Thursday, 16 December 2010

Keindahan??

Aku mulai bingung harus mulai darimana
Semua seolah ujung yang tak berpangkal
Tak mudah aku urai karena hilang di tengah
Tak sabar pun maka pastilah aku akan jengah

Memang, meniti langkah musti berusaha dan berserah
Tak dapat teraih tergantikan mungkin saja
Semua tentang bagaimana kita bisa menerima
Bagaimana kita melihat semua hal adalah keindahan
Keindahan yang teah dipilih-Nya
Melebihi apa yang kita ketahui tentang makna indah

Indah?
Dilihat?dirasakan?
Terlalu naif mendefinisikan indah menjadi sebuah hal yang kasat mata
Karena sungguh
Keindahan itu adalah sesuatu yang takkan bisa dilukiskan dalam baluran cat minyak
Tak dapat disenandungkan dalam barisan not balok
Bahkan tak dapat dirangkaikan dalam ratusan bait puisi

Keindahan
Akan terasa sungguh dalam hati
Bergejolak?
Iya..amat bergejolak
Seperti kegembiraan, kesedihan
Namun, keindahan
Akan terasa indah bila kita tahu
Bahwa keindahan itu tak kan pernah terungkap
Takkan pernah terucap,tertulis dan terlukis
Mungkin kata yang tepat adalah semacam kata tiada tara
Namun itu juga tak dapat mewakili keindahan

keindahan
Sesuatu yang indah
Dan akan senantiasa indah
Meski galau, ricuh yang ada
Menerpa dalam ruh tiap manusia

Keindahan itu ada
Dan merupakan karunia
Yang takkan bisa kau elakkan

Keindahan...

Tuesday, 19 October 2010

SICC 12 Oktober 2010


Sentul International Convention Center

12 Oktober 2010
Pagi itu aku bangun lebih pagi, aku mandi lebih pagi dan aku segar lebih pagi
Pagi itu aku telah memesan taksi

Jam 04.15 aku membuka mata, dan dengan segera aku melihat bahwa ternyata aku harus segera untuk menyiram tubuhku dengan air dari kamar mandi kosku. Kos di daerah Petojo Enclek belakang Kantor Walikota Jakarta Pusat. Setelah sebelumnya aku memesan taksi Ekspress, aku menengadahkan diriku dalam barisan ayat sholat subuh.Sesaat kemudian aku selesai dengan segala persiapanku termasuk membawa surat undangan, kamera digital aku seger amenghamipi taksi yang telah menungguku sejak dari 10 menit yang lalu. Sebenarnya aku telah bilang kepada pihak taksi bahwa aku pesan untuk jam 05.00, namun ternyata sang sopir sangat bersemangat dan datang pada pukul 04.30. Mungkin karena kali ini dia akan mengantarkan orang dengan tujuan yang relatif jauh sehingga dapat memperoleh keuntungan berlebih.

Setelah sesaat pintu taksi dan aku mengatakan arah tujuan, taksi itupun meluncur dengan kecepatan sedang menuju arah tol Jagorawi yang pada nantinya akan mengantarkan aku ke sebuah gedung di pinggiran Jakarta. Sambil berbagi cerita dengan sang sopir aku melihat betapa lengangnya Jakarta sepagi itu. Sambil sesekali aku mengetikkan beberapa pesan pendek kepada seseorang di sana yang juga sedang bersiap-siap untuk menghadapi salah satu hari yang tak akan dilupakan seumur hidupnya.

Setelah beberapa saat taksi meliuk-liuk di antara tikungan ibukota, akhirnya taksipun sampai di gerbang tol Jagorawi yang kemudian setelah sang sopir membuka jendela dan kemudian menutupnya kembali, taksi pun meluncur dengan lebih cepat. Kuketikkan kembali beberapa pesan kepada seseorang di sana, menanyakan bagaimana keadaan dia, bagaimana persiapan dia.

Sesaat setelah mendapat balasan dari seseorang di sana, tak terasa taksipun sudah perlahan meninggalkan Jakarta.Sejuk benar udara pinggiran Jakarta ini batinku. Meski saat itu aku berada dalam terpaan udara dalam mobil yang berpendingin namun aku bisa melihat samar-samar guratan kabut yang melayang di sela-sela dedaunan yang mengambang di antara langit dan bumi.

Sambil sesekali membuka undangan yang mencantumkan denah lokasi untuk memberikan petunjuk kepada sopir taksi yang kian lama kian menikmati perjalanan ini serasa sesekali melirik argo yang sekiranya meenguntungkan dia. Ternyata lokasi tersebut sudah dekat. Keluar di kilometer tiga tujuh Sentul City. Roda taksipun akhirnya berbelok mengikuti alur jalan keluar itu. Di depanku juga nampak orang-orang yang sedang berkendara dan sepertinya adalah satu tujuan. Aku bisa mengatakan hal itu karena sekelabatan mata aku melihat nampak undangan yang sama di baca oleh orang yang berada di mobil lain tersebut.

Sampai pada akhirnya aku sampai di pelataran sebuah gedung nan megah. Sopir hanya menurunkan aku di depan gerbang. Ya, karena aku yang meminta, karena pada nantinya aku akan menunggu seseorang di gerbang itu. Seseorang yang telah berdandan di sana, yang memakai kebaya nan elok dan polesan wajah nan cantik. Terpaan udara sejuk menyeka rambutku bahkan mampu menggoyahkan untaian rambutku yang tak terlalu lembut. Krrruuuukkkk.....perutku mendendangkan sebuah melodi. Aku ingat aku belum memasukkan sesuatu ke dalam mulutku sejak tadi pagi. Dendangan perutku pun mengantarkanku pada sebuah warung kecil di dekat gerbang tadi. Ku raih sebuah air mineral yang tertampung dalam sebuah botol berkapasitas 600 mili liter. Setelah menukarkan uangku dengan jumlah yang lebih kecil, aku kembali duduk di sebuah kursi yang sedikit empuk karena ada busa di sana. Aku duduk menunggu seseorang di sana. Sambil meneguk beberapa tetes air mineral, aku mengetikkan kembali beberapa pesan pendek. Aku menanyakan dimana keberadaanya. Karena aku tak sabar melihatnya.

Setelah beberapa saat aku terkesima dengan indahnya perbukitan di sana. Sebuah pesan pendek mengingatkanku bahwa seseorang itu telah sampai. Sampai di pelataran sana. Aku bergegas hendak mencari. Di sebuah bus yang bernomorkan 11. Aku mencari. Aku menemukan, namun baru menemukan bus tersebut. Lalu aku bergeas mengikuti orang-orang yang berlalu turun dari bus itu. Ku dapati seseorang disana. Cantik. Sungguh cantik nan anggun dalam balutan kebaya dan kecantikan wajahnya yang bagaikan tersiram cahaya malaikat. Sungguh dalam hati ini aku bangga, aku bahagia tak bertepi saat itu. Namun mungkin dia tidak tahu perasaanku saat itu.

Dengan teliti dan seksama aku membantunya mengenakan beberapa atribut pakaiannya. Sampai pada akhirnya aku harus melepaskannya untuk memasuki gedung terlebih dahulu.

Aku menunggu di luar. Aku menunggu beberapa orang lagi yang tak lain adalah orang tua dan saudara dari seseorang yang ku kagumi. Beberapa saat aku menunggu akhirnya datang juga. Setelah beberapa momen, pada akhirnya kami memasuki gedung dan mengikuti prosesi dengan khitmat dan penuh rasa bangga dan bahagia.

WISUDA SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA

Begitulah samar-samar aku dengar dari kerasnya MC membacakan susunan acara.

Beberapa waktu prosesi. Beberapa ubarampe prosesi wisuda akhirnya tergelar usai sudah. Sampai pada saatnya kami bertemu kembali dengan seseorang itu. Seseorang yang telah membuat orang yang duduk di sebelahku berkaca-kaca tatkala namanya di kumandangkan dalam rentetan ratusan wisudawan. Berkaca-kaca dan menetes tipis yang kemudian di seka dengan tissu.

Sebagaimana orang lainnya, maka beberapa momen pun diabadikan dalam sebuah potret. Potret sebuah keluarga yang sedang berbahagia. Potret keluarga yang sedang berbangga hati sekaligus meneteskan air mata kebahagiaan.

SICC 12 Oktober 2010.

Merupakan momen dimana seseorang akan memulai beberapa kehidupannya
Momen dimana air mata kebahagiaan bercampur jadi satu dengan haru kebanggaan
Momen dimana seseorang itu mampu menjadi bukti bahwa keinginan orang tuanya bisa tercapai.
Momen itu...adalah momen tanggal 12 Oktober 2010

Seseorang itu adalah De'...
Seseorang yang beberapa tahun lalu aku panggil Pieranha
Seseorang yang beberapa tahun lalu bersamaku menghasilkan rangkaian angka bermakna
Seseorang yang diharapkan menjadi sebuah bagian lembaran hidup
Seseorang yang pernah mendengar bahwa masa depan yang cerah tengah setia menanti

Selamat De'....
SICC 12 Oktober 2010 mungkin bisa menjadikanmu tak lupa
Bahwa hari itu ada dan akan terkenang

Saturday, 16 October 2010

Mimpi Beratapkan Langit

Kilatan cahaya menerawang mesra ke dalam sibakan rambutmu
Menyilaukan tiap-tiap bulis keringat yang menetes
Menembus kebeningannya
Yang pada akhirnya tak kuasa dan runtuh ke bumi

Kau goreskan perlahan jari lentikmu
Di pasir-pasir ibukota yang kian mengeras
Keras seperti kerasnya hatimu
Yang menerjang kota Jakarta tanpa tombak dan pusaka

Goresan itu mencuat semakin tipis
Terhempas debu-debu kenyataan
Yang semula tak terduga dalam benakmu

Mimpi yang kau tanamkan dulu kala
Terhempas seketika
Hilang seiring matamu memicingkan kegelapan

Kini engkau hanya terlelap dalam kenyataan yang ada
Sekedar menggoreskan mimpi yang kau tahu sulit untuk mencapainya
Meski tiap hari keras hatimu masih menggelorakan mimpimu
Namun tak jarang pula kau kernyitkan dahi tuk menyadari
Itu memang mimpi dan hanya mimpi

Mimpi yang saat ini beratapkan langit
Yang setiap malam kau tatap tatkala tidur bertabur bintang
Tatkala kau menghembuskan nafas dengan mata terpejam
Dan kau coba tanamkan dalam hatimu yang keras
Esok kan ku gapai mimpi itu
Ya..Mimpi Yang Beratapkan Langit

Friday, 24 September 2010

Penyiksaan Mimpi

Meniti hari menapaki detik
Bergelombang seiring hari yang berbagi
Berdesir berharap dalam hati

Bersamamu memimpikan sesuatu
Mimpi di suatu waktu

Namun mimpi ini menjeratku
Dengan rajutan-rajutan tali yang menuju ke sana
Menjerat semakin erat
Hingga entah sampai seperti apa badanku ini

Saturday, 14 August 2010

Horison I

Menjalani kehidupan di tatanan ibukota negara Republik Indonesia. Sudah hampir satu tahun setengah aku menjalaninya. Meraih mimpi, mendayagunakan ijasah kuliah yang telah kutempuh selama 4 tahun. Di sebuah institusi lembaga negara yang masih prematur. Masih kehilangan identitas sebagai sebuah lembaga negara. Sebuah lembaga negara yang dilahirkan karena banyaknya kontroversi. Orde baru, campur tangan asing melalui IMF, syarat pinjaman dan berbagai kepentingan politik lainnya.
Menjalani kehidupan di sebuah institusi yang memiliki fungsi pengawasan. Memiliki kesan dan pengalaman tersendiri. Selayaknya pengawas, memiliki kewibawaan yang dapat membuat orang menundukkan muka. Memicingkan pandangan.

Namun entah, hanya aku yang merasakan atau memang sudah kebudayaan yang melekat dalam lembaga ini. Maklum, aku masuk lembaga ini ketika lembaga ini sudah berumur 9 tahun. Kebanggaan tersendiri ketika awal masuk aku dapat diterima bekerja di intitusi di awah lambang Garuda. Garuda yang memuat simbol-simbol yang sedikit terejawantahkan oleh beberapa orang terdahulu. Pengejawantahan yang dilihat dari jumlah bulu dan sisik. Lambang yang tergores jelas di perisai badan burung Garuda. Kebanggaan dan kebahagiaan yang muncul setelah melihat bunda berganti air mata. Linangan air matanya menandakan rasa syukur. Setelah sebelumnya lama tenggelam dalam doa dan pengharapan. Suara doa yang memecah sunyi di tengah dininya hari. Sebelum mentari berangkat memecah mimpi di balik awan.

