sana masih ada beberapa aparat desa yang masih ngobrol di serambi-serambi meski dah ada yang menenteng tas hendak pulang. Namun kebetulan saja aparat desa yang berkepentingan denganku masih ada di tempat, setelah melakukan sedikit wawancara akhirnya aku dapakan apa yang ditugaskan oleh panitia rekruitmen organisasi.
Alhamdulillah....
Tuesday, 12 August 2008
August
Bulan kemerdekaan
Bulan kebahagiaan para pejuang
Bulan penebus nyawa yang tumbang
Dulu...
Bulan yang ramai dengan pesta rakyat
Bulan yang dipenuhi bumbu demokrasi
Demokrasi liberalis
Kapitalis nan puitis
Berpadu dengan janji-janji manis
Tikus-tikus politik bermain di atas kursi rakyat
Di atas keringat dan pedihnya air mata yang menetes
Ingatkah kalian pada merahnya darah yang mengalir
Pedihnya luka yang tak terasa saat itu
Menganga namun mereka tetap membisu
17 Agustus
Momen yang digunakan kalian untuk berlomba
Dengan dalih menghargai para pahlawan kemerdekaan
Dengan lomba
Umbul-umbul
Pentas seni
Mungkin sebagai bentuk rasa syukur
Namun apakah tiada yang lebih bermanfaat dari itu
Doa/ tirakatan hanya sebagai prosesi saja
Entah kalian yang melakukan nya bener2 tulus melakukannya
Atau sekedar memenuhi undangan dari para tetua di kampungmu
Bagaimana dengan jiwamu
Bagaimana dengan mental yang kamu miliki
Rasa yang ada untuk menghargai
Mereka yang telah wafat
Mendahului
Hidup memang akan mati
Tapi sadarlah engkau
Setiap nafas kebebasanmu
Adalah berkat keringat dan darah mereka
Hhhh...
Mungkin tulisan ini hanya menjadi tulisan
Dimana hati bahkan telinigamu tak mampu mendengar
Tak mampu merasakan
HIDUPLAH INDONESIA!!!!
Wednesday, 23 July 2008
Mz Andhika
Someone having a very great possibility to make me sad or happy
Cry or laugh
Even in one moment
Someone who affects me so much
Someone for whom I give my love
^_^
Sweety message....from someone who makes me feel so fortunately
teardrops on my guitar
That I want and I'm needing everything that we should be
I'll bet she's beautiful, that girl he talks about
And she's got everything that I have to live without
Drew talks to me, I laugh cause it's just so damn funny
That I can't even see anyone when he's with me
He says he's so in love, he's finally got it right,
I wonder if he knows he's all I think about at night
He's the reason for the teardrops on my guitar
The only thing that keeps me wishing on a wishing star
He's the song in the car I keep singing, don't know why I do
Drew walks by me, can he tell that I can't breathe?
And there he goes, so perfectly,
The kind of flawless I wish I could be
She'd better hold him tight, give him all her love
Look in those beautiful eyes and know she's lucky cause
He's the reason for the teardrops on my guitar
The only thing that keeps me wishing on a wishing star
He's the song in the car I keep singing, don't know why I do
So I drive home alone, as I turn out the light
I'll put his picture down and maybe
Get some sleep tonight
He's the reason for the teardrops on my guitar
The only one who's got enough of me to break my heart
He's the song in the car I keep singing, don't know why I do
He's the time taken up, but there's never enough
And he's all that I need to fall into..
Drew looks at me, I fake a smile so he won't see.
by: Taylor Swift
Saturday, 19 July 2008
Setibamu
Dulu kau siapa
Saat aku tak mengenalmu
Saat aku tak tahu dimana dirimu
Kini...
Telah datang dirimu
Membawa cerita-cerita yang baru
Mewarnai setiap sudut kanvas hidupku
Padahal
Kanvasku telah rusak
Rusak karena terlalu banyak warna yang menggelayut
Warna yang sedikit mulai merobek tiap rajut benang di dalamnya
Tapi
Kadang goresan kuasmu
Mengumbar kembali warna yang telah lalu
Warna yang sangat menodaiku
Merah kian menjadi merah
Namun sering pula hitam kau sapu menjadi putih kembali
Kadang ku sering bertanya
Kau sapukan warna biru hari ini
Warna apa yang kelak akan kau sapukan untukku
Hijaukah?