Terima kasih bunda. Doamu telah mengantarkanku untuk hidup di Jakarta. Telah mengantarkanku ke institusi berlambang garuda. Aku tidak pernah membayangkan ini bunda. Namun terkadang masih terbesit dalam hati ini, untuk menggali potensi diri mencari yang terbaik. Namun terkadang juga aku jengah melihat semua ini. Setelah melihat kondisi internal kebanyakan lembaga milik pemerintah. Yang senantiasa mengibarkan bendera merah putih di halamannya. Namun kepribadian mereka tidak mencerminkan penghargaan kepada setiap tumpah darah yang telah ditumbangkan demi berkibarnya bendera itu. Setiap engah nafas yang tersumbang demi terciptanya kemerdekaan. Meskipun ada segelintir orang yang mempertanyakan. Apakah sebenarnya mereka yang hidup pada jaman dahulu memang menginginkan kemerdekaan ini. Kemerdekaan menjadi satu bangsa. Bangsa Indonesia.

Namun apa daya aku sebagai seorang manusia. Yang aku sadari memiliki keterbatasan segalanya. Sehingga terkadang aku menilai diriku sendiri bahwa aku ini cukup mendapatkan ini semua. Ya, semua ini telah cukup untukku. Melihat dari kemampuanku. Semua ini cukup sepadan untukku.

Jakarta. Ya, aku hidup di Jakarta. Banyak orang yang mengatakan bahwa ini adalah kota terbesar nomor satu di tlatah Indonesia. Tempat dimana perputaran uang terbesar di negara ini. Tempat beradunya suku bangsa dalam mencari penghidupan. Bahkan rela meninggalkan sawah dan ladang hanya untuk menjadi pengemis karena tak tahu mau apa di Jakarta. Aku sering melihat kehidupan di jalanan. Sungguh miris benar. Karena aku pernah bercakap dengan mereka, dan mereka benar-benar meninggalkan kampung halaman demi meraih mimpi di Jakarta. Mimpi-mimpi yang sempat terlukis di benak mereka puluhan tahun yang lalu. Namun apa lacur, semua itu sirna setelah mereka menyadari bahwa kota ini terlalu kejam buat mereka. Namun apa hendak dikata, mereka juga tak sanggup lagi untuk kembali kampung halaman. Sehingga mereka hanyalah menjadi sebuah cerita di kampung halaman mereka sendiri.

Hal ini yang senantiasa membuatku senantiasa bersyukur. Senantiasa menengadahkan tangan untuk memohon ampun. Menengadahkan tangan untuk memohon ampun. Aku sering tidak bersyukur. Aku sering memunafikkan rahmat yang kuasa. Maafkan aku Tuhan. Aku tahu hamba banyak dosa. Aku sadar hamba seorang manusia yang berlumur dosa. Hamba yang engkau anugerahkan dengan hawa nafsu. Yang selalu mengingikan sesuatu lebih dari yang hamba miliki. Hamba sadar ya Tuhan. Hamba hanyalah milik Engkau. Hamba hanya akan kembali pada Engkau. Hamba sadar ya Tuhan.

Kemudian kehidupan asmara. Dulu aku memupuskan hatiku untuk menyayangi orang melebihi aku menyayangi aku sendiri. Sampai hati ini terusik. Seorang perempuan menggoda lewat mimpi-mimpi. Lewat harapan-harapn yang tertuang dalam gelora kehidupan. Aku bersikeras untuk menolak itu semua. Aku bersikukuh bahwa logika ku ini benar. Perasaan itu lemah.
Namun itu semua salah. Logikaku yang angkuh. Keras layaknya batu, perlahan mencair. Perlahan meleleh seperti kerasnya batu yang tergerus tetesan air. Akhirnya aku menyayanginya. Akhirnya semua mengantarkanku pada kisah asmaraku yang aku janjikan menjadi kisah asmara terakhirku. Ku janjikan menjadi kisah asmara yang akan mengantarkanku pada hidayah Tuhan. Mengantarkankanku pada rahmat dan barokah Tuhan. Amiin...

Kisah asmaraku berlalu saja. Walaupun tidak dipungkiri banyak kisah di sana. Yang itu tak mungkin aku ceritakan di sini. Biarlah semua cerita itu hanya aku, dia dan Tuhan yang tahu. Ada tangis tawa di sana. Ada banyak toreh senyum yang mengembang di sana. Ada linangan air mata. Ada harapan-harapan yang terlempar ke angkasa. Ada janji-janji yang tertoreh seolah kehidupan ini akan lama dan akan berakhir bahagia. Namun semoga saja Tuhan masih mendengar harapan-harapan itu. Sehingga harapan itu akan menjadi kenyataan. Amiin...

Cerita ini hanyalah untuk mengisi waktu di sela pemeriksaan di Palembang. Tak kunjung datang pihak yang diperiksa. Tak kunjung usai waktu senggang ini. Namun kunjung usai inspirasi yang melekat. Hingga akhirnya kuputuskan untuk mengakhiri tulisan ini.

Palembang, 13 Agustus 2010

Monday, 2 August 2010

Batu Kecil di Bawah Telapak Kakiku

Menunduk aku menyusuri jalan desa sore itu
Menghirup setiap dengus nafas alam
Yang terkadang menyapu wajahku dengan hempasan debu nan tipis
Melambaikan rambutku menari bak biri-biri
Yang berlari mencari liang rumput yang menari

Aku tertegun menatap kelopak mentari
Berkecipak mesra dalam taburan riuh air sungai
Meniduri tiap relung goa-goa bumi
Seakan menelan semua sunyi yang teriuh angkasa

Perlahan langit gelap
Mendung pekat nan gelap menyapu angkasa
Namun bukan mendung tatkalan hendak hujan
Bukan mendung yang dirindukan petani saat musim tanam
Namun mendung yang membisukan umat manusia
Menggelapkan alam bumi semesta

Aku berjalan
Berbalik punggung terhadap mentari
Yang semakin ragu untuk menerangi
Semakin ragu untuk mengakui
Bahwa saatnyalah untuk pergi

Aku berjalan dan menginjak
Sebuah batu kecil yang melekat di bawah telapak kakiku
Yang menancap serasa tak mau lepas dari kulit ari ku
Yang mencoba berlari pergi rai baluran tanah di sekitarnya

Batu kecil di bawah telapak kakiku
Engkau melekat
Engkau hengkang dari singasanamu
Di hamparan jalan berbatu berhiaskan debu yang membentang luas

Batu kecil di bawah telapak kakiku
Kan ku bawa engkau seiring waktu akan menidurkanku
Kan ku bawa engkau hinggap di setiap persinggahanku
Kan kubiarkan kau terus memeluk kulit ariku

Semoga tetesan keringatku tak memisahkanmu
Semoga hembusan angin tak menerbangkanmu
Karena aku tahu
Setiap berat semangatmu
Engkau ingin selalu bersamaku

Wednesday, 21 July 2010

Sepenggal Lagu Memecut Kalbu



Twinkle, twinkle, little star,
How I wonder what you are.
Up above the world so high,
Like a diamond in the sky.
Twinkle, twinkle, little star,
How I wonder what you are!

When the blazing sun is gone,
When he nothing shines upon,
Then you show your little light,
Twinkle, twinkle, all the night.
Twinkle, twinkle, little star,
How I wonder what you are!

Then the traveler in the dark
Thanks you for your tiny spark;
He could not see which way to go,
If you did not twinkle so.
Twinkle, twinkle, little star,
How I wonder what you are!

In the dark blue sky you keep,
While you thro' my window peep,
And you never shut your eye,
Till the sun is in the sky,
Twinkle, twinkle, little star,
How I wonder what you are!

Setiap teringat lagu di atas...rasanya perih sekali..
Di saat seseorang yang aku sayangi
Dan menyayangi aku
Ternyata juga menyayangi orang lain

Sedih....Sedih sekali
Saat ingin kulepas dan biarkan dia hidup dengan rasa sayang dia kepada orang lain
Namun hati ini memberontak
Tidak bisa tanpa dirinya

Namun, hati ini tak bisa diduakan
Ingin menjadi satu-satunya
Satu-satunya yang disayangi

Monday, 19 July 2010

Mimpi Anak Petani Lidi

Tanganmu kecil merengkuh peluh
Goyangan lidahmu hanya sedikit menuduh
Ketidakpastian hidupmu senantiasa kau rengkuh
Tanpa sedikitpun mengeluh

Cerita demi cerita perlahan mengalir
Menadakan hidupmu terus bergulir
Meskipun kau sadar semuanya pasti kan berkahir
Namun keraguan senantiasa membautmu ekstra berpikir

Sebenarnya cita-citamu tinggi
Menatap angkasa bahkan sebenarnya engkau berani
Kepalan tangamu siap menghantam batu nan berduri

Namun dunia ini terlalu kejam untukmu
Kesempatanmu terenggut waktu yang terdahulu
Kegigihanmu seringkali pupus seiring gerus nadi kehidupan

Menyerah?
Tidak...
Sama sekali tidak
Urat nadinya masih jelas keluar dari peradaban
Memecah tradisi memecah hati nurani
Memekikkan suara
Aku Pasti Bisa!!!!!!!

Wednesday, 14 July 2010

Kanvas Kerinduan

Membentang jarak dalam hening malam
Gelayut senja menanti berpadunya asmara
Sayup nada terdengar merdu indah kurindukan
Menyapu setiap langit-langit hati yang menggelora

Kisah kasih pada saatnya datang
Dalam kubangan cerita berada dalam jarak

Gelora kerinduan membuncah tak menentu arah
Tak terlukis tak terukir
Hanya terasa dalam hati ini

Hati yang merah kecil ini serasa tak sanggup menahan semua
Hanya bergetar saat terdengar suaramu
Rasa itu justru makin menggebu
Makin berhasrat untuk selalu bertemu dirimu

Bagaimana aku mengatakan padamu?
Bagaimana aku musti memberitahumu?

Rasa yang aku rasa dalam hati ini
Teramat tidak bisa untuk dikatakan dalam alphabet-alphabet cinta

Aku rindu kamu...

Wednesday, 19 May 2010

Aku Masih Ada

Aku menggoreskan pena dalam lembaran hatiku
Bercerita tentang aku dan kamu
Bergelak tawa memadu rindu
Mengucurkan air mata tatkala risau

Kau tergambar jelas di mata ini
Bahkan terukir amat dalam di hati
Senantiasa hadir dalam mimpi

Tertengadah aku tatkala melihatmu di atas
Berbahagia menikmati hidupmu yang hampir sempurna
Meski tak ku pungkiri kadang air mata ini menetes
Tatkala engkau sedang galau dan aku tak bisa berbuat apa-apa

Aku disini masih meyayangimu
Aku disini masih bahagia melihatmu bahagia
Aku disini yang masih rela terluka demi dirimu
Aku masih ada..

Monday, 19 April 2010

Pedoman Karang Taruna

Berpijak pada gagasan membentuk Karang Taruna sebagai alternatif, membuat pola pembangunan dengan melalui pemberdayaan Karang Taruna. Maka pada hakekatnya Karang Taruna sudah memenuhi persyaratan untuk dapat dikembangkan sebagai Infra Struktur sosial di pedesaan/kelurahan. Sebagai infra struktur sosial, maka seharusnya posisi Karang Taruna dapat dianggap sebagai partner Pemerintah untuk mengembangkan pembangunan pedesaan. Infra struktur sosial mempunyai misi membawakan aspirasi masyarakat untuk menyuarakan pembangunan. Suara pembangunan akan semakin padu dan bulat manakala peranan pemerintah (supra struktur) dan Karang Taruna sebagai infra struktur sosial seiring seirama jalannya.

Profesionalisme Karang Taruna sangat dituntut sebagai organisasi Infra struktur sosial karena peranan dan fungsinya sebagai pelayan pembangunan dianggap sangat strategis. Kiranya tidak menutup mata bahwa masih banyak kondisi Karang Taruna yang belum memenuhi persyaratan profesional. Pada kenyataan, kualitas Karang Taruna pada saat ini sebagian besar pada klasifikasi Karang Taruna tumbuh sebagian lagi berkembang. Oleh karena itu Pemerintah Daerah di dalam fungsinya sebagai pembina teknis utama dan dinas/instansi lain sebagai pembina teknis, mempunyai kawajiban untuk meningkatkan secara terus menerus kualitas Karang Taruna. Upaya peningkatan kualitas Karang Taruna harus diimbangi oleh Karang Taruna dalam memotivasi untuk mengembangkan peranan dan fungsinya secara optimal agar tercapai desa Karang Taruna. Adapun langkah yang harus ditempuh antara lain :

1. Penataan management organisasi;
2. Menumbuhkan dan mengembangkan kader-kader profesional;
3. Penguasaan teknologi pedesaan;
4. Peningkatan dan pengembangan program kegiatan.

1. A. Penataan Management Organisasi sebagai langkah nyata untuk menjawab tantangan persoalan organisasi. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut :
2. Konsolidasi Organisasi;
3. Tatanan/mekanisme organisasi yang terarah pada pengembangan Pokja-pokja;
4. Peningkatan koordinasi dan komunikasi;
5. Penataan administrasi yang lebih tertib.

Ruang lingkup penataan management proses organisasi Karang Taruna hendaklah berjalan searah dengan pembangunan, dimana tiap-tiap desa akan mempunyai karakter-karakter yang berbeda. Dengan demikian warna dan corak penataan management Karang Taruna akan berbeda satu sama lainnya.

1. B. Menumbuhkan Dan Mengembangkan Kader Profesional Karang Taruna

Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan yang mempunyai fungsi pelayanan. Oleh sebab itu Karang Taruna mampu berpartisipasi secara aktif di dalam proses pembangunan pedesaan. Kondisi sosial yang diharapkan Karang Taruna mampu berfungsi sebagai perencana dan sekaligus sebagai pelaksana pembangunan pedesaan. Namun demikian didalam kenyataannya memang masih di jumpai banyak kendala dan tantangan yang dihadapi Karang Taruna yang antara lain :

1. Kegiatan Karang Taruna yang masih bersifat rekreatif dan hanya sekedar pengisi waktu luang;
2. Kurangnya kader profesional;
3. Kurang tanggapnya sikap masyarakat terhadap pengembangan kualitas Karang Taruna;
4. Keraguan Pemerintah Desa terrhadap potensi Karang Taruna sehingga sedikit dibri peluang pada peran pembangunan.

Semua kendala-kendala yang disebut diatas, memang merupakan tantangan bagi eksistensi Karang Taruna. Oleh sebab itu maka pembenahan diri Karang Taruna, khususnya pada anggotanya dituntut untuk selalu meningkatkan kadar kualitas diberbagai bidang didalam menghadapi kondisi sosial/yang berkembang.

1. C. Penguasaan Teknologi

Kemampuan & penguasaan menerapkan teknologi, yaitu teknologi sederhana yang dapat digunakan oleh setiap atau yang dapat digunakan secara secara langsung dalam proses pembangunan. Dengan demikian Karang Taruna tidak memerlukan teknologi tinggi untuk berperan aktif di dalam pembangunan. Teknologi sederhana yang harus dikuasai Karang Taruna adalah teknologi yang mampu memadukan berbagai potensi di daerah pedesaan/kelurahan, antara lain :

1. Penguasaan teknologi yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia, seperti misalnya penerapan usaha-usaha koperasi dan lain sebagainya;
2. Teknologi yang dapat mengembangkan potensi SDA seperti misalnya teknologi pengolahan lahan kering, pengolahan pasca panen dll;
3. Penguasaan teknologi terapan yang manfaatnya dirasakan secara langsung.

Dari gambaran-gambaran penguasaan teknologi yang dimaksud sebenarnya amat berkaitan dengan issue sentral yang sekarang sedang berkembang di tingkat kelurahan/pedesaan yaitu masalah perluasan lapangan kerja., masalah pengangguran, masalah urbanisasi yang tak terkendali dan masalah ketelantaran. Oleh sebab itu, maka penguasaan teknologi terapan hendaknya diukur manfaatnya untuk mangatasi dan mengantisipasi permasalahan-permasalahan diatas. Semakin tinggi tingkat kepekaan Karang Taruna terhadap persalahan yang terjadi sangat tergantung pada penguasaan teknologi tersebut diatas.

1. D. Peningkatan dan Pengembangan Program Kegiatan

Yang dimaksud peningkatan dan pengembangan program kegiatan, adalah program yang banyak terkait dengan program pembangunan kelurahan/pedesaan. Sementara itu kita ketahui bahwa pembangunan dari tahun ke tahun semakin berfariasi dan kompleks, terutama bila dikaitkan dengan pemecahan permasalahan-permasalahan pembangunan.

Upaya yang paling tepat yang harus dilaksanakan Karang Taruna adalah menyesuaikan program-programnya sesuai dengan bentuk dan warna program pembangunan. Gambaran yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Desa atau Kelurahan dan LP3M, hendaknya tercermin juga pada program Karang Taruna. Oleh sebab itu diharapkan Karang Taruna aktif ke dalam proses perencanaan dan proses pelaksanaan pembangunan.

Indikasi keterlibatan Karang Taruna dalam proses pembangunan menuju Karang Taruna akan terlihat demi kegiatan-kegiatan Pokja-pokja yang dibentuk dan dikembangkan berdasarkan pada kepentingan-kepentingan pembangunan. Semakin luas pokja yang dikembangkan semakin menunjukan Karang Taruna berperan aktif di dalam pembangunan.

TUGAS FUNGSI KARANG TARUNA

Sesuai Pedoman Dasar Karang Taruna, pengertian Karang Taruna adalah Organisasi Sosial wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat dan terutama bergerak dibidang usaha kesejahteraan sosial. Pembinaan Karang Taruna diatur dalam Permensos 83/HUK/2005 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna. Berikut kutipan isi pedoman:

Tujuan
Tujuan Karang Taruna adalah :

1. Terwujudnya pertumbuhan dan perkembangan kesadaran dan tanggung jawab sosial setiap generasi muda warga Karang Taruna dalam mencegah, menagkal, menanggulangi dan mengantisipasi berbagai masalah sosial.
2. Terbentuknya jiwa dan semangat kejuangan generasi muda warga Karang Taruna yang Trampil dan berkepribadian serta berpengetahuan.
3. Tumbuhnya potensi dan kemampuan generasi muda dalam rangka mengembangkan keberdayaan warga Karang Taruna.
4. Termotivasinya setiap generasi muda warga Karang Taruna untuk mampu menjalin toleransi dan menjadi perekat persatuan dalam keberagaman kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
5. Terjalinnya kerjasama antara generasi muda warga Karang Taruna dalam rangka mewujudkan taraf kesejahteraan sosial bagi masyarakat.
6. Terwujudnya Kesejahteraan Sosial yang semakin meningkat bagi generasi muda di desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat yang memungkinkan pelaksanaan fungsi sosialnya sebagai manusia pembangunan yang mampu mengatasi masalah kesejahteraan sosial dilingkungannya.
7. Terwujudnya pembangunan kesejahteraan sosial generasi muda di desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat yang dilaksanakan secara komprehensif, terpadu dan terarah serta berkesinambungan oleh Karang Taruna bersama pemerintah dan komponen masyarakat lainnya.

Fungsi
Setiap Karang Taruna melaksanakan fungsi :

1. Penyelenggara Usaha Kesejahteraan Sosial.
2. Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan bagi masyarakat.
3. Penyelenggara pemberdayaan masyarakat terutama generasi muda dilingkunggannya secara komprehensif, terpadu dan terarah serta berkesinambungan.
4. Penyelenggara kegiatan pengembangan jiwa kewirausahaan bagi generasi muda di lingkungannya.
5. Penanaman pengertian, memupuk dan meningkatkan kesadaran tanggung jawab sosial generasi muda.
6. Penumbuhan dan pengembangan semangat kebersamaan, jiwa kekeluargaan, kesetiakawanan sosial dan memperkuat nilai-nilai kearifan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
7. Pemupukan kreatifitas generasi muda untuk dapat mengembangkan tanggung jawab sosial yang bersifat rekreatif, kreatif, edukatif, ekonomis produktif dan kegiatan praktis lainnya dengan mendayagunakan segala sumber dan potensi kesejahteraan sosial di lingkungannya secara swadaya.
8. Penyelenggara rujukan, pendampingan, dan advokasi social bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial.
9. Penguatan sistem jaringan komunikasi, kerjasama, informasi dan kemitraan dengan berbagai sektor lainnya.

10. Penyelenggara usaha-usaha pencegahan permasalahan sosial yang aktual.

PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA DENGAN PROGRAM LPM

Karang Taruna merupakan wadah pembinaan generasi muda yanmg berada di Desa atau Kelurahan dalam bidang Usaha Kesejahteraan Sosial. Sebagai wadah pembinaan tentu saja mempunyai beberapa program yang akan dilaksanakan yang melibatkan seluruh komponen dan potensi yang ada di Desa atau Kelurahan yang bersangkutan. Sebagai Lembaga atau Organisasi yang bergerak di bidang Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan berfungsi sebagai subyek. Karang Taruna sedapat mungkin mampu menunjukkan fungsi dan peranannya secara optimal.

Sebagai organisasi tentunya harus memiliki susunan pengurus dan anggota yang lengkap dan masing-masing anggota dapat melaksanakan fungsinya sesuai dengan bidang tugasnya serta dapat dapat bekerja sama dengan didukung oleh administrasi yang tertib dan teratur. Memiliki program kegiatatan yang jelas sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang ada disekitarnya Program Kegiatan Karang Taruna belangsung secara melembaga terarah dan berkesinambungan serta melibatkan seluruh unsur generasi muda yang ada.

Kemampuan untuk menghimpun dana secara tetap baik yang bersumber dari Pemerintah maupun swadaya masyarakat untuk pelaksanaan program masyarakat kegiatannya Karang Taruna harus memiliki sarana prasarana yang memadai baik secara tertulis maupun administrasi Keberadaan Karang Taruna harus mampu menunjukkan peran dan fungsinya secara optimal di tengah-tengah masyarakat sehingga dapat memberikan legetimasi dan kepercayaan kepada komponen-komponen yang lain yang sama-sama berpatisipasi dalam Pembangunan Desa atau Keluraharan khususnya pembangunan dalam pembangunan dalam bidang Kesejahteraan Sosial, salah satu komponen yang berperan dalam pembangunan Desa atau Kelurahan adalah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat ( LPM ).

LPM bersama-sama dengan komponen–komponen yang lain sesuai dengan tugas, fungsi dan perananya berkepentingan membangun Desa atau Kelurahan masing-masing. Mengetahui bahwa LPM sebagai lembaga masyarakat yang mewadahi segenap aspirasi masyarakat dalam Pembangunan Desa atau Kelurahan secara menyeluruh ( Idiologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, Pertahana dan Keamanan ) dan mempunyai tugas yang menyelenggarakan musyawarah Desa atau Kelurahan maka Karang Taruna sebagai salah satu bagian dari partisipasi pembangunan bidang kesejahteraan sosial akan selalu koordinasi, konsultasi, koreksi dan memberikan kritik atau saran maupun bentuk yang lain dengan LPM.

Pemberdayaan Karang Taruna dengan program LPM dalam Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS). Telah di ketahui bersama bahwa Karang Taruna sebagai organisasi sosial kepemudaan yang ada di Desa atau Kelurahan mempunyai tugas pokok yaitu : bersama-sama pemerintah menangani permasalahan sosial (Pembangunan dibidang Kesejahteraan Sosial). Sebagai organisasi Karang Taruna mempunyai program yang disesuaikan dengan kepentingan atau keadaan masyarakat Desa atau Kelurahan masing-masing.

Dalam program atau kegiatan yang dilaksanakan LPM dan setelah dicermati, dikaji dan dipahami maka dapat ditarik suatu garis kerjasama koordinasi, saling mengisi, saling mendukung dan saling sumbang saran dengan program atau kegiatan Karang Taruna sebagai bagian dari partisipasi masyarakat khususnya generasi muda, bidang Usaha Kesejahteraan Sosial, program-programnya akan dilaksanakan bersama-sama membahu pemerintah dalam pembangunan di Desa atau Kelurahan meskipun Karang Taruna kosentrasinya pada Pembangunan Bidang Kesejahteraan Sosial..

Sesuai dengan kondisi masing-masing Karang Tarunanya. Karang Taruna diharapkan mampu menyikapi dan menangani berbagi permasalahan kesejahteraan sosial para pemuda dan warga masyarakat umumnya, LPM sebagai wahana partisipasi masyarakat (salah satunya Karang Taruna) akan selalu memberikan spirit, dorongan dan membantu pembangunan Karang Taruna melalui program-program yang telah direncanakan Karang Taruna. Dengan bekal kemampuan dan kemapanan yang optimal, Karang Taruna akan mampu secara maksimal menangani permasalahan kesejahteraan sosial, sehingga permasalahan sosial yang ada di Desa atau Kelurahan akan menjadi berkurang atau hilang. Dengan demikian LPM mampu memberikan kontribusi kepada Karang Taruna secara optimal melalui program-programnya dan masyarakat sendiri merasakan dampaknya yaitu permasalahan sosial berkurang, kesejahteraan sosial meningkat dan kesetiakawanan sosial maupun kebersamaan sosial menjadi kental.