Kuningkah?
Atau bahkan gelapnya ungu?
Namun aku bahagia
Warna yang baru telah sedikit memulas dasar kanvas yang lama
Meskipun engkau tak bisa membelikan kanvas yang baru untukku
Tapi aku bahagia
Thursday, 17 July 2008
Sesaat Setelah Kau Bilang
Lewati cerita yang kita rangkai berdua
Tak pernah terlintas semua kan berakhir
Saat kau mendua hancurkan segala
Kuakui aku memang terlanjur lemah
Tak mampu puaskan lagi semua inginmu
Apakah selamanya cinta harus memberi
Bukankah kita terlahir untuk berbagi
Benarkah diriku yang memang sudah tak mampu
Ataukah engkau yang tak pernah menginginkanku lagi
Harusnya kusadar semua menjadi terbakar
Dan aku terlanjur, terlanjur sayang
Tak pernah terlintas semua kan berakhir
Saat kau mendua hancurkan segala
Air mata ini pun menetes, yah..mungkin terlalu cengeng bagi ku untuk menangis. Terlintas kembali semua kenangan, cerita tentang cinta yang melukaiku. Apakah ini kan terulang lagi?dan lagi?
Waktu demi waktu pun berlalu masih berkutat dengan lukaku. Dalam hati pun akuberkata "I have nothing", bahkan untuk sebuah rasa ingin disayangi pun benar tak ada. Biarlah aku sendiri, kembali menata hati. Dan lagi.
Meski sakit aku mencoba untuk bisa menerimanya. Asal engkau melakukan yang lebih baik daripada kemarin. Aku memang bukan siapa-siapa. Tak punya rasa ataupun sesuatu yang bisa dimiliki bahkan untuk dibanggakan.
Ku biarkan dan mencoba hilangkan rasa sakit karena sayang. Ku biarkan aku melenggangkan langkah seperti biasa. Aku menerima. Dan aku mencoba untuk tak merubah sikap. Mungkin memang aku terlalu bodoh sehingga tak bisa bahkan tak kuasa membalas semua rasa yang kau tebarkan. Biarlah aku meluka asal engkau bahagia.
The shinny future yang selalu menunggumu pun tak goyah meski aku tiada. Meski aku terluka. Dan aku tak berubah, masih seperti dulu. Yang dengan lugu membiarkan orang lain untuk melukaiku.
Tak ada yang salah dan tak ada yang benar. Karena semua ini adalah jalan hidup yang memang harus dilalui, dihadapi.
Aku bukan siapa-siapa. Aku tahu itu.
Namun berjanjilah untuk better than ever untukku.
Aku baik-baik saja. Aku kan berdiri tersenyum menatapmu bercahaya di sisi gelapku, dengan setiap sudut senyum yang melintas di wajahmu.
Tuesday, 15 July 2008
Engkaukah Itu
Hatiku berdengung
Memburu apa yang sebenarnya terjadi
Mereka menerka
Mereka menduga
Telapak sanubariku berkaca
Berdua cermin kebingungan
Satu penjuru
Dua bayangan
Siapa dia?
Menatap seolah tak menyapa
Sekedar tanya tak kuasa
Engkau dimana?
Engkau siapa?
Engkau kemana?
Bertanya dan bertanya
Jawaban pasti berseri
Tiap hati ini berikhlas
Tiap hati ini merela
Ya, semua milikNya
Semua kehendakNya
Meski terkadang sakit
Meski terkadang terasa getir
Tapi siapa aku?
Malu pun kadang terlalu sering memadu dalam kalbu
Bangga pun tergolek lemas menggontai
Seakan tiada kelak
Seakan semua sama seperti yang lalu
Engkaukah itu?
Seseorang yang pernah memberiku
Seseorang yang pernah membangunkanku
Engkaukah itu?
Yang jatuhkanku
Membelaiku dalam tiap rintihan pedihku
Engkaukah itu?
Thursday, 5 June 2008
Alhamdulillah
Mata ini terpejam tatkala gelap menerangi
Mata ini pun melihat tat kala seberkas sinar menutupi
Angin semilir yang membasuh tiap helai rambutku
Menembus tiap sudut sendi-sendiku
Yang mulai kaku
Ku tatap jauh awan di langit
Ku lihat samar seekor burung mengepakkan sayap
Membelah angkasa
Menerobos tiap bercak-bercak cahaya
Sedikit demi sedikit
Kepakan sayapnya menghilang
Di tengah pekatnya awan yang tertiup angin
Di silaunya sinar mentari yang kian meredup
Tenggelam dalam angan-angan
Menembus pandang setiap kalbuku
Meruntuh layu setiap lamunanku
Ku sadarkan diriku
Setiap saat ku berdiri, setiap ku tertegun
Dia ada
Bahkan tatkala aku bersembunyi dari hinanya dunia ini
Dia tahu
Di mana aku
Engkaulah yang tahu
Kemana aku
Engkaulah yang menuntunku
Minthiku Mati
Tak obahke ora digape
Mripat kang merem
Tansah ngetokake ati sing tentrem
Ambles nang tengahing lebu
Nanging minthiku isih tetep lucu
Nang sak walike kuninge wulu
Minthiku ninggalake aku
Dadi siji karo siti
Mratandhakake sowan menyang gusti
Nyawa kang ora nganti sak sasi
Dosa durung tok lampahi
Minthiku mati…
Tanggal 2 Juni
Bareng ulang tahune wadon siji
Sing tak tresnani
Minthiku…
Mugo sowanmu marang Gusti
Linampah kanthi tegaring diri
Tan ora ana dadi pepalanging mergi
Awakmu ilang
Wulu-wulumu mabur kena angin
Kang semlibet wayah siang
Mandhek kanthi pesti ing ngisor wit ringin
Minthiku…
Dalanmu durung dowo
Mripatmu durung suwe weruh
Lan telihmu durung sido isi
Mbokmu ora kelangan, minthiku…
Bapakmu lali marang werna wulumu…
Sedulurmu ora ngerti sopo awakmu
Kowe dewe minthiku…
Uripmu pancen angel
Dalan kang resik durung mesti
Dadi dalan sing penak kanggomu
Minthiku…
Ora ana sing bisa tak lakoni
Ora ana sing bisa tak tulungi
Sapuramu minthiku…
Friday, 23 May 2008
Ketika Mataku Berkedip
semua berlalu tanpa aku tahu
ketika mataku berkedip
semua pergi meninggalkanku
ketika mataku berkedip
Engkau masih setia menungguku
Engkau masih teguh membimbingku
Selaras menuntunku
ketika mataku berkedip
Semua tak terasa gelap
namun tak begitu jelas
tak pernah seperti lelap
ketika mataku berkedip
debu dunia yang hampir mengenaiku
terhempas bulu-bulu mata indahMu
terlempar jauh menghindariku
semua atas ijinMu
terima kasih
Engkau telah mengedipkan mataku
Tuesday, 1 April 2008
akan kemanakah kami Yaa Rabbi
Melihat deru tapak manusia yang menari
Sebentar datang tak lamapun pergi
Berpunggung rembulan dan berdada mentari
Rintihan mereka terdengar lirih
Di remang cahaya kehidupan nan perih
Tak kuasa berjalan tertatih
Letih...
Akankah mereka sadar?
Ataukah hanya semakin berpendar?
Berjuang untuk hadapi kehidupan
Terkadang tak segan untuk melawan
Keesaan dan keagungan Tuhan
Friday, 29 February 2008
Permohonan Cinta
musim dingin yang panjang
100 tahun lagi aku akan berbaring di sampingmu
Menantilah dalam damai hingga hari itu tiba
Apakah masih terasa aneh
Sebenarnya bagiku juga aneh
Darimana kudapatkan keberanian ini
Kau bodoh tak tahu seseorang memperhatikanmu
Kau bodoh hanya memikirkan apa yang ingin kau katakan
Tapi bukan orang yang kau ajak bicara
Saat pertama melihatmu kau seolah muncul dari laut
Sementara aku merasa seakan jatuh ke dalam laut
Jika tak kuungkapkan perasaanku sekarang aku sulit bernafas
Aku senang berada bersamamu
Aku berharap kau menjadi takdirku
Malam ini bahkan bintang tidur
Kau menatap laut sendirian
Ombak menarikan tarian kesepian mereka
Sayang, temui aku malam ini
Sayang, kau lupa akan diriku dan hatiku?
Apakah angin dingin menghapuskan cintamu?