Beberapa program UKS Karang Taruna yang dapat dikontribusikan dengan lembaga atau organisasi lain dan bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya, antara lain: Pencegahan atau preventif terhadap tumbuhnya kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba, minuman keras dan lain-lain melalui kegiatan olah raga, kesenian dan rekreasi dll. Pelayanan dan rehabilitasi sosial antara lain :kebersihan lingkungan, penyantunan para penyandang cacat anak terlantar secara rujukan maupun langsung, penyantunan para korban bencana dan lain-lain. Pengembangan melalui kerjasama dengan organisasi sosial yang ada, pembentukan Kelompok Usaha Bersama, ketrampilan ekonomi produktif dll. Kependudukan dan lingkungan hidup, kesehatan dan gizi, KB, pertanian dll.Program-program tersebut bersifat fleksibel (dapat berubah), mengembangkan dan tuntas tanpa menimbulkan akses-akses negatif. Adapun fungsinya antara lain : sebagai pencegahan, rehabilitasi, pengembangan dan penunjang. Selain dari program , banyak kegiatan yang dapat diprogramkan untuk membangun Desa atau Kelurahan khususnya pada bidang kesejahteraan sosial.

PERAN KARANG TARUNA DALAM PEMBERDAYAAN FAKIR MISKIN

Pemberdayaan Fakir Miskin merupakan komitmen bersama seluruh komponen bangsa, baik pemerintah maupun masyarakat. Paradigma pemberdayaan dalam pengentasan fakir miskin merupakan pergeseran cara pandang terhadap fakir miskin sebagai obyek pembangunan selama ini. Ditengah segala keterbatasannya, kita semua menyadari bahwa Fakir Miskin adalah juga manusia yang memiliki berbagai potensi untuk dapat dikembangkan dan diberdayakan, paling tidak ”agar mereka dapat menolong diri mereka sendiri”, sebagaimana prinsip yang sering dikembangkan dalam pembangunan kesejahteraan sosial.

Solidaritas sosial yang tinggi, mobilitas yang tinggi, keuletan, dan orientasinya kemasa depan yang cukup kuat, merupakan diantara sekian potensi yang masih dimiliki oleh Fakir Miskin. Implementasinya tentu disesuaikan dengan kondisi daerahnya masing-masing. Karena berdasarkan wilayahnya, program pemberdayaan fakir miskin dikonsentrasikan berdasarkan karakteristik yang terbagi kedalam: wilayah hutan kemasyarakatan, wilayah pedesaan (termasuk daerah pertanian dan pegunungan), wilayah desa-kota (sub urban, termasuk kawasan industri), wilayah perkotaan, wilayah pesisir/pantai, wilayah kepulauan terpencil, wilayah perbatasan antarnegara, wilayah eks korban bencana alam, dan wilayah eks korban bencana sosial.

Seiring dengan upaya-upaya pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan kesejahteraan sosial, maka program pemberdayaan fakir miskin juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemberdayaan potensi sumber kesejahteraan sosial yang ada dimasyarakat, diantaranya Karang Taruna. Karang Taruna adalah organisasi sosial wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggungjawab sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat terutama generasi muda di desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat yang bergerak dibidang usaha kesejahteraan sosial. Sebagai social institution yang menjadi sumberdaya sosial paling potensial di masyarakatnya, Karang Taruna diorientasikan untuk menjadi organisasi pelayanan kemanusiaan penyelenggara Usaha Kesejahteraan Sosial yang memiliki pendekatan dan standar pada pendekatan pekerjaan sosial yang memadai, karena Karang Taruna adalah juga Volunteer.

Untuk itulah, untuk menjadikan Karang Taruna sebagai organisasi atau kelompok masyarakat fungsional yang secara khusus membantu pemerintah dalam program-program kesejahteraan sosial seperti pemberdayaan fakir miskin, maka peran Karang Taruna juga lebih diarahkan pada kegiatan-kegiatan advokasi, bimbingan, dan pendampingan terhadap implementasi program pemberdayaan fakir miskin. Hal itu juga mengingat keberadaan Karang Taruna yang tumbuh dan berkembang dihampir seluruh desa/kelurahan di Indonesia baik wilayah pedesaan, pesisir, hutan kemasyarakatan, industri, maupun eks korban bencana. Berikut ini beberapa istilah yang berhubungan dengan implementasi Karang Taruna :

1. Pemberdayaan Masyarakat adalah upaya mengembangkan potensi dan kapasitas masyarakat agar mereka dapat mengatasi ataupun menangani dengan baik permasalahan ataupun tantangan kehidupan yang sedang ataupun akan mereka alami.
2. Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS) adalah serangkaian kegiatan yang ditujukan untuk mengatasi masalah sosial atau kerawanan sosial ekonomi dari anggota masyarakat melalui peningkatan kemampuan sumberdaya manusia dan peningkatan akses terhadap pelayanan sosial dasar dengan mendayagunakan sumber-sumber sosial yang ada di masyarakat.
3. Fakir Miskin adalah orang yang sama sekali tidak mempunyai sumber mata pencaharian dan tidak mempunyai kemampuan memenuhi kebutuhan pokok yang layak bagi kemanusiaan atau orang yang mempunyai sumber mata pencaharian tetapi tidak dapat memenuhi kebutuhan pokok yang layak bagi kemanusiaan (PP 42/1981).
4. Usaha Ekonomis Produktif (UEP) adalah serangkaian kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan dalam mengakses sumber daya ekonomi, meningkatkan kemampuan usaha ekonomi, meningkatkan produktivitas kerja, meningkatkan penghasilan dan menciptakan kemitraan usaha yang saling menguntungkan.
5. Kewirausahaan adalah suatu usaha bisnis ekonomi berdasarkan tujuan dan sistematika tertentu yang dimulai dengan skala usaha kecil dan dengan menggunakan analisis ”peluang”, konseptual, inovasi, dan mengarah pada pemberian contoh berdasarkan falsafah kepemimpinan.
6. Pendamping adalah seorang, sekelompok orang atau kumpulan orang dalam lembaga yang memiliki kompetensi di bidang usaha kesejahteraan sosial dan usaha ekonomis produktif melalui program peningkatan kemampuan ekonomi yang meningkatkan taraf kesejahteraan sosial masyarakat.
7. Pendampingan sosial adalah proses menjalin relasi sosial antara pendamping dengan kelompok masyarakat yang tergabung dalam program tertentu dan masyarakat sekitarnya dalam rangka memecahkan masalah, memperkuat dukungan, mendayagunakan berbagai sumber dan potensi dalam pemenuhan kebutuhan hidup, serta meningkatkan akses anggota masyarakat terhadap pelayanan sosial dasar dan fasilitas pelayanan publik lainnya.

Dengan paradigma pembangunan saat ini yang menempatkan manusia sebagai sumberdaya potensial, maka sesungguhnya pembangunan menghadapi tantangan nyata dalam bentuk upaya-upaya konstruktif kearah pemberdayaan sumberdaya potensial tersebut untuk menjadi sumberdaya yang aktual dan konkrit. Umumnya masyarakat kita di desa/kelurahan adalah sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dan ketrampilan mengelola sumber daya alam,modal, dan teknologi, disamping sebagian lainnya juga memiliki kemampuan untuk memimpin dan mengorganisir.

Potensi ini juga tidak terkecuali ada di kalangan generasi mudanya, Karang Taruna. Peningkatan keahlian dan ketrampilan SDM di desa/kelurahan sejatinya juga dapat dikembangkan diluar jalur formal. Berbagai pelatihan bagi masyarakat di desa/kelurahan dapat dikembangkan dengan harapan mampu menghasilkan tenaga kerja dan SDM yang berkualitas. Dengan memberdayakan dan mengembangkan Karang Taruna melalui berbagai pendekatan programnya, terutama untuk menjadi pendamping bagi pemberdayaan fakir miskin, akan dapat diwujudkan masyarakat dengan sumberdaya manusia yang berkualitas dalam arti mampu menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi sendiri.

Sumberdaya yang sangat potensial dalam akselerasi pembangunan dengan tingkat kesejahteraan yang meningkat adalah kelembagaan sosial yang berdaya, memiliki pengetahuan dan pemahaman, berpikir kritis, dan memiliki solusi bagi setiap permasalahan masyarakatnya. Bagaimanapun dan berapapun banyaknya kekayaan alam dan jumlah penduduk yang tersedia, jika kualitas manusia dan kelembagaan sosialnya kurang, maka menjadi sesuatu yang tidak bermanfaat. Sedangkan modal dan teknologi akan tergantung pada cara manusia membuat keterkaitan dan keserasiannya dengan faktor tenaga manusia itu sendiri.

Melalui bimbingan dan pendampingan dari Karang Taruna diharapkan sumberdaya manusia potensial dari kalangan fakir miskin dapat diwujudkan menjadi SDM yang aktual dan potensi ekonomi desa/kelurahan dapat menjadi sumber pendapatan asli daerah. Program Pendampingan oleh Karang Taruna dimaksudkan untuk menjembatani pemerataan tenaga sosial (Volunteer) yang bertugas mendampingi pemberdayaan fakir miskin diseluruh desa/kelurahan di Indonesia, dalam rangka ikut memecahkan masalah kemiskinan di tanah air. Sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai adalah mendampingi dan memberdayakan kelompok-kelompok usaha masyarakat fakir miskin dalam peningkatan kesejahteraan rakyat dan pengentasan kemiskinan, sekaligus dalam kerangka menggerakkan potensi desa dalam mengatasi masalah-masalah krisis ekonomi, khususnya pangan.

Thursday, 18 March 2010

Buruh Kontrak Pabrik


Engkau menghelakan nafas sejenak
Berpikir untuk meninggalkan tanah kelahiran
Meninggalkan orang-orang yang teramat dekat
Untuk mencari kehidupan yang lebih baik
Demi sepeser uang yang bisa dikirimkan tiap bulan
Engkau berpikir untuk menjadi buruh kontrak pabrik

Saat hatimu mantab untuk pergi
Telah menggelayut mimpi-mimpi indah di sana
Bekerja dengan menerima upah yang sedemikian besar
Dikirmkan atau dibelikan barang-barang impian

Saat engkau pergi
Buliran air matamu menetes tatkala ucapkan selamat tinggal
Sekaligus menjadi air mata semangat bahwa kelak akan berhasil
Kelak akan membanggakan kampung tercinta

Sesaat tersadar saat mimpi itu tidaklah indah seperti awalnya
Tatkala selembar kertas telah engkau tandatangani
Mesti apa yang tertulis tak sesuai kehendak hati
Namun apa daya, mimpi biarlah membayangimu
Tak sudi kembali melihat harapan pupus

Hari demi hari engkau jalani
Bahkan seringkali malam pun engkau masih terjaga
Tanganmu yang terampil bersanding dengan teknologi
Piranti yang tak pernah kau temui sebelumnya

Kini terkadang isak tangismu lirih terdengar
Seiring waktu yang menenggelamkan mimpimu
Kiriman tiap bulan yang diharapkan hanya menyisakan utang
Atau bahkan mesti dibayar dengan lima hari tak makan

Semua telah berlalu begitu saja
Tak ada daya untuk bangkit berdiri dan berteriak tentang mimpimu
Serikat buruh yang sering digemborkan
Hanya menjadi sebuah cabe pedas sementara
Menghardik namun tanpa kuasa

Buruh Kontrak Pabrik
Hasil karyamu telah dinikmati sekian penduduk bumi
Namun penghargaan tak ayal engkau kecap
Mungkin sedikit kebanggaan yang dapat kau tanamkan
Tatkala melihat hasil karyamu digunakan orang lain
Engkau bisa berkata
Itu hasil karyaku

Tuesday, 2 March 2010

RumahTetangga

Berdiam dalam sebuah rumah yang kita singgahi
Yang dibangun dengan segala daya upaya
Bongkahan keringat dan semangat terperas di sana

Serpihan kayu yang berserakan disingkirkan
Debu yang terhempas dikumpulkan
Demi kebersihan rumah sendiri

Tembok polos disiram warna
Hiasan ditempel
Perabot dijejalkan

Kepuasan tersendiri menyembul
Saat melihat hasil karya terpampang megah
Berdiri sendiri dalam tatapan mata tunggal

Namun tatkala pemandangan itu bersandingan
Tatkala muncul perbandingan
Dimana ada rumah yang lain di sana

Meski dengan warna yang sama
Meski dengan struktur desain yang sama
Namun terkadang menilai jadikan nilai

"Urip iku wang sinawang
Peribahasa Jawa yang terkadang benar adanya

Hanya satu kata yang bisa menumpulkan semua itu
Meniadakan nafsu iri hati

Syukur...
Karena apa yang terlihat indah belum tentu indah adanya

Monday, 15 February 2010

Pecokmu Sing Ilang Durung Ketemu


Naliko sore udan deres
Ndredes nelesi klambi
Sira sing nyambut gawe ora sambat

Kringet sing wis sirna kilenan banyu
Ngilangke sumuk dadi adem
Ora ngurungke niat anggonmu mbudidaya

Bledeg ngantar-antar ngendhegke krenteg atimu
Niat ngiyup ora neruske gawe

Mandheg jegreg nang ngisor gubug
Udan temretes tutur tritisan
Mbok tamatke sawah sing rata karo banyu
Ayem atimu nandur pari liya wektu

Langit saya peteng
Sing mau padang biru dadi peteng bisu
Ora gowo jam ora ono srengenge
Nanging ora kleru anggonmu milih wektu

Ndang bali...
Amarga Pecokmu Sing Ilang Durung Ketemu

Sunday, 7 February 2010

Taman Ismail Marzuki (Planetarium Jakarta)



Taman Ismail Marzuki. Merupakan salah satu tempat rekreasi di Jakarta. Entah kenapa dulu dijuluki Taman Ismail Marzuki. Orang-orang banyak menyebut dengan Planetarium Jakarta.