Semuanya sama seperti dulu
Dan tak ada alasan untuk berubah
Tapi yang membuatku merindukanmu
Yaitu mimpi di malam musim panas
Hujan seperti butiran atau benang?
Kapan aku bisa tahu?
Di pusat angin topan tak ada hujan atau angin
Hanya ketenangan
Apakah kita di pusat angin topan?
Aku akan menangis untukmu
Tertawa untukmu
Dan hidup untukmu
Kau adalah pusat alam semestaku
Aku berharap kita bisa tinggal di sini selamanya
Saat aku memanggil apakah kau selalu menjawabku?
Aku bersyukur bahwa aku harus berterimakasih padamu
Kau adalah laut dalam hidupku
Maafkan aku
Yang telah mencintaimu
Ku mohon berbahagialah
Karena aku mencintaimu
Kau harus bahagia
Maukah kau berjanji akan hidup bahagia
Dan baik-baik saja?
Saat bibit ini menjadi bunga
Dan menutupi bukit ini
Looking for a Job
Cari kerja di Jakarta…kata orang sih di Jakarta tuh banyak yang namanya pekerjaan, emang iya sih, sampai-sampai saking banyaknya pekerjaan di sana orang tuh makin berjubel menuhin kota yang sering disebut sebagai ibukota Negara itu. Walhasil, ya semakin padat, apalagi kepadatan itu sering tidak didukung oleh infrastruktur yang memadai, dan hasilnya macet dimana-mana.
Yah, kemaren sih, ya gue tuh iseng aja ngisi form online milik BRI di internet, gak nyangka bakalan dipanggil buat test. Test pertama dilakukan di sebuah gedung di LPPM di Jakarta. Untuk 20 karyawan yang dibutuhkan ternyata sebanyak 800 orang melamar pekerjaan tersebut (sebelum lolos test administrasi pasti lebih banyak donk), nah, anehnya tes awal di sana tuh bener2 kagak sulit hanya butuh kecepatan dan ketelitian serta ketepatan aja. Ya macam tes psikologi gitu. Meski sempat pesimis buat ngalahin semuanya tapi gue yakin bahwa gue mampu ngerjain soal-soal yang diberikan oleh lembaga psikotest dari FP UI. Setelah itu nunggu 1 minggu buat pengumuman. Otomatis donk, daripada gue ngejonggrok di Jakarta tanpa ada kegiatan apapun maka gue mikir lebih baik gue pulang dulu ke Jogja, yah lagian hari seninnya gue ada test di salah satu BPR di Jogja, di Jogja pun begitu untuk 10 posisi (lowongan) yang daftar berjumlah 900an orang. Gila gak tuh, itu baru skala daerah aja dah kayak gitu, dan anehnya lagi bobot materi soal yang diberikan tuh lebih susah daripada yang dilakukan di Jakarta., dimana di Jogja sendiri udah ada materi tentang Perbankan dan bahasa Inggris yang itu tidak ada pada saat test di Jakarta. Harapan sih pasti ada buat masuk, yang penting optimis bos…
Tuhan tu tahu segalanya kok dan Dia tuh pasti kasih yang terbaik buat kita. Nah tuh salah satu prinsip yang muncul setelah gue kenal ma seseorang yang sangat istimewa.
Setelah menunggu lama (gak ding Cuma nunggu sekitar 1 mingguan kok) akhirnya pengumuman BRI di tayangkan di website. www.lppm.ac.id, dan gue pun kagak nyangka lagi kalo akhirnya gue lolos dan berhak buat mengikuti test selanjutnya di Jakarta lagi tentunya yaitu test wawancara awal. Seneng? Tentu dunkz, bagimana nggak, orang bodo kayak gue, yang mana otak gue pas-pasan dibandingkan orang yang kemaren dating pas test awal di Jakarta bias lolos buat test tahap kedua, sempat mikir, kok bisa ya???
Nah, nih yang bikin gue bener2 H2C, pas waktu itu gue khan ke Jakarta naik bus, nah tiba-tiba tuh jam 23.00 bus tuh macet, dan nanya ma kru nya katanya nunggu bus pengganti, nanya juga sih mentok sampai Jakarta jam berapa. Jam 5 paling dah masuk, katanya (kalo biasanya masuk jam 4). Mikir, posisi hari kerja (Selasa 26 Februari 2008) yang namanya Jakarta pasti macetnya minta ampun. Eh diperparah lagi ternyata bus sampai di Terminal Lebak Bulus jam 6 pagi, wah bakalan kagak sempat mandi nih pikirku, ternyata benar, setelah gue telepon Pakde gue yang ada di Jakarta (Cinere, butuh waktu 15 menit buat sampai ke terminal, Kondisi gak ada kendaraan lain, pake motor disaranin gue ganti baju di masjid dekat terminal aja, soalnya pas hari sibuk gini waktu tempuh ke Cinere bisa nyampe 1 jam lebih…walhasil akhirnya gue mandi di kamar mandi umum di kompleks terminal situ dah, mana airnya sedikit banget, gak bawa sabun, gak bawa pasta gigi(Cuma bawa toothbrush nya aja)gue pun akhirnya mandi di situ, gue piker ahh, seperti inilah perjuangan hidup, semua pasti ada hikmahnya (pasti donk),
Senjata terampuh, ya pake parfum, nah itu tuh, cssss….. ga cukup banyak sih, tapi dah bisa bikin gue seperti kayak udah mandi, soalnya jarang gue tuh pake parfum, gak suka..
Habis itu, jam 06.45 pakde gue jemput, trus kita langsung menuju lokasi test, butuh waktu 1,5 jam buat nyampe yang namanya Menteng Raya padahal gue dah keluarin teknik membalap nya Hendriansyah, tapi dasarnya Jakarta gimana mo ngebut jalannya aja kagak ada (penuh, maksudnya) geber motor paling-paling mentok juga Cuma nyampe 70 km/jam, itupun paling Cuma berlangsung 20 detik aja, habis itu rem, rem dan rem lagi. Merayap layaknya semut…
Nyampe di tempat test (Gedung Tedja Buana, showroom Kedaung) jam 8.15 (test jam 09.000 disana gue juga bertemu dengan orang dari Jogja (bahkan ada yang dari Surabaya) yang baru tiba pagi itu. Dan ternyata mereka pun tak sempat buat mandi, cerita banyak (gak juga dink orang habis tuh langsung masuk ke gedung dan naik ke lantai 4 (untung aja ada elevator nya, tempat test pertama kali kita naik tangga sampai lantai tiga, lumayan capek).
Nunggu beberapa menit akhirnya jam 9.45 tiba giliran gue buat test wawancara tahap awal. Di sana 10 orang dimasukkan dalam suatu ruang kemudian dipaneliskan, untuk memperkenalkan diri termasuk motivasi untuk masuk di BRI. Biasa aja sih, yah menurut gue gitu-gitu aja, dan pada seleksi ini ternyata ada 400 orang (berarti ada 400 orang yang gugur saat test pertama)
Test ini Cuma berlangsung selama 45 menit dengan agenda perkenalan diri dan menunjukkan potensi-potensi diri.
Test selesai!!balik!!!gue tuh masih bawa yang namanya tas yang berisi pakaian, sandal dll, yang lumayan berat sih…
Tadi pagi gue juga dah bilang ma pakde bahwa gue pulangnya (ke rumah pakde gue) naek kendaraan umum ja, udah tahu jalurnya kok…
Bayangin aja, gue keluar dari Menteng (tempat gue test) jam 11.00 tahu kagak gue nyampe cinere jam berapa, jam 2 man!! Gila padahal gue tuh ngantuk banget, pas di metro mini sempat tidur barang 10 menitan. Kondisi yang parah banget, pantes pemimpin negeri ini gak ada yang bener, mungkin stress Karena macet adalah menjadi faktor penentu juga.
Tapi alhamdulillah gue bisa nyampe juga di rumah pakde gue (malu-maluin banget kalo gue tuh sampe ilang di Jakarta, hi34x….)
Minum air putih, makan siang tadi pagi gak sarapan soalnya, shalat Dhuhur terus tidur dah, sampai jam 4 sore, bangun terus ashar, ngobrol bentar ma sepupu gue, sampai adzan maghrib akhirnya gue putusin buat mandi…
Sekarang tuh gue bingung, karena pengumuman test kemaren tuh ada besok minggu, sementara buat nunggu besok minggu tuh masih ada hari kamis, jumat dan sabtu. Gak ngapai-ngapain, padahal gue tuh gak bisa yang namanya berdiem diri gini…bete banget tau…tapi kalo gue balik, takutnya gue harus bolak-balik lagi kesini, ah…entahlah tapi ada temen yang nelepon ada tugas buat survey di Jogja, dan akhirnya pun gue harus mutusin buat pulang…
Uh, otak gue dah capek gue harus istirahat, sekalian mo refresh mo jalan ke terminal buat nyari tiket, soalnya kalo dadakan banyak calo yang gak bertanggung jawab
Dan satu lagi, ada seseorang yang senantiasa ngasih gue semangat, dan gue sayang banget ma dia
Makasih banget sayang, Luv U so much….