Hari ini persinggahanku bersama De'...adalah TIM (Taman Ismail Marzuki). Rencana perjalanan yang telah direncanakan sejak tahun 2009 kemarin, namun baru terlaksana hari ini. Hari Minggu tanggal 07 Februari 2010.

Perjalanan dimulai dari St Pondok Ranji menggunakan KRL Sudriman Ekspres, turun di St Manggarai. Kemudian dilanjutkan dengan KRL jurusan Cikini (KRL Bogor-Jakarta Kota). Turun di St Cikini kemudian menyusuri jalan Cikini Raya, berhenti di sebuah SPBU. Tentu saja bukan untuk membeli bahan bakar, namun untuk mengambil sejumlah uang di ATM yang berada di dalam sebuah minimarket di lingkungan SPBU. Oleh karena De'...belum sarapan sama sekali (kalo aku cuma makan gorengan), so kaki dilangkahkan menuju salah satu gerai fast food di samping SPBU...

Selesai makan kami lanjutkan kembali perjalanan menyusuri Jl. Cikini Raya. Diselingi berapa gurau canda sekelas peradilan pajak akhirnya kami sampai juga di depan Taman Ismail Marzuki....Sepi dari luar...namun begitu masuk bujur busyet rameeee...
LAngsung deh kita menuju loket penjualan tiket buat nonton wahana bintang. Jadwal pertunjukan pertama adalah jam 10.00, namun karena kami datang pukul 10.30 so kita berencana untuk menonton pertunjukan yang jam 11.30. Maka antrilah aku...De'...ga bisa turut serta mengantri karena anjuran dari petugas satpam di sana untuk salah satu saja yang antri tiket. So De'...menunggu di seberang sana sambil sesekali melempar senyum padaku.

Satu persatu orang mendapatkan tiket pertunjukan tahap 2 yaitu jam 11.30. Namun dari 340 kursi yang tersedia akhirnya aku tidak mendapatkan jatah di pertunjukan kedua ini. The Show Must Go on!!!akhirnya dengan tekad yang bulat nunggu alias antri buat ngedapetin tiket untuk pertunjukan sesi 3 yaitu jam 13.00. Dan untuk mengisi waktu, Q smsan ma De'...Q. Hal itu bisa terjadi karena De'...duduk berjauhan dariku (atas anjuran pak satpam, hehehe mav ya pak satpam jadi mengkambinghitamkan bapak). Dan pada akhirnya memutuskan untuk menelpon temenku, yah ben rada ger...geran thithik...wakakakka

Akhirnya dapat tiket jam 12.00. Kemudian kami melangkahkan kaki menuju mushola yang terletak di lingkungan Planetarium. Sholat Dhuhur...

Kemudian kami mulai memasuki ruang pertunjukan, seperti ruang kubah raksasa. Perlahan ruangan menjadi gelap, yang berarti pertunjukkan akan dimulai. Langsung tiba-tiba terhampar bintang-bintang berjumlah tak terhitung di atas sana. Serasa di rumah, saat berangkat sholat subuh ke masjid...dimana aku bisa bebas melihat bintang alangkah banyak jumlahnya. Hal itu tak dapat aku temukan di Jakarta. Menurut penjelasan dari sang pengarah/ narator pertunjukan hal itu disebabkan karena tingkat polusi udara dan polusi cahaya di Jakarta menyebabkan kita tidak bisa melihat bintang.

Jadi ingat dulu pas di desa kalau liat bintang mesti dengan bangganya aku bilang, "itu rasi bintangku, rasi bintang scorpio". Trus kalo pulang dari sholat subuh, selalu liat rasi bintang layang-layang di sebelah selatan...it's so beautiful.

Setelah satu jam kita dibawa berkeliling jagat raya (luar angkasa), hati ini tertegun...Alloh bisa saja mengubah semua sistem yang sudah tertata rapi ini dalam sekejap saja. Alloh bisa saja dengan mudah memadamkan matahari, menabrakkan benda-benda langit. Menghancurkan alam semesta.Maka berakhirlah semua.

Setelah narator selesai membacakan naskah ceritanya, atap ruang pertunjukan menyala dan semua menjadi terang benderang. Kami pun mengikuti langkah pengunjung untuk keluar dari ruang pertunjukan. Wuih, entah di dalam tadi terlalu dingin atau emang udara di luar yang panas. Yang jelas aku berkeringat di luar ruangan.

Kemudian kami melangkahkanku ke luar TIM, setelah sebelumnya kami menyambangi Toilet...hehehehhe. Menuju St Tanah Abang. Daripada naek angkutan umum ke Cikini, sambung ke Manggarai trus nunggu kereta Sudirman Ekspress so diputuskan untuk naek Taxi Blue Bird langsung menuju St Tanah Abang dan hasilnya dapat KRL AC Ciujung jam 15.10...
Sampai di St. Pondok Ranji jam 15.30, kemudian menuju Bintaro Plaza untuk melihat-lihat kaos cewek lengan panjang (yang katanya De'...itu merupakan nafkah bulanan yang musti terbeli tiap bulannya, weleh...weleh)...dan hasilnya gak dapet...Eh, sebelum liat-liat kaos aku sholat ashar dulu dink di mushola BP.

Setelah muter-muter gak ketemu akhirnya kita istirahat bentar sambil menikmati D' Crepes...Setelah perut lumayan kenyang dan capek rada tersingkirkan akhirnya kita mutusin buat liat-liat baju lagi....ada celana formal,kemeja,kaos lengan panjang,sepatu dan semuanya gak ada yang cocok...akahirnya aku pun mengantar De'...Q menuju kostnya...dan salam Luv...Luv pun menutup perjumpaan kami hari ini...

Kota Tua has visited, TIM has visited, what's next???

Monday, 1 February 2010

30 Januari 2010

Saat malam mulai memberatkan mataku
Gerimis merintik mendinginkan malam
Mataku masih enggan terlelap
Dengan mendengarkan lagu yang menyentuh hati
Penuh arti
Melewatkan malam-malam ini

Sudah setahun aku hidup di Jakarta
Hidup di suasana yang belum pernah aku impikan sebelumnya
Dalam hingar bingar kehidupan ibukota

Masih teringat masa-masa ku dulu
Begadang hanya tuk berpikir dan bermimpi
Bagaimana aku bisa membanggakan orang tua
Berguna bagi keluarga, masyarakat dan bangsa

Bisa jadi contoh buat adik-adikku nan jauh di sana
Bisa mengayomi mereka

Masih teringat bagaimana ibuku mendoakanku tiap malam
Masih teringat tiap basuhan tangannya menyeka air mata yang membasahi pipi
Harapan yang tergores diam dalam benak hatinya yang dalam
Setahun dulu aku berada dalam masa paska sarjana
Terombang ambing dalam harapan dan harapan

Hinggap ke sana kemari
Meniti mimpi mencari makna hidup ini
Menyadari sedikit bahwa hidup ini tak lama
Musti berguna buat orang lain

Pertama
Lulus kuliah
Masih terikat dengan proyek kampus
Survey Kegiatan Dunia Usaha yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia
Yang bekerjasama dengan PPE UMY
Lumayan mengantarku pada dunia survey yang sedikit membuatku tersenyum banggga
Dengan nametag Surveyor Bank Indonesia aku menyodorkan kuesioner kepada para pelaku usaha Yang telah ditentukan dari Bank Indonesia

Kedua
Bekerja di salah satu perusahaan trader
Millenium Penata Futures
Awalnya tertera di vacancy
Dibutuhkan market analis
Tapi berujung di marketing pencari nasabah

Ketiga
Sempat menjalani tahapan test di BRI Kanwil II Jakarta
Dengan posisi sebagai account officer
Gagal di wawancara tahap terakhir
Dengan pertanyaan sederhana
“10 milliar selama 10 bulan, apakah anda berani”
Di situ ibu ku menaruh harapan besar
Karena itu telah sampai pada tahap paling terakhir
Dan ternyata hasilnya enggak lolos

Keempat
Bekerja sebagai merchandiser di salah satu minimarket di Jogjakarta
Perjalanan Wates Yogyakarta aku tempuh setiap hari
Ya...aku bekerja di sebuah minimarket
Dan itu hanya bertahan selama 2 minggu saja
Karena jarak yang jauh telah meringkihkanku

Kelima
Bekerja sebagai community organizer di salah satu LSM yang di biayai dari Belanda
PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia)
Aku tak tahu bagaimana LSM ini bisa diberi nama ini
Yang jelas kebijakan yang ada terkadang bertentangan dengan regulasi pemerintah yang ada
Bergerak dalam bidang kesehatan reproduksi dan kesetaraan gender
Aku bertugas sebagai semacam penyuluh di kabupaten Sleman
Kerja di LSM lumayan nyaman dibilang
Dimana aku bisa bekerja dengan sepatu kats, celana jeans dan kaos
Meski pada akhirnya aku mengundurkan 3 bulan setelahnya
Karena dengan pertimbangan aku butuh uang

Kelima
Lagi-lagi aku mengikuti seleksi nasional salah satu institusi di bawah burung garuda
KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha)
Mengikuti seleksi melalui internet
Dan lagi-lagi testnya dilakukan di Jakarta
Dan aku berpesan kepada ibuku
Supaya tidak terlalu berharap berlebihan
Mengingat kisah BRI yang terdahulu

Seleksi dilakukan selama lebih kurang 3 bulan
Menjelang bulan terakhir tahun 2008 aku sudah bilang pada ibuku
Mungkin belum rejekinya bu jadi gak dipanggil lagi
Namun, ibuku selalu memberi semangat padaku
Untuk melihat hasil testnya di web
Alih-alih sepulang dari mengikuti seleksi sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit
Aku mampir di warnet Selokan Mataram
Dan di situ tertera namaku
Andhika Willy Wardana

Alhamdulillah....
Langsung kuberitahu ibuku nan jauh di sana
Nada gembira terpancar dari gaya bicaranya
Meski aku berpesan untuk tidak terlalu bahagia berlebihan
Puji syukur aku lantunkan kepada Alloh SWT
Dan lagi-lagi aku sangat berterimakasih kepada ibuku
Yang selalu merelakan sepertiga malam terakhirnya
Untuk mendoakan yang terbaik untukku

Dengan ini aku sampaikan ucapan terima kasih kepada:
Alloh SWT, Ibu Sutini ku tercinta, Bapak Karmidi dan kedua adik-adikku (Betari Maharani dan Krismia Sakti Dyah Anggraini), De'...Yessi tersayang yang senantiasa memberikan aku semangat, Pakde Saring dan Bude Endang yang telah memberikan aku tempat menginap selama aku test di Jakarta, Mas Agung yang rela berbagi tidur dengan aku, Pakde Sukri, Bude Ratmi, Bude Par dan Bulik Mar yang telah mendoakan tiap saat, Mbak Wening dan keluarga di Jakarta Timur yang telah mengijinkan aku untuk menginap saat test di Gelanggang Remaja Otista, rekan-rekan surveyku (Samsul, Novi, Aji, Didit, Fahrizal, Bayu, Topik, Rara, Dewi), teman di Millenium Penata Futures (Wulan), teman di RB Minimarket (Mas Feldi, Mbak Rahmi,etc), kawan-kawan di PKBI (Ida, Linggar,Eggi, Nanti, Pupun, Umi, Atta, Tia, Yuli, Fuad, Didit, Luna, Ami, Ema, Tere, Pak Hari, Paulo, mbak Tina, mbak Barnas), Udin (rekan bengkelku), Jatmiko (rekan mancingku, “jangan menyerah ndi, maju terus pantang mundur”), rekan di FUN Computer (Mas Nurhuda, Mas Agung dkk), Mas Dini yang selalu siap sedia kalau aku pengen nanya-nanya dan masih banyak lagi yang mungkin tak dapat aku sebutkan satu persatu di sini...aku bener-bener mengucapkan terima kasih yang teramat dalam...tanpa kalian belum tentu aku bisa menjadi seperti ini...

Tuesday, 26 January 2010

Gerimis di Petojo

Pagi yang tak berseri
Menimbang mata tuk tegakkan diri
Semu terlantun semu dalam guratan mimpi
Yang telah tiada seiring menggeliatnya pori

Jalanan basah mendinginkan wajah telapak kaki
Dingin meresap ke dalam lubang rambut yang tak tumbuh
Memutihkan pucat berkerut malu

Tetesan air masih tersisa di dahan
Yang terkadang turun seiring angin bergoyang
Mengguncang ranting yang belum mau patah

Petojo pagi ini
Gerimis...

Monday, 25 January 2010

Lihatlah

Apakah kamu tahu?
Saat engkau ingin aku datangi hatimu kala malam membusungkan dada
Saat mentari bahkan tak terlihat di angkasa
Bahkan saat bulan tertutup awan menjadi gelap
Aku berusaha untuk bangun dan membuka mata

Meski aku hanya mampu tuk mengatakan bahwa aku sayang sama kamu
Meski aku tak mampu tau apa yang kamu ingin aku lakukan
Yang kamu ingin aku katakan
Tapi taukah kamu saat itu
Aku berusaha tuk menelurkan kata-kata yang belum tentu saat itu keluar
Yang terkadang masih musti tersimpan dalam kehangatan persemayaman

Apakah kamu tahu?
Saat aku meneteskan keringat
Hanya untuk melihatmu bahagia
Hanya untuk mendengarmu suka cita

Tahukah kamu?
Deritan bunyi itu memekikkan telingaku
Menusuk tajam hingga otakku
Tapi taukah kamu kalau aku tak pedulikan itu
Aku hanya peduli ma dirimu

Rasa ini terlalu sulit untuk diungkapkan
Terlalu besar untuk aku keluarkan sekejap saja
Tidak mudah untuk dihabiskan dalam sebuah pembuktian

Pembuktian cinta
Mungkin itu tak terlepas dari takdir
Dimana seorang laki-laki harus menunjukkan rasa sayang dan cintanya kepada para gadisnya
Membuktikan bahwa aku sayang banget ma kamu

Tapi terkadang semua itu terkesan kurang
Terkesan hanya beberapa saja
Menggoreskan makna pun terkadang tiada terasa
Tapi tahukah engkau kalau aku tak peduli
Aku tak peduli apa anggapanmu
Apa penilaianmu

Aku memang manusia
Dan aku sadar aku terbatasi dengan kodrat yang aku miliki
Terbatasi dengan apa-apa yang telah dikaruniakan kepadaku
Dan semua itu memang wajar adanya

Senyuman kecil ini tak mengindahkan rasa lelahku
Karena lelah ini takkan menghentikan langkahku
Takkan memupuskan rasaku
Takkan mengubah arah hidupku

Aku adalah aku
Aku yang menyayangimu
Aku yang selalu ingin buat kamu bahagia

Wednesday, 20 January 2010

A True Love

John dan Jessica telah berumah tangga selama 7 tahun..

Mereka saling mencintai, namun Jessica sejak awal menutupi semua perasaan cintanya terhadap John..Ia begitu takut apabila John mengetahui betapa ia mencintai pria itu, John lantas meninggalkannya sebagaimana kekasih-kekasihnya selama ini..Tapi tidak bagi John..Ia selalu menyatakan perasaan cintanya kepada Jessica dengan tulus dan begitu terbuka..Setiap saat ketika bersama Jessica, John selalu menunjukkan cintanya yang besar, seolah-olah itulah saat akhir John bersama Jessica..

Jessica selalu bersikap tidak menyenangkan terhadap John..Setiap saat dia selalu mencoba menguji seberapa besar cinta John terhadapnya. Jessica selalu mencoba melakukan hal-hal yang keterlaluan dan diluar batas kepada John..Meski Jessica tahu betapa hal itu sungguh salah, namun melihat sikap John yang tetap berlaku baik padanya, membuat Jessica tetap bertahan untuk melihat seberapa besar kesungguhan cinta pria yg dinikahinya itu..

Hari pertama pernikahan mereka.. Jessica bangun siang..Dia tidak sempat menyiapkan sarapan untuk John ketika John hendak berangkat kerja..Namun John tetap tersenyum dan mengatakan, "Tidak apa-apa..Nanti aku bisa sarapan di kantor.."


Saat John pulang dari kantor, Jessica tidak sengaja memasak makanan yang tidak disukai John..Meski menyadari hal itu, Jessica tetap memaksakan agar suaminya mau makan makanan itu..John tetap tersenyum dan berkata, " Wah..sepertinya sudah saatnya aku belajar menghadapi tantangan..Masakanmu sepertinya tantangan yang hebat, sayang..Aku sudah tidak sabar untuk menyantapnya." Jessica terkejut, tapi tidak mengatakan apa-apa.

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam saat Jessica terlelap John memanjatkan doa, "Tuhan....Di pagi pertama pernikahan kami Jessica tidak membuatkanku sarapan. Padahal aku begitu ingin bercakap-cakap di meja makan bersamanya sambil membicarakan betapa indah hari ini, di hari pertama kami menjalani kehidupan baru sebagai suami istri.. Tapi tidak apa-apa, Tuhan.. Karena sepertinya Jessica kelelahan setelah resepsi pernikahan kami tadi malam..Bantulah kekasih hatiku ini, Tuhan agar dia boleh punya tenaga yang cukup untuk menghadapi hari baru bersamaku besok..Tuhan, Engkau tau betapa aku tidak bisa makan spaghetti karena pencernaanku yang tidak begitu baik..Tapi sepertinya Jessica sudah bekerja keras untuk masak makanan itu..Mampukan aku untuk menghargai setiap apa yang dilakukan istriku kepadaku, Tuhan..Jangan biarkan aku menyakiti perasaannya meski itu tidak mengenakkan bagiku.."

Tahun kedua pernikahan mereka..John membangunkan Jessica pagi-pagi untuk berdoa bersama..Namun Jessica menolak dan lebih memilih melanjutkan tidurnya. John tersenyum dan akhirnya berdoa seorang diri.

Sore hari sepulang kantor, John mengajak Jessica berjalan-jalan ke taman..Meski terpaksa, Jessica akhirnya mau juga ke tempat dimana dulu perasaannya begitu berbunga-bunga saat bersama John..Tetapi Jessica menolak rangkulan John, dan berkata, "Jangan, John..Aku malu.."..John tersenyum dan berkata, "Ya, aku mengerti.." Jessica melihat kekecewaan dimata John, namun tidak melakukan apapun untuk menghilangkan kekecewaan itu..

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya.." Tuhan..Ampuni aku yang tidak bisa membawa istriku untuk lebih dekat padaMU pagi hari ini..Mungkin tidurnya kurang karena pikirannya yang sedang berat..Tapi aku yakin, Tuhan besok Jessica mau bersama-sama denganku bercakap-cakap kepadaMu..Tuhan, Engkau juga tahu kesedihanku saat Jessica meolak kurangkul ketika ke taman hari ini. Tapi tidak apa-apa Dia sedang datang bulan, mungkin karena itu perasaannya juga jadi lebih sensitive Mampukan aku untuk melihat suasana hati istriku, Tuhan."

Tahun ketiga pernikahan mereka. Mereka kini mempunyai seorang putera bernama Mark. Jessica menjadi tidak pernah lagi meneruskan kebiasaannya membaca bersama John sebelum tidur. Jessica semakin sering menolak ciuman John..

Jessica memarahi John habis-habisan sore itu ketika John lupa mencuci tangan saat akan menggendong Mark ketika John pulang kerja..Jessica tahu betapa hal itu membuat John terpukul..Namun idealismenya terhadap mendidik Mark membuat Jessica mengabaikan perasaan John..Dan John tetap tersenyum..

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya.."Tuhan, Engkau tahu betapa sedih hatiku saat ini..Semenjak kelahiran Mark, aku kehilangan begitu banyak waktu bersama Jessica..Aku merindukan saat-saat kami membaca bersama sebelum tidur dan menciuminya sebelum ia tertidur..Tapi tidak apa-apa..Dia begitu capek mengurusi Mark seharian saat aku bekerja di kantor..Hanya saja, biarkanlah dia tetap terus tertidur dalam pelukanku, Tuhan....Karena aku begitu mencintainya. Sore tadi Jessica memarahiku karena aku lupa mencuci tangan saat menggendong Mark, Tuhan..Aku begitu kangen pada anakku sehingga teledor melakukan sebagaimana yg diminta istriku..Engkau tahu betapa aku terluka akan kata-kata Jessica, Tuhan..Tapi tidak apa-apa..Jessica mungkin hanya kuatir terhadap kesehatan anak kami Mark apabila aku langsung menggendongnya. .Kesehatan Mark lebih penting daripada harga diriku."

Tahun keempat pernikahan mereka.. Jessica tidak ingat memasak makanan kesukaan John di hari ulang tahunnya..Jessica terlalu sibuk belanja sehingga lupa bahwa John selalu minta dibuatkan Blackforest dengan taburan coklat dan ceri diatasnya setiap ulang tahunnya tiba..

Jessica juga lupa menyetrika kemeja John yang menyebabkan John terlambat ke kantor pagi itu karena John terpaksa menyetrika sendiri kemejanya..Jessica tau kesalahannya, namun tidak menganggap hal itu sebagai sesuatu hal yang penting.

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya.."Tuhan, Untuk kali pertama Jessica lupa membuatkan Blackforest kesukaanku di hari ulang tahunku ini..Padahal aku sangat menyukai kue buatannya itu. Menikmati kue Blackforest buatannya membuatku bersyukur mempunyai istri yang pandai memasak sepertinya, dan merasakan cintanya padaku.. Namun tahun ini aku tidak mendapatinya. Tapi tidak apa-apa..mungkin lebih banyak hal-hal lain yang jauh lebih penting daripada sekedar Blackforest itu. Paling tidak, aku masih mendapatkan senyuman dan ciuman darinya hari ini. Ampuni aku, Tuhan apabila tadi pagi aku lupa tersenyum kepada Jessica..Aku terlalu sibuk menyetrika bajuku dan memikirkan pekerjaanku di kantor..Jessica sepertinya lupa untuk melakukan hal itu, meski aku sudah meminta tolong padanya tadi malam. Jangan biarkan aku melampiaskan emosiku karena dampratan atasanku akibat keterlambatanku hari ini kepada Jessica, Tuhan.. Jessica mungkin keliru menyetrika kemeja mana yang seharusnya kupakai hari ini.. Lagipula, sepatuku begitu mengkilap..Aku yakin Jessica sudah berusaha keras agar aku kelihatan menarik saat presentasiku tadi..Terima kasih untuk kebaikan istriku, Tuhan."

Tahun kelima pernikahan mereka. Jessica menampar dan menyalahkan John karena Mark sakit sepulang mereka berenang..John terlalu asyik bermain-main dengan Mark sehingga tidak menyadari betapa Mark sangat sensitive terhadap dinginnya air kolam renang, yang mengakibatkan Mark terpaksa dirawat dirumah sakit....

Jessica mengancam akan meninggalkan John apabila terjadi apa-apa dengan Mark..Jessica melihat genangan air mata di mata John, namun kekerasan hatinya lebih menguasainya ketimbang perasaan John.

Tetapi Malaikat tahu betapa saat itu John lantas menuju ke Kapel rumah sakit dan memanjatkan doanya sambil menangis.." Tuhan..Tadi Jessica menamparku karena kelalaianku menjaga Mark sehingga dia sakit.. Belum pernah Jessica bersikap dan berkata sekasar itu padaku, Tuhan..Tapi tidak apa-apa..Jessica benar-benar kuatir terhadap anak kami sehingga ia bersikap demikian..Tapi Tuhan, aku begitu terluka saat ia mengatakan akan meninggalkanku. Engkau tahu betapa ia adalah belahan jiwaku. Jangan biarkan hal itu terjadi, Tuhan..Mungkin dia begitu dikuasai kekuatiran sehingga melampiaskannya padaku..Tidak apa-apa, Tuhan..Tidak apa-apa. Asal dia mendapat ketenangan, aku akan merasa bersyukur sekali.. Dan sembuhkanlah putera kami, Mark agar dia boleh kembali dapat ceria dan bermain-main bersama kami lagi, Tuhan.."

Tahun keenam pernikahan mereka.. Jessica semakin menjaga jarak dengan John setelah kehadiran Rebecca, puteri mereka..Jessica tidak pernah lagi menemani John makan malam karena menjaga puteri mereka yang baru berusia 5 bulan..

Jessica juga menjual kalung berlian pemberian John dan menggantinya dengan perhiasan lain yang lebih baru. Ketika John mengetahui hal itu, Jessica tau John menahan amarahnya, namun Jessica berdalih, "John, itu hanya kalung berlian biasa. Lagipula, aku bukan menjualnya, melainkan menukarnya dengan perhiasan yang lebih baru.."