Saturday, 23 February 2008
Malam di Rumah Cinta

Dalam pekat malam yang tergerus oleh masa
Meredup sayu menanti pagi
Jiwa nan melayang
Menanti indahnya tangisan sang rembulan
Yang bernyanyi kala hati ini sedang rindu
Rebahlah hati ini
Dalam pangkuan cinta
Dalam pelukan kasih sayang
Kata cinta yang terangkai
Melebarkan sudut hatiku
Mekarkan senyum sang langit romanku
Sendiri dalam indahnya kasih sayang
Berdua dalam indahnya perasaan
Bahkan kumbang tak mampu terbang
Melekat erat dalam mahligai cinta
Sendu, kala itu
Merdu…
Bersimpuhku dihadap-Mu
Mengambang tanganku harapku
Lambaian cerita mengadu
Sesaat terdiam membisu
Benarkah ini?
Apakah ini?
Siapa ini?
Mengapa ini?
Tetesan kata-kata
Cinta membuatnya menjadi tak bermakna
Ramainya terucap
Cinta membuatnya tak ada
Gelap…
Indah…
Rumah Cinta

Ku sibakkan tirai penghargaan
Ku hirup sejuknya kasih dan sayang
Di Rumah Cinta…
Bersama seseorang di sana
Mengalunkan melodi nada ketulusan
Yang menyemayamkan jiwa dalam kedamaian
Rumah Cinta…
Aku terpaku menatapku
Aku tertawa melihatku
Bahkan aku menangis saat aku mengingatku
Dalam Rumah Cinta…
Bahagia dalam sebuah pengorbanan
Kesedihan kan larut bersama senyuman
Sang Rumah Cinta…
Friday, 22 February 2008
Cinta adalah "Walaupun" bukan "Karena
Noda di mataku terasa sangatlah pedih
Namun air yang menetes di pipiku bukanlah air mata
Kata yang terucap lirih ini tak berharap tuk menyakiti
Kasih…
Bila ku raih kasih sayangmu
Dalam dekapan sayap mimpiku
Dalam peluk malam yang mendamaikanku
Dalam redupnya bintang kala hujan
Kasih…
Ceriamu membungkam lukaku
Senyummu menidurkan rasa cemburuku
Keindahan di balik ceritamu menenggelamkanku
Kasih…
Setiap cerita saat engkau berada di sana
Mendayu senada hidupmu
Merapat ke dermaga harapan
Mengalunkan bisik-bisik perasaan
Kasih…
Hati ini untukmu
Lukaku ada untuk dirimu
Bahagiamu adalah untukku
Kasih…
Aku tidak peduli
Apapun yang kau beri bukanlah sebuah harapan bagiku
Apapun yang engkau lakukan aku tetap sayang padamu
Cinta adalah walaupun bukan karena…
Bukan karena setiap syahdu merdu suaramu
Bukan karena gemilangnya hidupmu
Bukan karena secerca canda yang kau berikan
Walaupun engkau menyakitiku
Walaupun engkau membenciku
Walaupun engkau menggoreskan luka
Walaupun engkau menyayat hati ini dengan kasih sayang
Dengan kebencian…
Aku tetap sayang padamu…
Rasa biarlah menjadi rasa
Hilang akan kembali datang
Meraih sejuta keindahan
Dalam setiap pedih kesedihan
Bahkan…
Setumpuk dosa di pangkuan
Bukanlah sebuah hinaan tanpa pujian
Ketika belaian kasih sayang menapaki dalamnya hati ini
Kasih…
Meskipun apa yang kamu lakukan padaku, apa yang akan terjadi nanti, aku kan selalu sayang padamu, bukan karena rasamu, bukan karena warnamu, bukan karena pelitamu dan bukan karena anugerah Tuhan yang diberikan untukmu..