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya.."Tuhan, Aku begitu kesepian melewatkan makan malam sendirian tanpa Jessica bersamaku.. Aku begitu ingin terus bercerita dan tertawa bersamanya di meja makan..Engkau tau, itulah penghiburanku untuk melepas kepenatanku setelah seharian bekerja di kantor..Tapi tidak apa-apa..Rebecca tentu lebih membutuhkan perhatiannya daripadaku.. Lagipula, Mark kadang-kadang mau menemaniku.. Hanya saja, jangan biarkan aku memendam sakit hati kepada Jessica karena menjual kalung pemberianku. .Engkau tau begitu lama aku menabung dan bekerja ekstra demi menghadiahinya kalung itu, hanya untuk membuktikan terima kasihku padanya atas kesetiaan dan pengabdiannya sebagai istriku dan ibu dari anak-anakku. Ampuni aku apabila tadi aku sempat berpikir untuk marah padanya.."

Tahun ketujuh pernikahan mereka.. Jessica sama sekali tidak mengindahkan kebiasaannya membelai kepala John dan mencium kening suaminya sebelum John berangkat kantor..Padahal Jessica tau, selama ini apabila dia lupa melakukannya, John selalu kembali kerumah siang hari demi mendapatkan belaian dan ciuman Jessica untuknya..Karena John tidak akan pernah tenang bekerja apabila hal itu belum dilakukan Jessica padanya..Jessica tidak mengucapkan I LOVE YOU untuk kali pertama dalam 7 tahun pernikahan mereka..

Dan di tahun ketujuh itu pula, John mengalami kecelakaan saat akan berangkat ke kantor..Ia mengalami pendarahan yang hebat, yang membuatnya terbaring tidak sadarkan diri di ranjang rumah sakit..

Jessica begitu terguncang dan terpukul.. Ia begitu takut kehilangan John, suami yang dicintainya. .Yang selalu ada kapan saja dia butuhkan..Yang selalu dengan tersenyum menampung semua emosi dan kemarahannya. Yang tak pernah berhenti mengatakan betapa John mencintainya.. Tak sedikitpun Jessica beranjak dari sisi tempat tidur John..Tangannya menggenggam erat jemari suaminya yang terbaring lemah tak sadarkan diri..Bibirnya terus mengucapkan I LOVE YOU, karena ia ingat kalau ia belum mengatakan kalimat itu hari ini..

Karena begitu sedih dan lelah menunggui John, Jessica tertidur..Dalam tidurnya, malaikat yang selama ini mendengar doa-doa John pada Tuhan membawa Jessica melihat setiap malam yg John lewatkan untuk mendoakan Jessica..Ia menangis sedih melihat ketulusan dan rasa cinta yg besar dari John padanya..Tak sedikitpun John menyalahkannya atas semua sikapnya yang tidak mempedulikan perasaan dan harga diri John selama ini..Alih-alih demikian, John malahan menyalahkan dirinya sendiri.. Jessica menangis menahan perasaannya. Dan untuk kali pertama dalam hidupnya, Jessica berdoa, "Tuhan, ampuni aku yang selama ini menyia-nyiakan rasa cinta suamiku terhadapku.. Ampuni aku yang tidak memahami perasaan dan harga dirinya selama ini.. Beri aku kesempatan untuk menunjukkan cintaku pada suamiku, Tuhan.. Beri aku kesempatan untuk meminta maaf dan melayaninya sebagai suami yang kucintai.."

Dan ketika Jessica terbangun, Ia melihat pancaran kasih suaminya menatapnya.." Kamu keliatan begitu lelah, sayang.. Maafkan aku yang tidak berhati-hati menyetir sehingga keadaannya mesti jadi begini dan membuatmu kuatir..Aku tidak konsentrasi saat menyetir karena memikirkan bahwa kau lupa mengatakan I LOVE YOU padaku.."..Belum selesai John berbicara, Jessica lantas menangis keras dan menghambur ke pelukan suaminya..

"Maafkan aku, John..Maafkan aku..I LOVE YOU..I really Love you..Kaulah matahariku, John..Aku tidak bisa bertahan tanpamu..Aku berjanji tidak akan pernah lupa lagi mengatakan betapa aku mencintaimu. .Aku berjanji tidak akan pernah mengabaikan perasaan dan harga dirimu lagi..I LOVE YOU, John..I LOVE YOU."

Sumber:
http://www.kaskus.us/showthread.php?p=157089043&posted=1#post157089043

Monday, 18 January 2010

Sambel Bawang

Bawang lombok diuleg dadi siji
Uyah dikepyur-kepyuri
Dicampur ndadekke wangi
Ditetesi lenga jlantah nambahi rasa mengeni

Kapudar rasa ora doyan mangan
Ilang sirna kantenan rasan

Pedes gurih resep nang lathi
Joget bingung kepedesen
Garuk rambut rasa gatel

Sambel bawang
Suwe aku ra nemoni sliramu
Teko masak sing tak gegayuhi
Nrajang rasa, rasa tresna

Abang lombok rawit
Tansah ketok wiji-wijine

Sambel bawang dudu sambel bawang biasa
Digawe nganggo sejagad rasa asmoro
Tansah rinancang kanti ati sing gumyah gemilang

Sambel bawang...
Sambel bawang sing diulek nganggo rasa tresna

Sambel bawang...
Sing digawe marang widodari sing tak tresnani

Sambel bawang...

Selayang Pandang Kota Tua

Hari itu hujan rintik-rintik membasahi ibukota. Sejak dari adzan subuh berkumandang hingga tengah hari langit masih memuramkan raut wajahnya. Tetesan air hujan dengan cepat membasahi tanah Jakarta yang tak lagi berwarna coklat. Kehitaman beralaskan bebatuan. Air menitik hingga akhirya menggenang. Merendam alas kaki yang hilir mudik berjalan tuk meraih mimpi.

Sajadah kulipat saat matahari mulai tegak berada di sisi balik punggungku. Menapak perlahan namun tenggelam di balik awan yang bergelimang dengan air hujan. Merayap perlahan aku menenggelamkan keraguanku untuk berjalan. Helai-demi helai kain membalut tubuhku. Bersiap diri tuk nikmati hari.

Rencana yang telah lama tergambar dalam hati. Bersuka cita di Kota Tua bersama seseorang yang ku puja. Bercermin dan katakan…Kota Tua…hari ini aku datang..

Gemeretak anak kunci tlah berputar di lobang kunci. Menutup pintu membakar semangat tuk tinggalkan kamar tidurku yang dingin senantiasa mengajakku tuk terlelap. Detak langkahku perlahan meninggalkan kost. Satu, dua, tiga bahkan entah berapa langkah aku berjalan.

Mendengarkan musik tak terkira aku sudah berada di dalam angkot 08. Kota – Tanah Abang. Menjemput pujaanku tuk lalui hari ini. Stasiun Tanah Abang. Pemberhentian pertamaku. Tuk menuju Stasiun Pondok Ranji dimana aku melanjutkan perjalananku menjemput kekasihku. Hiruk pikuk manusia mendengar ocehan. Berlari berjalan sama saja. Hanya untuk meraih mimpi.

Sampailah aku di Staisun Pondok Ranji. Stasiun kedua dimana KRL Serpong Express berhenti setelah Stasiun Kebayoran Baru. Stasiun dimana aku sering turun untuk menjemput kekasihku. Kulanjutkan perjalanan dengan menyusuri tanah yang basah karena siraman air hujan. Menggenang namun sedikit berwarna merah kecoklatan karena masih sedikit tersisa tanah di sana. Hingga aku melihat angkot berwarna putih bertuliskan angka 09.

Duduk di dalam angkot yang belum penuh sesak penumpang. Masih setia dengan MP3 Player yang aku putar. Dimana earphone masih tak beranjak dari sepasang telingaku. Hingga mengantarkanku di depan kost De’...Q...

Senyum indah menyambutku pagi itu. Air mata berbinar ada di sana. Canda tawa merekah di antara langkah-langkah kami. Tak membisu meski semenitpun.

Hujan mengiringi langkah kami menuju kota tua. Namun tak menyurutkan kobaran api asmara yang menghangatkan pagi yang dingin saat itu. Hingga payung tersibakkan di atas kepala kami. Berpayung namun tetap basah.

Hingga tibalah kami di Kota Tua (tentu saja perjalanan menggunakan KRL AC Ciujung dan angkot 08 penuh dengan canda suka). Kaki ini berhenti sejenak, mata terseruak tajam melihat bangunan Kota Tua. Arsitek lama yang tetap dipertahankan. Termasuk jamur-jamur yang bertebaran dalam setiap hamparan tembok-tembok nan lusuh.

”Kenapa sih enggak dibersihin, kan bisa bikin bangunan lapuk”.

Tempat pertama yang kami singgahi adalah museum Fatahillah. Banyak benda-benda bersejarah dipajang disana. Ruang-ruang yang didesain sedemikian rupa mencirikhaskan bangunan Belanda. Pintu, Jendela, Kursi dan meja yang besar-besar. Terbayangkan bagaimana orang jaman dulu bersusah payah untuk membuka jendela saat pagi hari karena jendela itu terletak tinggi dan besar di atas ketinggian 3 meter. Sempat bergidik saat melihat penjara di bawah bangunan nan megah itu. Inikah tempat orang Indonesia dulu yang mengorbankan tiap tetes darahnya untuk bumi pertiwi ini?ruangan yang sungguh gelap,sempit dan pengap. Bahkan ada penjara yang didesain penuh dengan air, apakah dulu para pahlawan dipenjara dalam kubangan air tersebut?Pahlawan, aku bangga pada mereka. Pahlawan adalah orang yang berkorban demi bangsa negara ini. Tepat sudah kalo mereka menyanyikan lagu ”....bagimu negeri,jiwa raga...kaa...mi...”

Usai sudah kami berjelajah di Museum Fatahillah. Mengirup udara segar kembali di halaman museum. Krukkkk....Tak sadar pagi ini kami belum sarapan. Membuka tas mencari tempat duduk. Membeli es krim (padahal hujan telah cukup mendinginkan hingga sungsum tulang). Hew...

Coklat pun memoles tiap sudut bibir kami. Selesai sudah kami bercengkerama dengan es krim cone. Langkah kami kembali tertuju pada museum. Museum Wayang. Tak sebagus Museum Fatahillah memang, karena di situ kami tak banyak melihat sisi sejarah di sana. Tak lama pula kami singgah di sana karena tak banyak barang yang dipamerkan.

Masih ada beberapa museum berdiri kokoh di sana. Meski tak serapuh bangunannya. Namun hati ini tertuju pada jasa persewaan sepeda. Pandangan mata tertuju pada sebuah sepeda mini berwarna merah jambu. Sejam Rp. 20.000,-. Terbayar sudah sepeda selama satu jam. Membaca peta di brosur yang kami dapatkan di Museum Fatahillah. Tertulis di sana Jembatan Kota Intan. Jembatan bangunan Peemrintah Belanda jaman dahulu kala. Jembatan yang bisa dibuka untuk kapal yang mau lewat.

Bersepda kami menuju ke sana. Sungguh saat yang sangat membahagiakan. Bersepeda dengan kekasih pujaan hati. Menapaki jalanan Kota Tua. Kayuh demin kayuh tak menyurutkan kisah indah hari itu. Keringat bertetes namun di seka segera oleh dia. Membasuh capek dengan rautan senyum bahagia.

Sungguh saat yang berbahagia bersepeda dengan penuh gelora asmara. Gelora asmara di Kota Tua...

Friday, 15 January 2010

Suami Berhati Malaikat

Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan.
Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri reksadana di Indonesia dan juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini.

Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Karena ada sisi kesehariannya yang luar biasa!!!!

Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.

Dari sinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.

Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari…saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya-- karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing- - Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu 'agar semua anaknya dapat berhasil'.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata:

“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu." Sambil air mata si sulung berlinang.

"Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Si Sulung melanjutkan permohonannya.

”Anak-anakku. ..Jikalau perkimpoian dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian….*sejenak kerongkongannya tersekat*… kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit." Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya

Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu……

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa....disaat itulah meledak tangisnya dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.

Disitulah Pak Suyatno bercerita : “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkimpoiannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang lucu-lucu..Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit...” Sambil menangis

"Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya... "BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH".

Sumber:
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3130549

Monday, 11 January 2010

kami, para wanita sungguh sebenarnya tau...