Aku menyayangimu karena Tuhan telah menghendakinya…
Sunday, 10 February 2008
Harga Sebuah Janji

Dengan iringan lagu merdu nan menari
Mataku terbuka menatap suasana
Indahnya dunia
Terpekik saat ku kembali pejamkan mata
Menatap dalam ke relung kegelapan
Saat aku menginjakkan sebuah masa
Masa lalu yang samar di mataku
Seorang sahabat berdiri memaku
Menangis pilu meraba hatiku
Rebahkan semua harapan yang ada dalam samudera masa depan
Tebarkan kesemuan penyesalan dalam sebuah harapan
Kematian telah membawanya pergi
Meniti semua rasa
Yang telah menghinggapi
Jiwa dan raganya
Terhempas jauh
Saat semua melempar rasa keluh
Yang tak sedikit memperderas arus peluh
Engkau gugur saat bunga tak layu
Engkau tiada saat semua terharu
Engkau pergi saat semua menanti
Engkau hilang saat semua tersenyum bangga padamu
Saat semua merekahkan senyum untukmu
Saturday, 9 February 2008
Hmm...
Tuesday, 5 February 2008
anugerah-Mu

Engkau sandingkan kata-katanya dalam setiap hariku
Engkau ingatkan wajahnya dalam setiap mimpiku
Engkau tumbuhkan perasaan sayang di hatiku
Meski tak pernah bermimpi aku jumpa dengannya
Meski tak pernah bermimpi aku bisa bercanda dengannya
Meski aku tak pernah bermimpi sayang padanya
Engkau anugerahkan kepadaku
Engkau limpahkan padaku
Tanpa aku memohon
Tanpa aku berhayal
Tanpa aku berharap
Engkau munculkan tiba-tiba
Engkau hadirkan tanpa berita
Aku tahu…
Semua ini adalah pemberian-Mu
Yang pasti memiliki hikmah untukku
Berarti dalam hidupku
Dan aku juga yakin
Bahwa ini semua adalah kehendak-Mu
Untuk kesekian kali aku memohon
Untuk kesekian kali aku berharap
Untuk kesekian kali aku bersimpuh
Kuatkan hatiku
Kuatkan diriku
Teguhkan jiwaku
Terangi jalanku
Dalam menerima setiap rahmat-Mu
Dalam menerima setiap anugerah-Mu
Sebuah Harapan....
Ya, mungkin berawal dari organisasi karang taruna gue mulai kenal ma dia, ato kegiatan di masjid mungkin, yah..gue tuh emang rada males ke masjid (dulu..bro..sekarang iya apa nggak ya??)..
Yang jelas dari situlah gue mulai kenal dia, bagaimana karakteristik dirinya… anak2 banget (emang gue udah gede..)ya pokoknya entah kenapa bisa beda banget pola pikirnya, entah karena gue bodo ato gue merasa sok tua…(emang udah tua ding..)
Dia tuh sering bikin gue kesel dengan segala tingkahnya, kadang baik ma gue, perhatian ma gue tapi kadang tanpa sebab tuh dia marah2 kagak jelas..
Mana nih cerita sayangnya…
Nah, semua itu bermula saat ada KKN UGM di tempat gue. Biasa khan kalo ada KKN tuh pasti ngadain kegiatan gitu, ehmm..kalo kagak salah tuh pas kegiatan TPA(dulu TPA tempat gue tuh sempat vacum 2 th, nah dia tuh yang bisa ngidupin lagi, hebat khan!!!), nah, katanya salah satu KKN (kebetulan sampai sekarang gue masih temenan ma dia, akrab malah, anak Geografi UGM, rambute kriting) pas suatu waktu dia (tetangga gue) nangis kagak jelas di luar masjid di bawah pohon kelapa (waduh untung kagak kejatuhan kelapa), nah terus temen gue tuh nanya, “Ngopo e?”, kemudian tetangga gue tuh ngejawab, “Kae lho, Mas Andhika ki nyebahi”, kemudian temen gue nanya lagi, “Lha nyebahi piye”, lalu tetangga gue jawab’ “Yo pokoke nyebahi”. Habis itu temen gue tuh cerita ma gue, bla3x…gitu, nah kemudian salah satu KKN yang usianya udah rada tua (kebetulan cewek) tuh ngandhani gue, “Ahh, biasa dia tuh suka ma kamu”. Nah dari situ lah gue jadi penasaran. Apa iya sih orang yang banyak kekurangan kayak gini bisa disukai orang laen.
Kemudian gue coba mengenal dia, apa bener sih dia emang suka ma gue (sayang maksudnya), selidik punya selidik akhirnya gue tahu dia punya 2 sahabat cowok si SMA nya yang kalo kagak salah dia suka, bahkan salah satu cowok tadi pernah nembak dia. Nah, dari situ gue minder lagi, berarti apa yang dikatakan temen KKN gue tadi kagak bener, orang tetanggaku suka ma orang lain ko’..
Jujur sih, gue tuh kagak demen yang namanya berburu/ memburu wanita agar bisa sayang ma gue. Akhirnya gue mulai ngambil jarak lagi…dengan ngilangya gue tadi sempat gue dijuluki blackhole ma dia, enggak tahu maksudnya apa, yang jelas dengan nama blackhole itu gue pernah kirim surat ke dia (via pos lho), bikin blog dengan nama blackhole-c.blogspot.com
Nah, sampai pada KKN periode selanjutnya, gue masih berstatus dengan blackhole itu, sampai pada suatu waktu dia tuh bikin gue bener2 kesel bahkan sempat pula bilang gak pengen dengan kata blackhole lagi, ya,..saat itu ada pentas seni 17 agustusan, pada kesempatan itu gue sempatin buat nulis puisi yang isinya gak ada lagi nama blackhole, gue belain sampai ganti no hp(085643246426), tapi entah gak tahu apa yang bikin semua itu jadi gak enak banget. Sampai akhirnya gue curhat ma temen gue (Sherly Margaretha), dan dia tuh bilang ma gue, “Dhik, lu gak usah bohongin diri lu sendiri, lu tuh sayang, suka ma dia khan, lu tuh dah jatuh cinta ma dia”.
What!!!!apa!!!
Gue gak mau jatuh cinta!!!!!!
Sampai kagak tahu Sherly ngomong apa ma tetangga gue tuh, waktu demi waktu berlalu, akhirnya Sherly lulus dan diterima kerja di salah satu Bank swasta di Bandung, gue pun mewarisi no cantiknya…085643555xxx…
Kemudian gue pun mulai kembali smsan ma tetangga gue tuh, dan sampai saat ini..
Sebenarnya banyak kisah yang ingin gue ceritain, tapi sumpe,,banyak banget, yang jelas kami tuh aneh banget, sering yang namanya betengkar kemudian baekan lagi terussss…gitu…
Sampai pada akhirnya dia diterima di STAN (sekolah bergengsi buat para calon pegawai seputar perpajakan), yah…gue sih ikut seneng aja dia diterima di situ dan gue juga yakin dia tuh punya masa depan yang cerah(sebelumnya dia tuh diterima di UGM dan STIS lho)…
Gue kadang bercermin ma diri gue sendiri, ya ampun gue tuh bodo banget ya…kuliah di PTS, IPK kecil…huh…tapi terlepas dari itu gue senantiasa bersyukur, karena masih ada orang yang di bawah gue…alhamdulillah….
Nah gitu deh..perjalanan gimana gue bisa punya rasa sayang lagi, gue menghargai kasih sayang setelah sekian lama tuh gue benci banget ma perasaan itu..
Yah, meski gak ada status di antara kami (gue rasa kagak perlu tuh yang namanya status, emang kita tuh siapa??) gue sayang banget ma dia. Menurut pengakuannya pun dia sayang ma gue…
Sampai pada akhirnya dia ketik dan kirim sms ke gue yang pada intinya setelah gue dia tuh kagak pengen ada yang nomor 3,4, 5 dan seterusnya. Meski semua kita kagak tau gimana akhirnya, toh Dia yang menentukan. Ya toh!!!
Nah gini ceritanya, mungkin bagi lu yang membaca kagak menarik, tapi bagi gue nih adalah persitiwa besar dimana rasa sayang gue hidup lagi setelah 4 tahu lamanya padam..
Buat De’…aku sayang banget ma kamu, entah apapun perlakuan De’…sama aku (+/-) aku nggak peduli, perasaan sayang ini adalah milikku, aku gak mo ada orang lain yang memadamkan perasaan ku ini. Terserah De’…mo gimana nanggepinya… apapun yang terjadi, apapun reaksi De’..aku tetap sayang kamu…