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah tokoh romantis yang dapat melukis seperti Jack Dawson dalam Titanic, maka itu kami tidak pernah minta kalian melukis wajah kami dengan indah, paling tidak saat kami minta kalian menggambar wajah kami , gambarlah, meskipun hasil akhirnya akan seperti Jayko adik perempuan Giant dalam film Doraemon, tapi kami tahu, kalian berusaha.
((buat agan2 yg cowo.. coba deh gambar cwe kalian dengan tampang jaiko... pasti ngambek itu cwe... wkwkwkkwkwk yah klo ga ngambek setidak na cemberut dikit lah))

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukan peramal seperti Dedi Corbuzier yang dapat menebak isi pikiran kami atau apa yang kami inginkan saat kami hanya terdiam dan memasang wajah bosan, tapi saat itu kami hanya ingin tau, sesabar apakah kalian menghadapi kami jika kami sedang sangat menyebalkan seperti itu, kami tidak minta kalian mampu menebak keinginan kami, setidaknya bersabarlah pada kami dengan terus bertanya “jadi sekarang maunya gimana?”
(kalo misal na kita lagi ribut dan kita bilang "jadi skarang maunya bijimana?.... tau apa yg akan di jawab
jawaban 1. Ga tau ah terserah kamu aja
jawaban 2. Udah ah Kita Putus aj
dan alhasil pertengkaran malah makin besar
nah coba klo seandai na cowo na yg lagi diam trs masang wajah bosan... paling cuma didiemin doank... klo ga langsung deh di omelin dengan berkata "aku ga suka di diemin..."
coba donk sekali2 saat kami diam saat kami ksal... peluk kami dari blakang dan bilang... Maaf ya klo aku...(isi sendiri dah) maksud aku tuh...(isi sndiri lagi) yuk ngakak lagi)


Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah penyair sekaliber Kahlil Gibran atau yang mampu menceritakan kisah romantis seperti Shakespear, maka itu kami pun tidak meminta kalian mengirimi kami puisi cinta berisi kalimat angan-angan nan indah setiap hari atau setiap minggu, tapi setidaknya mengertilah bahwa setelah menonton film korea yang amat romantis itu, kami sangat berandai-andai kekasih kami dapat melakukan yang sama, meskipun isi puisi tersebut tidak sebagus kahlil Gibran, kami akan sangat senang –sungguh- jika kalian mengirimkannya dengan tulus dan niat. (bahkan meskipun ujungnya terdapat “hehe, aneh ya?”, kami akan benar-benar melayang, tuan)
(kalian cuma akan berkata "ah gombal" (kalian tau ga klo kita sakit banget saat kita melakukan hal gitu lalu di bilang Gombal mentah2 walaupun cuma bercanda? sakit cici atau yg lebih sakit lagi... "tumben ngomong kyk gitu"

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah setampan Leonardo Dicaprio, tapi tolong mengertilah itu sama sekali bukan masalah bagi kami, saat kami memuja-muja pemuda seperti itu, itulah pujian dan pujaan, tapi hati kami sungguhnya telah terikat oleh kalian, tuan. Mungkin saat itu kami hanya ingin tau apa pendapat kalian jika kami jatuh cinta pada orang lain, semacam mengukur tingkat kecemburuan kalian.
(tau ga sih ketika kalian bilang "aihh si A ganteng banget...." kita tuh sakit banget.. dan apa yg terjadi klo kita para cowo cemburu? 80% kmungkinan pasti ribut... coba deh klo yg cowo bilang "aiihh si B cantik banget...." Bete ga tuh yg cwe2?.... lho kok yg cwe boleh bete yg cowo ga boleh bete ??? karena wanita ingin dimengerti? trs cowo gmn donk? dijajah wanita? hiks kasihani kami para pria cici.........)

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah semenakjubkan John Nash atau sebrillian Isaac Newton, namun kami sebenarnya sangat menghargai bantuan kecil dari kalian meskipun hanya membantu mencarikan artikel dari internet, kami ingin menunjukkan pada kalian bahwa kalian lebih kami percayakan daripada Newton atau Galileo.
("makasiiiiiiihhhhhh" saat kita capek2 membantu dan pada saat kita membantu bgitu kalian santai2.. cuma makasih aja? kita ingin 1 hal yg lebih.. nda bnyk kok... cuma mengalungkan kedua tangan kalian di leher kami sambil bilang makasih, yah syukur2 sih klo di kasih bonus)


Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah segagah Achilles pada film Troy, maka itu kami tidak pernah minta kalian mengikuti program peng six-pack an tubuh atau kontes L-men. Namun dengan kalian berhenti dan tidak pernah merokok, kami sangat akan memilih kalian dari Achilles manapun. Menyuruh kalian berhenti merokok adalah untuk meyakinkan diri kami bahwa kalian lebih gagah dari Achilles (karena tentu kalian akan kalah beradu pedang dengan Achilles bukan?).
(Achilles siapa sih? minta di bacok ini orang kita ga pernah peduli cici... mw semaco apapun orang itu... sampai dewa pun akan kami lawan klo buat kamu orang yg kami sayang.... kami ga knal rasa takut akan kmatian jika untuk kamu.......... jadi bukan maslah kami menang atau kalah.... tapi apakah cici bisa menerima kami apa adanya?)


Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukan Pangeran denga kuda putih yang akan melawan naga demi kami, karena kami pun bukan putri tidurnya, dan maka dari itu kami tidak pernah minta kalian melawan preman pasar yang pernah menggoda kami waktu lalu, tapi setidaknya, mengertilah tanpa kami harus minta, saat hujan lebat datang dan dirumah sedang mati lampu dan ayah ibu belum datang, kami hanya dapat mengandalkan kalian, maka itu temani kami walau hanya dengan sms dan telepon, karena menurut kami, berbincang dengan kalian adalah melegakan, maka itu jangan tradeoff (tukar) keadaan seperti itu dengan Game PES 2010 terbaru kalian itu (sangat mengesalkan!)
(cici......... kami mau kok nemenin kerumah.. tapi tunggu bntar ya. 2 mnit aj buat save file kami....... boleh ga?? ..... tapi coba deh skarang di balik... kita berjam2 nungguin kamu di tempat janjian tapi kamu na lama bangeeeetttttt...... kami ga ngeluh tuh kami cuma 2 mnit doank kok buat save file..... yah paling lama 10 mnit lah dengan 8 mnit extra ganti baju dan siapin motor/mobil buat mluncur ksana)

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah bayi yang harus diingatkan hal ini dan itu setiap waktunya, tapi mengertilah bahwa kami sangat merisaukan anda, kenapa kami mengingatkan kalian makan atau sembahyang, itu karena tepat saat itu, kami baru saja hendak makan atau sembahyang, maka itu saat kalian bertanya kembali atau mengingatkan kembali, kami akan jawab “iya, bentar lagi nih”
(makasih udh diingetin... kami seneng kok di ingetin)

Kami, para wanita tau kalian bukanlah Romi Rafael yang pandai menyulap saputangan menjadi bunga, maka itu kami tidak pernah meminta hal hal semacam itu, namun mengertilah bahwa melihat bunga rose di pinggiran jalan itu menggoda hati kami, bahkan meski kami tidak suka bunga, pemberian kalian akan menjadi hal yang kami sukai, karena kami sebenarnya hanya sangat ingin menyimpan kalian saat itu, setelah malam kalian antar kami pulang, namun kami tahu kita harus berpisah saat itu.
(cici... 1 hal yg bikin kami para cowo selalu pusing.. cici ga pernah mau kasih tau apa yg cici mau... kami para cowo... jgn kan cuma setangkai mawar... nyawa kami pun mau kok kami kasih buat cici... tapi kami cuma minta 1 hal......... kasih tau donk mau na cici... biar kita ga salah paham..^^)


Kami, para wanita tau kalian bukanlah Mr. Bean yang dapat membuat kami tertawa terbahak saat sedang bosan, maka itu jangan coba-coba menjadi juru selamat untuk mencoba membuat kami tertawa saat itu, karena kami tau kalian tidak mampu sekocak Mr. Bean dan malah hanya akan memperkeruh suasana, yang kami inginkan saat itu hanyalah memastikan kalian ada disamping kami saat masa-masa sulit meski hanya dengan senyuman menenangkan.
(saat kami berada disamping kalian, dan kalian sedang seperti itu... kami serba salah..... saat mencoba menghibur.. kalian ga mau di hibur... tapi klo kami na diem aj.. kalian malah marah ke kami... trs kami harus ngapain?? tolong donk kasih 1 hal atau 1 pernyataan aj yg kalian ingin kami lakukan. We love you.. we wanna see your smile not your tears...)


Kami, para wanita juga tau kalian bukanlah pemuda seperti Edward Cullen yang akan segera datang dengan Volvo saat kami diganggu oleh preman jalanan, namun setidaknya, pastikan kami aman bersama kalian saat itu dengan tidak membawa kami pulang terlalu larut dan mengantarkan kami sampai depan pintu rumah dan bertemu ayah ibu, (jangan hanya sampai depan gang, hey, tuan!)
(Edward Cullen siapa sih? minta di bacok ini orang kita ga pernah peduli cici... mw semaco apapun orang itu... sampai dewa pun akan kami lawan klo buat kamu orang yg kami sayang.... kami ga knal rasa takut akan kmatian jika untuk kamu.......... jadi bukan maslah kami menang atau kalah.... tapi apakah cici bisa menerima kami apa adanya?)

Kami, para wanita tau kalian tidak akan bisa seperti ibu kami yang dapat menghentikan tangisan kami, namun tolong mengerti, saat kami menangis dihadapanmu, kami bukan sedang ingin dihentikan tangisannya, justru kami sangat ingin kalian dihadapan kami menampung berapa banyak air mata yang kami punya, atau sekedar melihat apa reaksi kalian melihat kami yang –menurut kami- akan terlihat jelek saat menangis
(Tenang aj cici.... kamu ga pernah kliatan jelek kok dimata kami.... sini nangis aj dipelukan kami.... kami seneng kok bisa menjadi shoulder to cry on kamu)


Kami, para wanita tau juga sebenarnya, bahwa kalian tidak akan punya jawaban yang benar atas pertanyaan, “aku gendut ya?”, kami sungguh tau, tapi saat itu kami hanya ingin tau, apa pendapat kalian tentang kami yang pagi tadi baru bercermin dan sedang merasa tidak secantik Kristen Stewart.
(memang bbrp cowo pengen cwe sexy toge bla bla bla... tapi tnang aj cici.... size doesn`t matter for us... bisa diperbaiki kok^^)


Kami tau, kalian adalah makhluk bodoh yang tidak peka dan terlalu lugu untuk percaya pada setiap hal yang kami katakan, tapi mengertilah bahwa saat kalian bertanya “baik-baik aja?” dan kami jawab “iya, aku baik-baik aja” itu adalah bahasa kami untuk menyatakan keadaan kami yang sedang tidak baik namun kami masih menganggap kalian adalah malaikat penyelamat yang mampu mengatasi ketidak-baik-baikan kami saat itu tanpa kami beritau, (tentu mestinya kalian sadari jika kami memang benar sedang baik-baik saja kami akan menambahkan perkataan seperti “iya aku baik-baik aja, malah tadi aku di kampus ketemu dengan dosen yang itu lho….*bla.bla.bla”)
(cici.... kami selalu ingin kalian jujur ke kami.... klo kalian sakit bilang sakit.. klo marah bilang marah < eh marah kok bilang2 > nda usah takut.. kami akan selalu ada untuk kamu....)


Iya, kami sepertinya tau apa yang kalian pikirkan tentang kami yang begitu merepotkan. Tapi begitulah kami, akan selalu merepotkan kalian, tuan. Hal ini bukan sesuatu yang kami banggakan, namun inilah bahasa kami untuk mempercayakan hati kami pada kalian, jika kalian bukanlah pemuda yang kami percayakan dan kami butuhkan, tentu saja yang kami repotkan dan persulitkan bukan kalian. Kami makhluk yang amat perasa dan gampang merasa “tidak enak”. Kami enggan merepotkan “orang lain”.

Jika kami merepotkan dan menyusahkan, berarti kami menganggap anda bukanlah orang lain, tuan.

Kami tidak senang bermain-main, tuan pemuda. Maka tolong jaga hati yang kami percayakan ini. Kami mungkin mudah berbesar hati atau “geer”, tapi sekali kami menaruh hati kami pada satu pemuda, butuh waktu yang lebih lama dari menemukan lampu bohlam untuk menghilangkannya (bukan melupakan).

Kami akan sulit menerima hati baru setelah itu, karena kami harus membiasakan diri lagi. Padahal kami sudah terbiasa dengan anda, terbiasa melakukan semuanya dengan anda. Maka tolong, mengertilah tuan. Karena kami, wanita sungguh sangat tau sebenarnya kalian, pemuda, dapat mengatasi semua tingkah kami yang merepotkan ini.

(jgn cuma wanita yg ingin dimengerti.. tapi kami cowo jg ingin dimengerti....
"man isn`t a prisoner of fate, but prisoner of their own minds"
~A. Lincoln
kami selalu pusing dengan apa yang kamu mau... oleh karena itu... tolong bantu kami dengan mengatakan apa yg kamu mau...
1 hal yg selalu di katakan ketika ribut " kamu ga ngertiin banget sih.... "
gw cuma bisa bilang
"Tidak ada 1 orang pun didunia ini.. yg bisa mengerti satu sama lain dengan baik"
oleh karena itu... jangan paksa kami untuk mengerti kalian jika kalian sendiri tidak membantu kami untuk mengerti.... dan silahkan ktakan hal yang sama kepada kami bisa kami tidak membantu kalian untuk mengerti kami..)


Repost dari:
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3093434
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3096810